(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Jqngan Pernah Ganggu Aku


__ADS_3

Lita dan Gracia, Akhirnya sampai di depan rumah mereka. dan seperti biasa, para tetangga julid itu masih menatap mereka dengan tatapan menghina. Terkadang, Lita ingin sekali mendamprat mulut para orang-orang yang selalu memusuhinya tanpa tahu letak kesalahannya.


Namun, Lita masih ingat jika orang-orang itu adalah para orang tua. jadi akan sangat berdosa, jika Lita melawan mereka.


" Ibu kenapa nggak ngelawan Mereka aja sih? mereka itu sudah keterlaluan Bu." ucap Gracia dengan raut wajah kesal.


Tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, merasa begitu terkejut. karena ternyata, Putri kecilnya itu, sudah berpikir sedemikian jauh. Seperti bukan pemikiran seorang anak kecil.


" sayang, kenapa kamu bisa bicara begitu? nggak baik nak!" tegur Lita dengan raut wajah tidak suka.


Walaupun Lita sangat geram terhadap para tetangganya itu, namun dirinya juga tidak ingin jika anaknya ikut-ikutan dalam masalah yang belum tentu dirinya pahami. Karena, seburuk-buruknya mereka, Lita tetap ingin, Gracia menghormati mereka. layaknya seorang anak menghormati orang tuanya.


Gracia yang melihat ekspresi wajah ibunya, seketika menundukkan kepala. karena gadis kecil itu, merasa sangat ketakutan. dengan ekspresi wajah ibunya yang terlihat sangat marah.


" Maaf Bu,," cicitnya. masih dengan kepala yang tertunduk.


Lita yang menyadari kesalahannya, segera menghampiri dan memeluk bocah kecil itu." maafkan Ibu ya nak. Ibu nggak sengaja membentak kamu. Sekarang, kamu masuk ke kamar. karena Ibu mau balik lagi ke toko." ucap Lita Seraya mengusap kepala gadis itu.


Gracia yang mendengar penuturan ibunya itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, melangkahkan kakinya dengan gerakan gontai, menuju ke dalam kamar pribadi gadis itu.


Lita yang memandangi tubuh anaknya, merasa begitu sedih. karena baru pertama kali ini, wanita cantik itu, memarahi Putri semata wayangnya. walaupun dilakukan secara tidak sengaja, tetap saja wanita itu merasa sangat bersalah.


" Astagfirullah! Emosi gara-gara Mas Arya." ucapnya Seraya menghela nafas panjang. Memang, saat pulang dari pertemuannya dengan Arya, pikiran Lita selalu dipenuhi dengan kata-kata yang dilontarkan oleh laki-laki itu.

__ADS_1


Hingga membuat, Lita tak sengaja membentak putrinya sendiri." ini semua gara-gara kamu Mas." Rita segera beranjak dari duduknya.


Kemudian, dirinya keluar dari rumah dengan menutup pintu rumah itu. Karena di dalam rumah itu, putrinya hanya seorang diri. takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Walaupun, sebentar lagi, pengasuh gadis itu akan datang ke rumah untuk mengurusi semua keperluan Gracia.


***


Brugh


Tepat di saat Lita menutup pintu, wanita cantik itu tak sengaja menyenggol sebuah kardus yang begitu besar. hingga membuatnya, hampir saja terhuyung ke depan.


" Astagfirullah! Untung saja tidak jatuh." gumamnya Seraya mengusap dada. karena, jantungnya berdetak lebih kencang akibat rasa terkejut yang menghampiri dirinya.


" Lita!" tepat di saat Lita ingin melangkahkan kakinya menjauh dari rumah itu, Indra pendengarannya seperti menangkap sebuah suara yang begitu familiar baginya.


Wanita cantik itu, perlahan menoleh untuk memastikan, Siapa orang yang memanggilnya. Seketika itu pula, tubuhnya terasa membeku. Saat mendapati laki-laki itu berada di hadapannya.


Namun, laki-laki itu, sama sekali tidak menggubris pertanyaan dari si wanita paling julit itu. Pandangannya, kini kembali fokus menata Lita dengan Tatapan yang sangat intens. hingga membuat wanita itu, sedikit tidak nyaman. dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh mantan suaminya itu.


Dengan segera, wanita cantik itu membuka pintu rumahnya dan menarik tangan Arya. hingga kini, mereka berdua, telah berada di dalam rumah. Kemudian, Lita kembali melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu.


" stop Mas! Sudah berapa kali aku bilang, Jangan pernah ganggu aku lagi. aku nggak mau, dicap sebagai wanita yang tidak baik.!" ucap Lita dengan nada penuh emosi. dan Wajah Merah padam karena menahan amarah.


" Maaf Lita, tapi aku tidak bermaksud untuk mengganggumu kembali. aku hanya ingin, diberikan kesempatan untuk bertemu dengan anak kita." ucap Arya dengan nada yang sangat enteng. Seperti, tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka.

__ADS_1


Plak


Satu tamparan keras, mendarat mulus di wajah laki-laki Tampan itu. hingga membuatnya, seketika Terhempas dengan kuat ke arah samping.


" kamu bilang apa Mas, baru saja kamu bilang apa? kamu ingin bertemu dengan anakku? Bahkan dari pertama dia lahir ke dunia saja, kamu tidak pernah memperlakukannya dengan baik. lalu apa maksudmu dengan perkata begitu? tanya Lita dengan Tatapan yang sangat tajam.


Tidak ada lagi raut wajah kesedihan. tidak ada lagi, air mata yang membasahi pipinya. yang ada saat ini, hanyalah tatapan penuh dengan kebencian. Cukup! cukup sudah Lita menangisi dan meratapi semuanya selama 5 tahun. dan sekarang, air mata itu tidak akan pernah jatuh lagi.


" Maafkan aku Lita! Aku benar-benar menyesal!" ucapnya penuh dengan penekanan. dengan raut wajah yang sangat menyesal.


Lita sama sekali tidak bergeming. dengan wajah dan tatapan datar menatap ke arah mantan suaminya itu." Pergilah Mas, aku sudah bahagia dengan anakku!" ucapnya penuh dengan penekanan.


Arya yang mendengar itu, menggeleng-gelengkan kepalanya." tidak Lita, bagaimanapun juga Gracia adalah putriku. dan aku berhak atas dia." ucapnya dengan raut wajah tanpa dosa.


Sekuat tenaga, Lita menahan amarah. wanita cantik itu, ingin sekali mencabik-cabik wajah tak tahu diri milik Arya itu. dirinya juga merasa bingung. Kenapa bisa jatuh ke dalam Pesona laki-laki tak tahu diri seperti Arya ini.


" apa Mas? kamu baru saja berkata apa? Hak, hak apa yang kamu peroleh? sementara, melakukan kewajiban saja kamu tidak pernah?!" tanya Lita dengan raut wajah yang sangat muak.


Arya tak lagi menjawab pertanyaan dari wanita yang ada di hadapannya itu. karena memang, Apa yang dikatakan oleh Lita itu semuanya adalah benar.


" sekarang, Pergilah! aku tidak ingin, akan bertambah masalah jika aku bertemu denganmu!" ujarnya penuh dengan nada yang sangat dingin.


Akhirnya, mau tidak mau, Suka tidak suka, Arya segera keluar dari rumah itu. Namun, sebelum laki-laki itu keluar dari rumah Lita, dirinya sempat menoleh dan menatap ke arah wanita itu barang sebentar.

__ADS_1


" ingat Lita, kau akan tetap menjadi milikku. mau Sekarang atau nanti, ataupun selamanya Kau tidak akan pernah bisa kabur dariku!" ucapnya dengan senyuman penuh misteri.


" dasar gila!" Makinya. Saat laki-laki itu, telah keluar dari rumahnya. Kemudian, dengan segera wanita itu juga ikut keluar dari rumah. karena memang, sepertinya toko kue miliknya, sudah dipenuhi pelanggan.


__ADS_2