(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Menegangkan


__ADS_3

beberapa hari kemudian, Lita telah diperbolehkan pulang oleh dokter. dan itu membuat Mario, merasa begitu senang dan lega. karena itu artinya, laki-laki tampan itu tidak perlu lagi untuk berkata bohong kepada keluarganya terlebih lagi, terhadap ibu dan putrinya.


Karena jujur saja, Mario merasa sangat berdosa dan merasa bersalah karena telah membohongi wanita yang telah bersusah payah melahirkannya itu.


"kita sudah boleh pulang kan, Mas?"tanya Lita Soraya menatap ke arah suaminya itu dengan raut wajah berbinar. karena jujur saja, wanita itu telah merasa sangat bosan berada di rumah sakit.


"iya sayang, kita akan pulang hari ini."ucap laki-laki itu Seraya mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Lita yang mendengar itu seketika tersenyum tipis. dengan segera, turun dari atas ranjang untuk segera menghampiri sang suami yang telah ciri dari duduknya.


"ayo kalau gitu kita pulang, aku udah nggak sabar ketemu sama keluarga kita,"ucap Lita Seraya merangkul lengan suaminya itu.


Mario yang mendengar itu, menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. dan sesaat kemudian, Mario terdiam memikirkan apa yang akan ia katakan nanti kepada ibu dan juga putrinya.


" ada apa, Mas?"tanya Lita yang menatap heran ke arah sama suami. karena dari tadi, laki-laki itu hanya diam.


"apa yang akan nanti aku katakan saat ibu dan Gracia bertanya?"tanya Mario Soraya menatap ke arah istrinya itu dengan tatapan sedih.


Lita yang melihat itu, juga ikut terdiam. karena dirinya pun, juga tidak tega jika harus membohongi orang-orang yang ia sayangi. karena itu pasti akan sangat menyakitkan jika kebenarannya terungkap suatu saat nanti.


"kita jujur saja lah Mas, lagi pula tidak baik juga berbohong. apalagi orang yang akan kita bohongi, adalah wanita yang berjasa terhadap hidup kita."ucap Lita dengan bijak.


Mario yang mendengar itu, seketika tersenyum. karena ternyata, istrinya ini sangatlah bijak.

__ADS_1


"memang kita harus berkata jujur. tapi, apakah kamu tidak apa-apa?"tanya Mario.


"maksudnya gimana?"tanya Lita yang memang tidak mengerti ucapan dari laki-laki itu.


Sejenak, laki-laki itu menghela nafas panjang. sebelum akhirnya, berbicara."jika aku berkata jujur, Ibu pasti akan langsung membencimu dan merasa tidak suka dengan menantunya itu."ujar Mario raya menggenggam tangan istrinya itu.


Lita yang mendengar itu, sejenak terdiam. namun sesaat kemudian, Lita tersenyum tipis. "tidak usah khawatir, jika orang itu menyayangiku dengan tulus, maka dia tidak akan melakukan hal itu."ucapnya dengan senyuman tipis.


*****


Sementara itu, terlihat seseorang berjalan memasuki kawasan rumah sakit itu dengan sesekali menggerutu kesal. karena Arya, baru saja diperintah oleh Cynthia untuk menebus obat. dan mau tidak mau, laki-laki itu harus menurutinya. demi sebuah misi yang sebentar lagi akan ia dapatkan.


Saat sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit, mata Arya seperti menangkap sesuatu yang sangat familiar di dalam penglihatannya.


Arya tidak akan pernah Menyia-nyiakan kesempatan kali ini. dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan wanita itu kembali.


"hai Lita, apa kabar?"tanya laki-laki itu Soraya tersenyum manis.


Membuat Lita yang ada di sebelah Mario, segera bersembunyi di belakang tubuh suaminya. sementara Mario, laki-laki itu segera melayangkan tatapan tajam ke arah Arya. namun laki-laki itu, tidak memperdulikannya sama sekali.


Laki-laki itu malah menatap Lita dengan tatapan penuh Damba dan penuh cinta.


"akhirnya, aku bisa menemukanmu sayang."ucap laki-laki itu seperti orang yang tidak waras.

__ADS_1


"dasar b******* kau!"teriak Mario dan persiap akan melayangkan bogeman ke wajah laki-laki itu.


Namun dengan segera, Lita menarik baju sang suami. hingga membuat Mario, menoleh ke arah sang istri. "tidak usah dipikirkan, aku tidak ingin suasana di sini berubah tegang,"ucap Lita Seraya membisikkan kata-kata yang menenangkan untuk Mario.


Sementara Arya, laki-laki itu malah tertawa dengan kegirangan karena menyaksikan sendiri, kelemahan dari Mario


"hai tuan, tolong kembalikan istriku!"ucapnya disertai kekehan kecil.


"dasar orang gila!"makinya di sertai mata yang menatap tajam ke arah Arya. dan tiba-tiba saja...


bugh


bugh


bugh


Mario sepertinya telah hilang kendali. sehingga laki-laki itu, melayangkan tiga bogeman yang mendarat mulus di wajah dan perut Arya.


"beraninya kau menculik istriku! dasar brengsek!"ucap Mario yang hendak melayangkan satu bogeman lagi ke arah Arya


Namum, hal itu segera ditahan oleh Lita. karena wanita itu, tidak ingin menimbulkan masalah di tempat umum seperti ini.


"sudahlah mas, lebih baik kita pergi saja dari sini. jangan pernah memperdulikan orang gila seperti ini!"ucap Lita Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah Arya. sementara laki-laki itu, hanya menatapnya dengan senyuman kecil.

__ADS_1


__ADS_2