
Setelah kejadian berapa hari yang lalu itu, membuat Lita menjadi sedikit waspada terhadap laki-laki yang tak lain adalah mantan suaminya itu. dengan berbagai alasan, Lita mencoba untuk menggagalkan rencana putrinya untuk bertemu dengan sang ayah.
"ayah sedang bekerja di luar kota sayang, dia tidak ada di rumah."begitulah ucapan yang dilontarkan oleh Lita untuk menenangkan putrinya. dan akhirnya, Lita dapat bernafas dengan lega karena gadis kecil itu mengangguk mengerti.
Bukan maksud Lita untuk memisahkan antara Ayah dan anak. Namun, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mereka bersama. karena ada hati lain yang harus dijaga dan diprioritaskan.
Lamunan Lita buyar, saat wanita cantik itu mendengar suara ketukan di luar pintu kamarnya.
"ibu, ibu di dalam?"tanya Gracia Seraya mengetuk pintu kamar ibunya.
Membuat cerita dengan segera, berjalan menghampiri sumber suara dan membukakan pintu untuk Putri kecilnya itu.
"iya sayang, kenapa?"tanya Lita pada Putri kecilnya itu suaranya berjongkok di hadapan gadis itu.
"Ayah kenapa belum pernah datang kemari lagi?"tanya gadis kecil itu dengan suara yang sangat polos.
membuat Lita yang mendengar hal itu, sesaat menghela nafas panjang. begitu dalamkah perasaan di antara mereka? sehingga tidak bisa dipisahkan sedikitpun? Padahal, baru saja tadi malam Lita memberitahukan jika ayahnya masih berada di luar negeri.
__ADS_1
Tapi lihatlah sekarang, gadis kecil ini masih kembali merengek untuk bertemu dengan Ayah kandungnya. apakah ini pertanda, jika Lita harus menerima permintaan Arya untuk kembali, tapi ini konyol namanya. memperjuangkan hak hati dan hidupnya, tapi harus mengorbankan hak dan hati wanita lain. dan Lita tidak ingin menjadi wanita yang egois. terlebih lagi, dirinya juga masih mencintai laki-laki itu.
Lita juga merasa sangat kebingungan dengan perasaannya ini. padahal wanita cantik itu, bekerja mati-matian dan semaksimal mungkin untuk mengubur perasaan yang tidak semestinya itu, secara dalam dalam.
Berharap akan pergi dan menghilang sejauh mungkin. dan tak akan pernah kembali lagi. namun, semakin mencoba untuk membenci dan menghindar, semakin tumbuh subur pula perasaan itu.
"sayang, kan ibu sudah bilang, kalau Ayah masih berada di luar negeri sayang, kita tunggu saja ya,"ucap wanita cantik itu Seraya mengusap kepala putrinya dengan sayang.
Tentunya, Gracia yang mendengar ucapan dari ibunya, memancungkan bibir. hingga membuat gadis itu, tampak menggemaskan. dan hal itu dimanfaatkan oleh Lita untuk manoel bibir mungil itu.
Berharap, jika putrinya akan segera kembali ceria dengan tawaran sederhana dari sang ibu itu. dan seketika, Lita dapat bernafas dengan lega saat senyum gadis kecil itu, perlahan-lahan mulai tumbuh dan mengembang.
Dengan antusias, Gracia menarik tangan ibunya untuk segera keluar dari dalam rumah dan menuju ke tempat Indomaret yang tidak jauh dari sana.
"ibu cepetan!"serunya Seraya menarik tangan Lita untuk berjalan lebih cepat.
Lita yang mendengar itu, seketika tersenyum simpul. ternyata, membuat mood anaknya kembali lagi itu, adalah perkara yang sangat mudah.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka berdua sampai juga di Depan minimarket. dan dengan segera, Gracia masuk ke dalam minimarket itu terlebih dahulu.
Sementara Lita yang melihat itu, menggelengkan kepala Seraya tersenyum kecil. "dasar anak-anak,"
"Lita tunggu!"tiba-tiba saja, saat wanita cantik itu hendak melangkah untuk menghampiri putrinya, terdengar suara yang memanggilnya dari arah belakang.
Membuat Lita seketika menoleh. kemudian dengan cepat, menarik tangan laki-laki itu. "mau apa kau di sini? jangan membuat harapan palsu untuk putriku!"ucapnya dengan tatapan tajam.
"aku ingin bertemu dengan putriku,"ucap Arya dengan tatapan sendunya.
"tapi aku tidak mau, jika istrimu datang dan melabrakku. lebih baik, kau pergi saja dari dari sini,"usirnya secara terang-terangan.
"tapi Lita,--"belum sempat Arya untuk mengatakan sesuatu, Lita sudah terlebih dahulu pergi dari hadapannya.
Membuat Arya, merasa sedikit frustasi. namun laki-laki tampan itu pantang untuk menyerah. dan dengan segera, Arya berjalan mengikuti mantan istrinya itu.
Tentu saja itu membuat Lita merasa sedikit geram. dan dengan segera, wanita cantik itu selalu menghindar jika berpapasan atau tidak sengaja melihat dengan keberadaan mantan suaminya itu.
__ADS_1