
Berapa saat setelah kepergian Cynthia dan Arya, Mario dan Lita masih sama-sama terdiam di tempatnya. karena mereka, merasa begitu aneh dengan undangan pesta yang berada di tangannya saat ini.
Apalagi Lita, wanita cantik itu merasa sangat janggal dengan perilaku yang ditunjukkan oleh Cynthia. bukankah wanita glamour itu sangat membenci Lita, lalu kenapa wanita itu memberikan undangan kepadanya, ini sungguh tidak masuk akal!
"kenapa wajahmu tegang seperti itu?"tanya Mario yang merasa heran dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh wanita yang ada di sebelahnya itu.
"tidak ada apa-apa, aku hanya merasa aneh saja bukankah dia sangat membenciku? lalu kenapa ada undangan seperti ini?"Lita bertanya Seraya menatap ke arah Mario.
Mario yang mendengar itu juga ikut berpikir dengan sangat keras. "sebaiknya, kamu jangan pergi"ujar Mario tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
"memangnya kenapa?"tanya Lita yang merasa penasaran. walaupun wanita cantik itu seperti tahu apa yang akan dikatakan oleh calon suaminya itu.
"dia pasti memiliki rencana buruk di balik ini semua,"ujarnya Seraya menatap Lita dengan tatapan yang sangat serius.
Sementara Lita yang mendengar itu, menganggukkan kepala. Pertanda, bahwa wanita cantik itu setuju dengan ucapan yang dilontarkan oleh Mario.
"aku juga setuju dengan apa yang kamu katakan. tidak mungkin seseorang yang awalnya membenci, menjadi berbaik hati seperti ini. pasti ada satu alasan kuat kenapa dia melakukan hal itu,"ujar Lita Seraya tersenyum tipis.
Mario yang mendengarnya seketika menyentuh wajah dari wanita itu. "ternyata kamu sekarang sudah lebih pintar, ya?"ujar laki-laki itu yang awalnya hanya ingin menggoda calon istrinya.
__ADS_1
Namun reaksi yang ditunjukkan oleh Lita sungguh di luar dugaan. karena wajah wanita itu, seketika berubah menjadi merah padam dan juga murung. pertanda jika ucapan Mario, sedikit menyentil ulu hati dari Lita.
"hei aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk berkata yang tidak tidak padamu,"ujar Mario Seraya mencoba menenangkan calon istrinya itu.
"aku memang bodoh, selama ini hanya diam saja saat direndahkan ataupun dilakukan hal yang buruk,"ujarnya Seraya menghela nafas panjang. "tapi sekarang, aku sudah sadar dan tidak ingin lagi terjebak dalam situasi seperti itu."ucapnya Seraya menatap ke arah Mario dengan tatapannya sangat tegas.
Membuat Mario yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis. "setelah kita menikah, aku berjanji akan melindungimu dan juga Gracia."ucapnya Seraya menarik tangan Lita. hingga wanita itu, jatuh ke dalam pelukan sang calon suami.
Mario mengangkat dagu calon istrinya. hingga membuat mata mereka, seketika saling bertemu. dan tak berselang lama, mereka sama-sama tersenyum. Mata Lita seketika terpejam saat melihat pergerakan dari Mario.
Sementara laki-laki itu sendiri, semakin lama semakin mendekatkan wajahnya kepada wajah Lita. hingga jarak diantara mereka, hampir saja tidak ada. namun Mario segera melepaskan, saat terdengar langkah kaki dari dalam rumah Lita.
"euumm, maaf Mbok mengganggu ya?"tanya wanita itu dengan raut wajah yang juga ikut memerah.
"tidak apa-apa, memangnya ada apa Mbok?"tanya Lita yang telah menarik diri dari sang calon suami.
"Gracia memanggilmu."ujar Mbok Robiah Seraya menetap ke arah kamar. tanpa basa-basi, pelita dan Mario segera masuk ke dalam kamar itu untuk menemui bocah kecil itu.
******
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki tengah mengeram kesal. beberapa kali, tampak laki-laki itu memukul benda-benda yang ada di sekitarnya.
"sial, ini tidak boleh terjadi! dia hanya milikku dan tidak boleh dimiliki oleh orang lain!"ujar Arya Seraya menatap tajam ke arah depan sana.
Setelah mengantarkan Cynthia memberikan undangan kepada Lita, Arya langsung bergegas ke tempat yang biasanya ia kunjungi saat hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"aku harus mencegah semua ini!"ucapnya yang akan berusaha menahan agar pernikahan itu tidak terjadi.
Drrrttt,...
Arya segera melirik saat melihat ponselnya menyala. Pertanda, ada panggilan masuk di dalamnya. dengan perasaan malas, laki-laki itu mengangkatnya.
"halo sayang,"ucap Arya dengan raut wajah yang sangat muak. karena harus bersandiwara seperti ini.
"hai laki-laki, kau sekarang ada di mana? segeralah pulang karena aku membutuhkanmu!"
Tut
Setelah mengatakan hal itu, ponsel segera ditutup secara sepihak dari seberang sana. hal itu membuat Arya, merasa sangat kesal.
__ADS_1
"awas aja ya nanti, setelah aku mendapatkan semuanya, aku akan benar-benar membuangmu!"ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.