
Beberapa hari setelah kejadian itu, Lita semakin menghindari Arya. karena wanita cantik itu tidak ingin, putrinya semakin ketergantungan dengan mantan suaminya.
Lita ingin mencoba menjadi wanita yang kuat yang berdiri di atas kaki sendiri. apalagi saat ini, toko kue miliknya semakin hari semakin ramai. dan itu membuat Lita semakin yakin, jika dirinya bisa hidup tanpa bantuan dan bayang-bayang dari mantan suaminya.
"sayang, nanti pulang sama mbok Robiah yah, itu masih ada urusan di toko kue,"ucap Lita Seraya menghampiri putrinya yang masih berkutat dengan buku pelajaran di meja belajarnya.
" iya Bu, nggak papa kok,"ucap Gracia tersenyum tipis.
Dengan segera, Lita mengantarkan putrinya seperti biasa. dan setelah itu, segera menuju ke toko kue miliknya.
Saat sampai di depan toko kue miliknya, Lita merasa sangat terkejut. karena di depan sana, terdapat Arya dan juga istrinya yang tengah memandangnya dengan tatapan yang berbeda.
Susah payah, Lita mencoba untuk menelan salivanya. saat melihat tatapan membunuh dari Cynthia.
Namun dengan segera, Lita mencoba menepis perasaan takut yang menyeruak masuk ke dalam hatinya.
"maaf mbak Cynthia kenapa ya?"tanya Lita dengan hati-hati dan juga langkah sedikit memelan. karena wanita cantik itu takut, jika Cynthia akan berbuat lebih kepadanya.
plak
__ADS_1
Bener apa dugaannya. Cynthia dengan segera langsung menampar Lita dengan sangat keras. hingga membuat wanita cantik itu, seketika tertulis dengan keras ke arah samping.
"sejak kapan kau jadi pelakor? hmm,"tanya Cynthia Seraya mencengkeram dagu Lita.
Hingga membuat Lita seketika Maranggi kesakitan. kemudian pandangannya, menatap Arya yang hanya bisa terdiam di tempatnya. tanpa, melakukan sesuatu.
Tentu saja, hal itu membuat Lita merasa sangat geram. karena pelaku sebenarnya dalam masalah ini adalah laki-laki itu.
Dengan gerakan kasar, Lita menepis tangan Cynthia yang masih mencengkram keras dagunya. kemudian melayangkan tatapan tajam kepada dua orang yang ada di hadapannya itu.
"jika kau ingin menyalahkan seseorang, maka yang patut disalahkan itu adalah suamimu karena dia yang menjebakku untuk menikah dengannya." ucap Lita dengan raut wajah garangnya.
Tentunya, ucapan dari Cynthia itu, membuat Lita seketika tertawa sumbang." hahaha sepertinya, anda tidak mengenal suami anda sendiri nona Chintya yang terhormat,"ucapnya Seraya menepuk pundak wanita itu.
"saran saya, daripada Anda melabrak wanita lain atau orang lain, lebih baik anda introgasi dulu suami Anda sendiri,"ujarnya Seraya berlalu pergi dari sana.
Lita segera masuk ke dalam toko tanpa memperdulikan dua manusia yang masih mematung di tempatnya itu. hatinya terasa sangat sakit mendapati kenyataan ini.
Bukan karena kenyataan dilabrak oleh istri dari mantan suaminya, namun sakit karena orang yang dianggapnya pahlawan dan berjanji akan melindunginya, malah terdiam seribu bahasa. dasar laki-laki pengecut! pikir Lita dengan amarah yang meluap-luap.
__ADS_1
"sampai kapanpun, aku tidak akan pernah kembali kepadamu Arya!,"ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Lita masih tidak menyangka, jika dirinya akan ketahuan seperti ini. Apalagi, ketahuan saat dirinya dan Arya sudah tidak memiliki hubungan apapun.
Nb : mampir ya kak di karya memukau ini
blurb :10.
PENGASUH IDAMAN
(Tietik)
Menjadi seorang pengasuh bukanlah mimpi seorang gadis bernama Fina. Apalagi anak yang diasuhnya memiliki tingkah yang berbeda dari anak yang lain. Kesabaran dan ketelatenan Fina dalam merawat anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Elza itu, ternyata mampu membuat Benny yang tak lain adalah ayah dari Elza tertarik kepadanya.
Mungkinkah mereka berdua bisa bersatu untuk mengarungi bahtera pernikahan? Atau justru Fina memiliki perasaan kepada pria lain? Lalu bagaimana peran Elza dalam hal ini?
🌹"Jika kamu menolaknya maka hanya ada satu hati yang terluka, tetapi jika kamu menerimanya maka ada dua hati yang terluka, yaitu aku dan anakku." ~Benny Candra Suherman~🌹
__ADS_1