(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Melabrak


__ADS_3

Kini, Lita sudah berada di depan sebuah rumah. yang sepertinya, dalam keadaan sepi. dan tak lama berselang, muncul seorang laki-laki dengan seragam putih dan celana hitam. siapa lagi, jika security di rumah itu.


" mau ketemu dengan siapa?" tanya laki-laki itu serayan menghampiri Lita yang tengah berdiri di balik pagar rumah itu.


Lita yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan dengan segera, langsung menghampiri petugas keamanan itu.


" saya ingin bertemu dengan seorang yang bernama Arya." ucapnya dengan nada yang sangat datar.


" Oh Pak Arya, beliau sudah berangkat kerja." ucap laki-laki itu Seraya menunjukkan ke arah rumah itu yang terlihat sangat kosong dan sepi.


Lita yang mendengar itu, seketika mengucapkan terima kasih dan langsung bergegas menuju ke arah mobilnya. dirinya harus segera berbicara dengan laki-laki itu. agar semuanya, dapat selesai dengan cepat.


Lita segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Karena, jarak rumah Arya dengan perusahaannya, hanya berkisaran 3,5 km. itu artinya, hanya dengan 5 menit atau bahkan kurang, wanita itu akan sampai di tempat kerja laki-laki itu.


Karena menurut Lita, ini harus segera diselesaikan agar tidak terlalu berlarut-larut. Karena Wanita itu takut, jika anaknya akan memiliki trauma. Tak Butuh waktu lama. karena akhirnya, Lita kini telah sampai di depan sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang tekstil.


" Maaf nyonya, ingin bertemu dengan siapa?" tanya laki-laki yang memakai seragam berwarna putih yang tak lain adalah security di tempat itu.


" Saya ingin bertemu dengan Pak Arya. Apakah beliau ada di dalam?" tanya Lita dengan menahan raut wajah kesalnya.


Karena menurutnya, laki-laki itu tidak pantas menerima julukan sebagai "beliau" karena kelakuannya yang sangat minus itu.


" Oh Pak Arya, Apa Anda sudah ada janji?" tanya laki-laki itu. dan sejenak, Lita terdiam memikirkan sesuatu hal.


Tak berselang lama, wanita itu menggelengkan kepala." Maaf Pak, saya belum ada janji. Tapi, Saya memang harus benar-benar bertemu dengan Pak Arya." desaknya.

__ADS_1


Security itu, menggelengkan kepala." Maaf nyonya, tapi sepertinya tidak bisa. ini harus ada janji dulu baru bisa bertemu dengan atasan kami." ucapnya dengan nada sopan.


Tak kehabisan akal, wanita cantik itu segera mencari alasan lain untuk bisa masuk ke dalam area gedung pencakar langit itu. Namun, lagi lagi usahanya gagal. dan akhirnya, Lita memutuskan untuk masuk ke dalam mobil.


" sial! ini pasti karena laki-laki itu sudah memperingatkan semua karyawannya! dasar banci!" Lita mengumpat berkali-kali.


Entahlah, Mengapa Lita menjadi sering mengumpat seperti ini. padahal dulu, dirinya adalah sosok wanita yang sangat lemah lembut dan juga tak pernah berkata kasar sedikitpun. Namun, semenjak kejadian itu, Lita menjadi sering berkata kasar dan mengumpat seperti ini.


Akhirnya, karena merasa kesal, Lita memutuskan untuk berdiam diri di dalam mobil. Kemudian, wanita itu menepuk keningnya sendiri. pernah melupakan sesuatu.


" Astagfirullah! kenapa aku jadi lupa," ucapnya Seraya mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya itu.


Wanita cantik itu, mendahil sebuah nomor yang tidak ada namanya. beruntung kita belum sempat menghapus kontak itu. sehingga, tak berselang lama, wanita itu segera menghubungi nomor yang diduga kuat, milik mantan suaminya itu namun sayangnya, belum ada jawaban dari seberang sana.


"untuk apa?" terdengar suara Arya yang tampak kebingungan. tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, memutar bola mata malas. Karena laki-laki ini, masih saja playing Victim dan bermuka dua.


" sudah, jangan banyak tanya. jangan membuat aku menjadi sedikit kesal." ucapnya Seraya menutup panggilan telepon itu dengan segera.


Lita segera menyandarkan kepalanya, di sandaran kursi di dalam mobilnya. dan dengan segera, memejamkan mata untuk meredakan emosi yang meluap-luap di dalam dadanya akibat ulah mantan suaminya itu.


Tak Butuh waktu lama, karena pada akhirnya, pintu kaca mobil milik Lita, diketuk dari arah luar oleh seseorang. tentu saja hal itu membuat Lita, yang awalnya terpejam, seketika membuka mata dan menoleh ke arah sumber suara.


Wanita cantik itu, menghela nafas panjang. Kemudian, dengan segera membuka pintu mobil itu. dan memberikan isyarat, untuk Arya masuk ke dalam mobil. dan setelah itu, Lita melajukan mobil itu entah ke mana.


Sepanjang perjalanan, kedua mata tajam Arya, tak henti-hentinya menatap ke arah wanita yang masih menempati Tahta tertinggi di dalam hatinya itu.

__ADS_1


" tidak usah curi-curi Pandang. Aku tidak akan pernah kembali termakan oleh rayuanmu itu." ucapnya sembari masih fokus terhadap jalanan.


Karena Wanita itu, merasa sangat yakin jika mantan suaminya itu masih mengharapkannya untuk kembali. Sehingga, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya itu. Termasuk, meneror anak kecil yang tidak tahu menahu tentang masalah mereka.


" apa maumu sebenarnya? Kenapa? kamu bisa setega ini pada anakmu sendiri? Apa yang kau inginkan?" ucap Lita Seraya melirik ke arah laki-laki Itu sekilas.


" Maksudnya apa Lita? Aku tidak mengerti apa maksudmu." ucapnya masih dengan sikap tidak mengertinya.


" dasar tukang playing Victim." hardiknya Seraya menatap tajam ke arah laki-laki itu." tidak usah pura-pura lagi. aku sudah tahu semuanya." ucapnya terdengar begitu menyeramkan.


" aku hanya ingin, bertemu dengan darah dagingku saja. Apa itu salah?" tanya Arya Seraya menatap Intens ke arah wanita yang masih ada di dalam hatinya itu.


"huh, darah daging? darah daging yang sengaja kau tinggalkan?" Sindir Lita Seraya menatap sinis ke arah laki-laki itu. hingga membuat Arya, seketika menundukkan kepala karena tidak bisa menjawab Tudingan yang dilontarkan oleh wanita itu.


" maaf." cicitnya. Namun, sama sekali itu tidak membuat Lita menjadi berubah pikiran. wanita itu, bahkan semakin membenci laki-laki yang ada di sampingnya kini.


" Sudahlah, lebih baik, kita sudahi saja perang dingin di antara kita ini." ucap Lita menghela nafas panjang.


Tentunya ucapan dari Lita itu, membuat mata Arya seketika berbinar-binar. Karena, laki-laki itu mengira, jika Lita akan memaafkannya dan kembali kepadanya.


" Apa kau sudah--" ucapan Arya menggantung di udara. saat dengan cepat, Lita memotong perkataan laki-laki itu.


" jangan senang hati dulu Tuan Arya Wiguna yang terhormat. Karena sampai kapanpun, Aku tidak akan pernah mau dan Sudi untuk menjadi bagian dari hidupmu lagi." ucapnya dengan nada dingin dan juga Ketus.


Tentu saja, wajah Arya yang tadi tampak berbinar-binar, seketika kembali murung saat mendengar ucapan dari wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2