
Setelah berbincang-bincang dengan Andri, Lita segera bergegas menuju ke rumah mbok Robiah. Karena, Wanita itu telah memutuskan untuk mengambil dan mengasuh anaknya kembali.
Toh memang, Gracia Adalah anaknya. dan sudah sepatutnya, bayi berusia 6 bulan itu, berada di dekapannya. Apapun Yang Terjadi. Namun, perlu diingat, jika kita memiliki gangguan mental yaitu adalah bipolar.
Andri memberikan solusi dan juga sedikit tips-tips untuk meminimalisir agar penyakitnya itu tidak kambuh lagi. Lita pun, juga sering mendatangi dokter terapi untuk mengembalikan emosinya.
Sebisa mungkin, wanita itu harus tetap menyenangkan hatinya. agar tetap menjaga kewarasan. dan tidak pernah kambuh.
" Lita, sebenarnya kau ingin ke mana sih?" tanya Bu Rahmi dengan ekspresi wajah yang begitu masam. dan juga nada yang sedikit geram.
Seperti seseorang yang tengah memendam rasa amarah yang sangat amat. Padahal, Lita sama sekali tidak pernah merasa berurusan dengan wanita paruh baya itu. Tapi, Mengapa sekarang wanita yang ada di hadapannya itu, terlihat sangat marah?
" Maaf Bu, Emangnya saya salah apa ya, kenapa ibu selalu ikut campur urusan saya?" akhirnya, keluar juga pertanyaan itu dari mulut Lita. Karena, wanita cantik itu merasa, bahwa tetangganya itu, sudah sangat keterlaluan.
Jika tidak segera ditindak, maka manusia-manusia seperti Bu Rahmi ini, akan semakin berserakan dan semakin bertambah. karena mereka berpikir, wanita seperti Lita itu adalah wanita lemah.
Padahal, diamnya seseorang bukan berarti dirinya takut. tapi lebih tepatnya, tidak peduli dan juga merasa bodo amat. Namun, jika seperti ini terus, maka mereka akan merasa di atas angin.
" kamu yang kenapa, Kenapa selalu pulang pergi pulang pergi? Jangan pernah kotori Desa ini, dengan tingkah lakumu yang buruk itu." ucap wanita paruh baya itu, dengan suara yang sangat menggelegar.
Tentu saja, hal itu membuat Lita yang mendengarnya, semakin merasa geram. dan dengan segera, wanita itu menatap tajam ke arah lagu Rachmi beberapa ibu-ibu yang telah mengerubunginya itu.
" tingkah laku saya yang mana Bu, saya berpergian itu ada urusan. dan Kalian tidak perlu tahu apa urusan saya." ucapnya Seraya mendorong kasar tubuh wanita Tambun itu.
__ADS_1
Lita memutuskan untuk memberanikan diri melawan warga-warga yang begitu julid kepadanya. dan Lita pun, sudah tidak memperdulikan. Apakah, orang-orang yang dia lawan itu, seumuran atau bahkan lebih tua. Karena yang Lita pikirkan, adalah tentang harga dirinya, yang selalu diinjak-injak oleh mereka yang tidak suka kepadanya.
" Lita Janganlah kurang ajar seperti itu pada Bu Rahmi." tegur salah Seorang warga yang memang berada di sana. dan ikut mengerubungi wanita cantik itu.
Lita yang mendengar itu, segera melayangkan tatapan tajamnya ke arah mereka." Kalau saya tidak diusik, Saya tidak akan pernah melakukan hal ini. tidak ada asap Kalau tidak ada api. dan lagi satu, semut jika diinjak aja langsung menggigit. apalagi ini manusia." ucapnya Seraya melangkahkan kaki untuk segera pergi dari sana.
Bisa-bisa, penyakit mentalnya itu akan kambuh Jika terus-menerus berhadapan dengan para tetangga julid itu. setelah sampai di gerbang komplek perumahan itu, Lita segera menghentikan sebuah tukang ojek yang kebetulan lewat di sana.
" mau ke mana Mbak?" tanya tukang ojek itu. Seraya menyerahkan salah satu helm yang bertengger di sepeda itu.
Namun, Lita tak pernah menjawab pertanyaan dari laki-laki tukang ojek. wanita cantik itu, langsung saja duduk di belakang si tukang ojek. dan dengan segera, memberikan sebuah kertas yang bertuliskan alamat kepada laki-laki itu.
Memang, Lita sudah mengantisipasi. bahwa pasti, si bapak-bapak tukang ojek itu, pasti akan bertanya kepada dirinya. Apalagi, setelah melihat pertengkaran kecil dengan tetangga sekitar.
tak berselang lama, motor matic itu, akhirnya berhenti di sebuah rumah yang masih sangat jadul. jika dibandingkan dengan rumah-rumah yang ada di kota ini. dan dengan segera, Lita turun dari atas motor itu.
" Terima kasih Pak." Lita segera menyerahkan Uang pecahan 50.000 sebanyak 1 lembar kepada tukang ojek itu.
" mbak Ini kebanyakan!" teriak tukang ojek itu saat menyadari bahwa uangnya memang kelebihan. dan mendapati, Lita yang sudah sedikit menjauh dari tukang ojek itu.
" buat masnya saja!" Lita balik berteriak. dan dengan segera, kembali melajukan langkahnya untuk memasuki sebuah pelataran Yang lumayan luas.
Tok tok tok
__ADS_1
Wanita cantik itu, segera mengetuk pintu rumah yang masih berdinding papan itu. berharap, Mbok Robiah masih berada di rumah. Karena Lita sempat mendengar, jika wanita paruh baya itu saat ini telah bekerja di tempat orang.
Tentu saja hal itu membuat Lita sedikit terusik. Karena bagaimanapun juga, ini terjadi karena dirinya. Coba saja, waktu itu dirinya sedikit menekan emosi dan egois yang ada di dalam dirinya. pasti semuanya tidak akan seperti ini. dan pastinya, Lita tidak akan pernah berpisah dengan Putri semata wayangnya.
Ceklek
Lita tersentak dari lamunannya, saat mendengar pintu dibuka dari dalam. dan seketika, senyumnya merekah. saat menyadari, siapa sosok dibalik pintu itu.
" Nyonya Lita, ada apa Nyonya kemari?" tanya wanita paruh baya itu dengan nada yang masih sedikit takut.
Lita yang mendengar ucapan dari mantan asisten rumah tangganya itu, seketika menemukan kepala. Karena Entah mengapa, wanita cantik itu merasa sangat sungkan untuk mengutarakan niatnya.
" nyonya, Apakah Nyonya baik-baik saja?" tanya wanita paruh baya itu sekali lagi. hanya ingin memastikan, Apakah Lita dalam keadaan baik-baik saja. Ataukah, masih terganggu mentalnya.
jika memang masih terganggu mentalnya, maka Mbok Robiah makan melakukan tindakan selanjutnya.
" Gracia di mana?" bukannya menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya itu, Lita justru balik bertanya. hingga membuat Mbok Robiah sedikit merasa ketakutan.
" Tenang Mbok, Saya hanya ingin bertemu dengan dia. dan berencana, akan mengambilnya. karena bagaimanapun, Gracia adalah tanggung jawab saya. dan sudah sepantasnya, saya merawat anak saya sendiri." ucapnya dengan nada yang sangat tenang.
Mendengar ucapan dari wanita yang ada di hadapannya itu, membuat Mbok Robiah seketika mundur beberapa langkah ke belakang.
"Nyony-a a-pakah anda serius?" tanya wanita paruh baya itu dengan nada yang sangat ketakutan. Padahal, bagaimanapun juga, Lita adalah ibu kandung dari Gracia. dan sudah sepantasnya jika anak itu, diasuh oleh ibunya sendiri.
__ADS_1
" tentu saja aku serius. Jadi, di mana anakku?" tanya Lita Soraya menatap sekilas ke arah wanita paruh baya itu.