
Beberapa hari setelah pertemuan Lita dan juga Mario, Entah mengapa, sikap wanita itu, sedikit demi sedikit, mengalami perubahan. Lita lebih suka memegang ponselnya daripada bermain dengan anaknya. hingga membuat Gracia, seringkali menangis karena merasa tidak diperhatikan oleh ibunya sendiri. Seakan, balita berusia 1 tahun lebih itu, merasa cemburu dengan ponsel yang selalu dibawa oleh Rita ke manapun ia berada.
karena Lita seringkali mendapati anaknya itu memukul-mukul ponsel yang ia sengaja meletakkannya di atas meja. dan Hal itu membuat Lita yang melihatnya, sedikit merasa panik. dan seketika, langsung memanggil Mbok Robiah untuk melihat anaknya itu.
Seketika itu pula, wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat tingkah bayi yang berusia 1 tahun 1 bulan itu." Lita, sepertinya anak kamu ini sedang mengalami fase kecemburuan terhadap benda asing." ucap Mbok Robiah Seraya tersenyum kecil.
Seketika, Lita Segara terkekeh pelan karena melihat tingkah lucu anak semata wayangnya itu. Kemudian, dengan segera langsung berjalan dan menghampiri anak menggemaskan itu dan kemudian memeluknya.
" sayang, maafkan Ibu ya, hari ini toko Ibu mulai rame. Jadi, Ibu sudah mulai menjual kue-kue di tempat online." ucap berita Seraya memeluk tubuh mungil itu.
Sementara Gracia, gadis kecil itu tidak mengerti apa yang dikatakan oleh ibunya. namun yang jelas, bayi kecil itu tertawa Seraya sesekali menganggukkan kepala. hal itu tentu saja membuat Lita yang melihatnya, tersenyum tipis.
" Makasih ya sayang, kamu sudah menjadi anak yang paling baik di muka bumi ini. maafkan Ibu karena sempat membuatmu terluka." ucapnya Seraya menitikan air mata.
Akhirnya, Lita membawa anaknya itu untuk masuk ke dalam rumah. Karena memang, hari sudah mulai petang. langit yang cerah itu, akan berubah warna menjadi hitam. dan matahari, akan menghilang. digantikan oleh Rembulan. yang akan menghiasi langit malam.
****
" Mbok Robiah, tolong mandikan Gracia dulu ya, aku mau mencoba membuat kue Sebentar Sebelum melaksanakan kewajibanku sebagai umat muslim." ucap Lita saat mereka sudah berada di dalam rumah.
Mbok Robiah yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung datang dan menghampiri pasangan ibu dan anak itu. dan dengan segera, langsung melaksanakan perintah dari wanita itu.
Sementara Lita, wanita cantik itu mulai meracik semua bahan untuk dijadikan kue putu yang terkenal di kota itu. dan setelah bahan-bahan tercampur di dalam baskom besar, wanita itu segera menuangkan ke dalam cetakan. Ya sudah diolesi margarin terlebih dahulu.
" wah ini sudah hampir matang. lebih baik, aku salat dulu lah. kan lumayan 30 menit untuk ibadah." gumamnya Seraya melangkahkan kaki untuk menuju ke kamar.
__ADS_1
***
" wah anak ibu sudah tidur sendiri ini. sudah pinter ya," ucap Lita saat baru saja memasuki kamar pribadinya. dan mendapati, Gracia Sudah terlelap di atas ranjang. Memang, wanita itu mulai menerapkan tidur Mandiri kepada anaknya. Walaupun, tindakannya itu pasti akan mendapatkan cemoohan dari orang-orang sekitar. Karena berani sekali membiarkan anak kecil tidur sendiri tanpa harus minum susu terlebih dahulu.
Karena pada umumnya anak di desa itu, jika menjelang tidur malam, pasti mereka akan minum susu pada ibunya. dan Lita memilih metode lain untuk mendidik anaknya. dan sepertinya, ini berhasil.
Setelah selesai melaksanakan ibadah, Lita segera kembali ke belakang untuk memeriksa Apakah kuenya sudah matang atau belum.
" apa Gracia sudah tidur?" tanya Mbok Robiah yang kini tepat berada di samping wanita itu.
Lita yang mendengar pertanyaan dari wanita paruh baya itu, hanya menganggukkan kepala. Sementara, tangan lentiknya sibuk untuk mengangkat dan memasukkan kue-kue itu Ke dalam loyang dan oven.
" wanginya harum sekali Lita. Mbok jadi tergoda deh," cengirnya tanpa dosa.
Mbok Robiah yang mendengar itu, ikut tersenyum. Kemudian, dengan segera ikut mencicipi kue yang baru saja dibuat oleh wanita cantik itu.
Pagi harinya, Lita seperti biasa mempersiapkan semua bahan-bahan yang akan dibawa ke dalam toko kue miliknya. dan mereka, membawa becak motor. bahkan sekarang, Lita membawa dua becak motor.
Karena mulai hari kemarin, toko Lita mulai menampakkan eksistensinya. toko itu, perlahan-lahan mulai dipadati pengunjung. yang mulai penasaran dengan kue buatan wanita itu. Apalagi, kuenya dijual sedikit lebih murah bagi para warga desa yang tidak memiliki cukup ekonomi itu.
Juga, rasanya yang sangat nikmat. dan sedikit berbeda dari tokoh-tokoh yang lain. Hal itu membuat pendapatan Lita, perlahan-lahan mulai merangkak naik. dan hal itu, membuatnya merasa sangat bersyukur.
" Mbak saya mau pesan ini ya," baru juga mereka sampai di dalam toko kue, sudah ada sekitar 3 orang yang ingin membeli kue itu.
Dengan wajah sumringah, wanita cantik itu segera menganggukkan kepala. dan dengan segera, langsung membuatkan pesanan dari Beberapa pelanggan itu.
__ADS_1
" terima kasih, Semoga selalu Tidak kapok untuk datang kemari lagi." ucap Lita Seraya tersenyum tipis.
Semakin siang, toko kue Lita semakin ramai oleh pengunjung yang mulai berdatangan. dan Lita pun, mulai sedikit kewalahan untuk menghandle semua para pembeli yang semakin hari semakin membedak itu.
" permisi, ini toko Kue ada kue ulang tahun atau tidak?" tiba-tiba saja, terdengar suara seseorang dari seberang sana.
Membuat Lita seketika menoleh. dan mendapati, seorang wanita cantik. yang sangat dihindari oleh Lita.
" Cynthia." ucapnya dengan nada yang sangat Lirih. dan juga kepala yang menunduk karena tidak ingin melihat wanita cantik itu.
" Mbak, kok malah bengong?" tanya Cynthia Seraya Melambaikan tangan ke arah wajah Lita. hingga membuat wanita cantik itu, seketika gelagapan dibuatnya.
" eh, monggo." ucapnya dengan nada gemetar dan juga perasaan yang tidak menentu. Karena Wanita cantik itu, tidak pernah membayangkan akan mendapatkan tamu yang tidak diinginkan.
Cynthia yang mendengar itu, mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam toko itu. dan mulai melihat-lihat, berbagai jenis kue tart yang terpajang di dalam etalase.
Sementara Lita, wanita cantik itu Tengah memperhatikan sekitaran Tokonya itu. Kalau kalau, tamu yang baru saja datang itu, membawa seseorang. yang tidak pernah ingin Lita lihat.
Degh
Seketika itu pula, jantung wanita itu seakan ingin lepas dari tempatnya. saat pasang netranya, tak sengaja menatap sosok laki-laki yang berdiri tak jauh dari sana.
" Mas Arya, mau apa dia ke sini? Kenapa mereka malah mengganggu kehidupanku?!" tanya Lita dengan wajah yang merah padam karena merasa geram dengan tindakan pasangan suami istri itu.
Pandangannya, teralihkan saat laki-laki itu, juga ikut menatapnya.
__ADS_1