(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Kebingungan


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya seorang dokter datang menghampirinya. tentu saja hal itu membuat Mario, langsung berdiri dan menghampiri dokter laki-laki itu.


"bagaimana keadaan istri saya, dok?"tanya Mario dengan raut wajah yang sangat cemas.


Sementara dokter laki-laki itu, sejenak terdiam. sepertinya, laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya itu ragu untuk mengatakan sesuatu kepada Mario.


"Dok, tidak usah takut. saya tidak akan melukai dokter jika kondisi istri saya ternyata tidak baik-baik saja."ucap Mario yang seakan tahu apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu.


"istri anda mengalami guncangan yang cukup kuat akibat insiden yang dialami."ucap dokter itu dengan perlahan-lahan. dokter itu juga menambahkan, untuk saat ini Lita tidak boleh dipertemukan dengan orang banyak. karena emosinya, masih belum stabil.


Tentu saja hal itu membuat Mario merasa bingung. karena nanti setelah istrinya itu sadar, Mario berencana akan segera membawanya pulang dan bertemu dengan orang tua dan juga putrinya. Namun, jika keadaan seperti ini, maka keinginan itu harus ditunda terlebih dahulu.


"tapi istri saya tidak apa-apa kan dok?"tanya Mario untuk memastikan keadaan istrinya sekali lagi.


"secara fisik sih, pasien tidak mengalami hal yang serius. tapi secara psikis, pasien mengalami trauma yang bisa dikatakan sangat kuat."


"lalu, apa yang saya harus lakukan?"tanya Mario Seraya menatap ke arah dokter itu.


"yang Anda dapat lakukan saat ini, adalah mengajaknya berinteraksi terus-menerus. hingga membuat pasien, dapat merasa aman."ucap dokter itu menjelaskan.


Mario menganggukkan kepala. setelahnya, meminta pada dokter itu untuk memindahkan istrinya ke ruang rawat VVIP yang terbaik di kota itu.

__ADS_1


Kini, Lita telah di pindahkan ke ruang rawat sesuai dengan keinginan Mario. laki-laki tampan itu duduk di sebelah wanita itu dengan tangan saling bertautan.


"kamu harus kuat sayang, ini semua demi aku dan juga Gracia,"laki-laki itu berbisik di telinga sang istri. walaupun Mario tahu, jika Lita tidak akan mendengar ucapannya.


drrrttt! drrrttt


Lamunan dan fokus Mario seketika buyar, saat mendengar suara nyaring dari dalam ponselnya. dengan segera, laki-laki itu merogoh sakunya untuk melihat siapa yang menelpon.a


"aku harus berkata apa ini?"tanya Mario pada dirinya sendiri karena ternyata yang menelpon adalah sang ibu. kebingungan mulai melanda laki-laki itu. karena, ibunya itu adalah tipe orang yang sangat panik jika mendengar sesuatu hal yang buruk.@


Sementara dokter itu mengatakan, bahwa Lita tidak boleh diganggu terlebih dahulu. agar psikis wanita itu, kembali normal seperti biasanya.


"halo Mah,"sapa Mario dengan nada berhati-hati.


"halo Mario kamu ini ada di mana?"benar apa dugaannya. wanita paruh baya itu pasti akan langsung menanyakan beberapa pertanyaan secara langsung.


"aku sedang mencari Lita Mah,"akhirnya Setelah sekian lama, Mario berbohong kepada sang ibu.


"baiklah kalau begitu, tapi ingat jaga kesehatan kamu."ujar sang Ibu dari seberang sana.


Akhirnya Mario dapat bernafas dengan lega. setelah sambungan telepon itu berakhir.

__ADS_1


"maafkan aku, Bu!"kumannya Seraya mendesah pelan karena pertama kalinya berbohong kepada orang tua.


*****


Sementara itu di lain tempat, terlihat Arya keluar dari dalam rumah Sintia dengan wajah merah padam karena menahan kesal terhadap wanita glamor itu.


"dasar wanita sialan! berani-beraninya dia memerintah aku seperti itu,"ucap Arya Seraya mengeram kesal. laki-laki itu merasa bahwa harga dirinya sebagai seorang suami diinjak-injak oleh wanita itu.


"apa saja kalau aku sudah mendapatkan semuanya, pasti kau akan menunggu buang."ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat kuat.


"aku tidak memiliki waktu lebih, aku harus menemui wanita pujaanku,"gumam Arya Seraya masuk ke dalam mobil yang memang telah terparkir di sana.


Dengan segera, laki-laki pengecut itu segera menjalankan mobilnya untuk meninggalkan tempat itu.


****


"sialan! ke mana dia pergi?!"tanya Arya Seraya menendang semua barang yang ada di dalam sana. karena saat dirinya masuk ke dalam bangunan itu, Arya tidak menemukan keberadaan wanita kesayangannya itu.


"Di mana dia berada? apa jangan-jangan dirinya sudah sadarkan diri? kalau memang benar, pasti wanita itu belum jauh dari tempat ini." setelah berkata demikian, Arya segera kembali masuk ke dalam mobil.


dirinya bertekad akan mencari keberadaan wanita itu sampai dapat. karena sampai kapanpun, Arya tidak akan pernah rela jika Lita menjadi milik orang lain. karena wanita itu, hanya akan menjadi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2