(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Lega


__ADS_3

Akhirnya, setelah pertimbangan cukup lama, Lita membawa bayinya keluar dari rumah Mbok Robiah. dengan diiringi deraian air mata yang mengalir di pipi wanita paruh baya itu.


" nyonya, saya mohon. jika anda sedang dalam masa pemulihan dan nantinya Anda mengalami emosi yang berlebih, tolong segera panggil saya. Saya pasti akan langsung membantu anda." ujarnya Seraya Melambaikan tangan kepada wanita itu.


Lita yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, dengan segera langsung berjalan untuk menghentikan Laju kendaraan yang ada di jalan besar sana.


" akhirnya, ibu dapat bertemu denganmu lagi nak." ujarnya Seraya sesekali mencium wajah bayi mungil itu. yang tengah tertidur lelap.


Karena memang, Gracia baru saja terlelap saat Lita sampai di rumah wanita paruh baya itu. Setelah menemukan kendaraan umum yang dituju, wanita cantik itu segera menaikinya.


" tujuan Mbak ke mana?" ujar sang sopir angkot Seraya melirik ke arah Lita berada.


" di desa ini mas." ucap Lita Seraya menyerahkan selembar kertas kepada sopir angkot itu. sang sopir yang menerimanya, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, langsung mengerahkan kendaraannya, ke tempat yang dituju.


****


" ini mas, Terima kasih ya," ucap Lita Seraya menyerahkan uang pecahan Rp10.000 kepada sopir angkot itu. dan dengan segera, langsung melangkahkan kakinya untuk menuju ke rumah wanita itu.


Lita memutar bola mata malas. saat sampai di depan rumahnya. karena ternyata, kumpulan ibu-ibu rempong itu, masih berada di sana. dan masih menatap Lita dengan Tatapan yang sangat sinis.


" benar-benar ibu-ibu rempong dan julit." ujarnya Seraya menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian, melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah pribadinya itu.


Sementara para ibu-ibu rempong itu, hanya berdecih sebal. namun begitu, mereka sama sekali tidak berani untuk melawan Lita terang-terangan. Karena mereka semua, sudah mendapatkan teguran dari Pak RT. karena telah mengganggu ketenangan orang lain.


Bu Rahmi yang memang sepertinya memiliki dendam kesumat dengan Lita, mulai menaruh percikan-percikan dendam yang tumbuh subur di dalam hati. Namun, wanita paruh baya itu tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


" awas aja ya kamu Lita, kamu sudah mengibarkan bendera perang untuk saya." ucap Bu Rahmi dengan tatapan mata yang sangat nanar.


Itulah ciri manusia-manusia yang tidak menyadari kesalahannya. Padahal, dia yang bersalah, malah dia yang lebih galak dari orang yang disakiti.


****


' akhirnya sayang, kita bisa berkumpul lagi. Ibu janji, setelah ini, kita tidak akan pernah bisa terpisahkan lagi." ucapnya Seraya mengecup seluruh wajah bayi mungil itu.


Tiba-tiba saja, wanita cantik itu menangis sesenggukan. karena ternyata, Lita mengingat tentang perlakuan yang diperbuat oleh laki-laki brengsek yang menjadi ayah dari anaknya itu.


" Lihatlah Mas, anak kita secantik ini. kamu memang benar-benar tega. hiks hiks hiks. Aku membencimu!" ucapnya dengan mata yang berkabut dengan amarah.


Akhirnya, Lita pun ikut tertidur di samping Putri semata wayangnya itu.


Sore harinya,...


Karena hari sudah semakin petang. dan dengan segera, setelah memandikan baby Gracia, Lita memasak untuk makan malam dirinya dan juga Putri tercintanya itu.


" Nah sekarang, kamu makan dulu ya sayang." ucap Lita Seraya menyodorkan sendok yang berisi bubur ke dalam mulut bayi itu.


Dengan sangat lahap, Gracia menikmati makanan yang disuapkan oleh ibunya itu. Lita tersenyum tipis, karena ternyata, Putri kesayangannya itu sangat menyukai masakan yang ia buat.


" wah anak ibu ternyata suka banget ya sama masakan ibu?" Lita bertanya Seraya mengusap kepala bayi itu.


Kemudian, Lita kembali menyuapkan bubur itu ke dalam mulut Gracia. dan setelahnya, Setelah semuanya habis, wanita cantik itu segera membereskan semuanya.

__ADS_1


Setelahnya, membawa baby Gracia untuk segera masuk ke dalam rumah. karena di desa ini masih percaya, akan mitos. jika sudah malam, semua pintu wajib ditutup. Apalagi, orang yang memiliki anak kecil seperti Lita ini.


Lita hanya menurut saja. saat diberitahu oleh Mbok Robiah. sesaat setelah baby Gracia lahir ke dunia. Memang, Lita tidak mempercayai hal itu. wanita cantik itu, hanya menghormati adat setempat.


Ya, walaupun Lita adalah seorang muslim yang taat agama, namun wanita cantik itu masih tidak mempercayai hal gaib. karena menurutnya, hal gaib itu adalah tahayul belaka.


Entahlah, Mengapa Lita tidak mempercayai hal gaib itu, padahal, di dalam kitab ajarannya, sudah tertera jelas jika makhluk halus itu ada. Namun, Lita tak mempercayai hal itu. entah apa penyebabnya.


Lita meletakkan baby Gracia di dalam box bayi yang berada di dalam kamar itu." sekarang, kamu akan merasa tenang di sini sayang. maafkan Ibu, karena sempat menyakitimu." ucapnya dengan lelehan air mata yang membanjiri wajah cantiknya itu.


Oeeekkk,... Oeeeekkk,...


Tiba-tiba saja, bayi berusia 6 bulan itu terbangun dan menangis kencang. tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, merasa sangat terkejut. dan dengan segera, langsung menyusui anaknya.


pertama kali saat menyusui Gracia kembali, Lita merasakan tubuhnya bergetar hebat. Mungkin, ini adalah efek karena baru pertama kali, wanita cantik itu menyusui anaknya. karena selama ini, Gracia hanya menyusu di susu formula saja.


Lita pun sempat meringis. saat merasakan area sensitifnya disentuh oleh benda lain. wanita cantik itu Sempat berpikir, Apakah Gracia akan menggigit? Karena, Walaupun belum memiliki gigi, anaknya itu memiliki gusi yang sangat tajam. yang dapat membuat terluka.


Namun seketika, wanita cantik itu menghela nafas lega. karena ternyata, apa yang ia takutkan, tidak terbukti. Dan tidak memerlukan banyak waktu, akhirnya bayi mungil itu, kembali tertidur pulas di dalam dekapan sang ibu.


" anak pintar. Semoga, suatu saat nanti, kamu menjadi anak yang berguna ya sayang. dan jangan pernah, kau membuat ibumu ini sedih. dengan pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiranmu nanti." ucapnya Seraya berbisik di telinga bayi mungil itu.


Sungguh, Lita tidak ingin mengingat tentang laki-laki brengsek seperti Arya. bagi Lita, laki-laki itu telah mati dimakan oleh binatang buas. dan sampai kapanpun, dirinya tidak akan pernah mempertemukan putrinya dengan laki-laki itu.


Karena sepertinya, laki-laki Brengsek itu tidak ingin mengakui putrinya sebagai derajat dagingnya. tidak apa, Lita akan berusaha untuk membesarkan anak ini sendiri. lagi pula, dirinya adalah wanita Mandiri dan wanita hebat. Lita akan segera mencari pekerjaan yang memang cocok dengan bidangnya

__ADS_1


" minggu depan, ibu akan mencari pekerjaan. agar kita bisa hidup dengan layak. dan bila perlu, kita akan pindah dari sini." ucapnya Seraya memandang ke arah bayi mungil yang terlelap itu.


__ADS_2