(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Meminta Maaf


__ADS_3

setelahnya Arya segera membawa istrinya itu ke rumah sakit karena keadaannya sangat memprihatinkan. di mana kepala wanita glamour itu mengalami luka yang sangat hebat akibat hantaman benda tumpul.


"aaahhh sialan!"ujar Arya Seraya mengacak-acak rambutnya sendiri. "aku harus berbuat apa ini, mana mungkin aku mendatangi Lita dan memarahi anaknya. bisa-bisa mereka akan malas makin benci kepadaku,"ucapnya Seraya memukul setir mobil.


Kemudian laki-laki tampan itu menatap Cynthia yang masih tak sadarkan diri yang berada di kursi belakang. "semoga saja luka itu membuatmu amnesia,"ujar Arya yang terdengar sedikit kejam.


Namun laki-laki itu tidak memiliki pilihan lain karena tidak ingin semakin dibenci oleh Putri semata wayangnya." sehingga aku tidak perlu untuk membuat putriku semakin membenciku,"gumamnya Seraya mulai melajukan mobilnya.


Tak lama berselang mobil yang ia tumpangi telah sampai di depan rumah sakit yang ada di kota Bojonegoro.


"suster, dokter, tolong istri saya!"teriak Arya saat laki-laki itu telah memasuki bangunan rumah sakit . dan tak berselang lama beberapa perawat dan juga seorang dokter, telah sampai di depan Arya. dan dengan segera, mendorong berangkar.


Mereka segera membawa Cynthia untuk memasuki ruang ICU. segera mendapatkan pertolongan atas luka yang ada pada wanita itu.


Sementara Arya, laki-laki tampan itu menunggu keadaan istrinya dengan rasa yang sangat cemas. Arya bukanlah orang yang mencintai istri pertamanya itu 100%. karena memang mereka menikah karena unsur paksaan dari keluarga.


Arya hanya merasa khawatir, jika nanti Chintya sadar, maka wanita glamour itu pasti akan langsung menjebluskan Lita dan putrinya ke penjara. karena memang yang dilakukan oleh Gracia itu Di Luar batas seorang anak kecil.


"aku harus bicara sama mereka, mereka harus pergi dari tempat ini, bahkan dari kota ini." setelah mengatakan hal itu, Arya segera beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Namun sebelum laki-laki tampan itu melangkahkan kakinya untuk pergi, Arya terlebih dahulu memberikan sebuah pesan pada suster jaga. dan setelah mendapatkan persetujuan, Arya segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari bangunan rumah sakit itu.


"aku harus cepat untuk membuat mereka meninggalkan tempat ini,"gumam laki-laki tampan itu Seraya mulai mengendarai mobil miliknya.


Bagaimanapun, Arya adalah ayah kandung bagi Gracia. dan laki-laki tampan itu tidak akan pernah tega jika putrinya mengalami suatu hal yang buruk.


*****


Sementara itu di rumahnya, terlihat Lita tengah mondar-mandir dengan perasaan yang kacau. dan juga raut wajah, yang sangat cemas.


sementara Gracia, gadis kecil itu telah terlelap ke dalam alam mimpi ditemani oleh Mbok Robiah. Lita tidak jadi mengantar putrinya untuk bersekolah setelah kejadian itu. karena percuma saja Gracia sekolah, pasti akan semakin membuat Lita merasa tidak tenang.


Lebih baik, gadis kecil itu berada di rumah bersama dirinya dan juga Mbok Robiah. Lita juga telah menutup toko kue miliknya. walaupun itu harus dibayar dengan kerugian yang tidak sedikit. karena banyak orang yang merasa kecewa karena toko kue milik Lita, tutup secara mendadak.


"mau ke mana kamu Lita?"tanya Mbok Robiah yang memang telah berada di belakang tubuhnya.


Membuat Lita yang mendengarnya seketika menoleh ke arah sumber suara.b/"aku harus pergi, Mbok. aku harus meminta maaf pada wanita itu, aku tidak mau jika Gracia mendapat masalah. apalagi, wanita itu adalah orang yang berada. pasti kita akan kalah jika melawan dengan hukum. maka dari itu, Lita akan mencoba mengusahakan dengan hati nurani."ucap wanita itu panjang lebar.


Mbok Robiah yang mendengar itu, tersenyum tipis."apa kamu yakin?"tanya wanita paruh baya itu, dengan raut wajah yang juga ikut cemas.

__ADS_1


Lita yang mendengar itu, menggelengkan kepala. "aku tidak terlalu yakin mbok, tapi semoga saja wanita itu masih memiliki hati nurani. kalaupun masih berniat untuk membawanya ke jalur hukum, biar aku saja yang mengalaminya,"ujar Lita Seraya membalikkan badannya untuk membuka pintu.


Ceklek


Tepat saat pintu terbuka, Lita melihat mantan suaminya telah berdiri di depan sana Seraya menatapnya dengan tetapan datar.


Tentu saja hal itu semakin membuat kita merasa gugup dan ketakutan.


"Mas aku minta maaf,"


"Lita, maafkan istriku."


Perkataan mereka, berdua hampir bersamaan mengatakan permintaan maaf. hingga membuat keduanya seketika terdiam Seraya memandang satu sama lain.


Tentu saja itu membuat keduanya merasa sedikit canggung dan juga salah tingkah satu sama lain. tingkah mereka berdua, sudah seperti dua orang ABG yang tengah dimabuk asmara.


"euuumm, Mas aku minta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh anakku, aku mohon jangan penjarakan dia."ucap Lita Seraya menatap laki-laki itu dengan tatapan mengiba.


"apa yang kamu katakan? Gracia itu juga anakku. justru aku ke sini ingin meminta maaf atas kelakuan Chintya. lebih baik kalian segera pergi saja dari sini,"ucapnya dengan nada yang sangat datar.

__ADS_1


Nb : mampir yuk di karya teman author yang memukau ini. dijamin pasti kalian akan ketagihan.



__ADS_2