(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Seperti Orang Gila


__ADS_3

Setelah selesai mengamati orang-orang yang dia sayangi dengan tatapan membunuh, Arya si laki-laki pengecut, segera melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil yang memang terparkir jauh dari tempat itu.


"aku harus memulai aksiku,"gumam laki-laki itu Seraya menatap ke arah kedua wanita yang masih berada di dalam hatinya itu. " tapi dari mana dulu?"tanya Arya pada dirinya sendiri.


Setelah lama mereka terdiam, akhirnya laki-laki tampan itu tersenyum penuh arti. saat otak kecilnya itu, menemukan sesuatu yang menarik untuk dijadikan jebakan.


"aku tahu harus apa,"gumam laki-laki itu Seraya melajukan kendaraannya untuk segera menjauh dari tempat itu.


Sementara di tempat itu, Gracia tampak terdiam karena gadis kecil itu, seperti melihat seseorang yang ia kenal.


"apa benar itu Ayah?"tanya gadis kecil itu pada dirinya sendiri.


"kenapa nak?"tanya Lita. saat wanita cantik itu melihat reaksi putrinya yang seperti orang yang sedang melamun.


"ah tidak apa-apa Bu,"gumam gadis kecil itu Seraya menarik tangan sang ibu untuk masuk ke dalam rumah.


Walaupun, usia gadis itu masih 5 tahun setengah, tetapi pemikiran gadis kecil itu sudah seperti orang dewasa. Entahlah, Lita juga tidak mengerti mengapa keadaan ini bisa terjadi dan menimpa Putri semata wayangnya itu. Padahal, wanita itu merasa tidak ada yang aneh dengan Putri kecilnya itu.


"kamu mau makan apa? biar ibu masak makanan kesukaan kamu,"ucap Lita mencoba untuk mengusir pikiran-pikiran negatifnya terhadap Putri semata wayangnya itu.


"pancake sama jus melon."seketika itu pulah, raut wajah dari gadis kecil itu segera berubah. tentu saja, hal itu membuat Lita tersenyum senang. karena anaknya dapat ceria kembali.

__ADS_1


Dengan segera, Lita masuk ke dalam ruangan dapur untuk membuatkan makanan yang dipesan oleh Putri kesayangannya itu.


"kenapa akhir-akhir ini Gracia kembali seperti dulu?"gambar wanita cantik itu pada dirinya sendiri. Seraya sesekali, tangannya mulai meracik bumbu-bumbu untuk membuatkan pancake kesukaan gadis itu.


"jangan suka melamun,"ucap seseorang Seraya menepuk pundaknya dari arah belakang.


Tentu saja, hal itu membuat Lita seketika menoleh ke arah sumber suara. "eh mbok Robiah ngagetin aja,"ucap wanita itu Seraya mengusap dadanya karena merasa sedikit terkejut.


"kamu kenapa sih? ada yang mengganjal di pikiranmu?"tanya wanita itu mencoba untuk mencari informasi dari wanita yang telah dianggap sebagai putrinya sendiri itu.


Terlihat, Lita menghela nafasnya dengan panjang. sebelum akhirnya, mengutarakan isi hatinya.


Sedangkan Mbok Robiah, wanita paruh baya itu mencoba menjadi pendengar yang baik tanpa menegur atau membenarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita itu.


Lita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memasak bersama.


*****


Sementara itu, di tempat lain, terlihat seseorang tengah menghadang laju kendaraan Mario.


"turun kau sialan!"teriak Arya saraya menggebrak kaca mobil milik Mario. tentu saja hal itu membuat Mario yang berada di dalam mobil, seketika berdecak sebal.

__ADS_1


"Ck, siapa dia?"tanya Mario pada dirinya sendiri. karena memang, laki-laki di hadapannya saat ini, memakai helm. sehingga tidak menampakkan wajahnya sama sekali.


"mau apa kau?!"tanya Mario yang baru saja turun dari dalam mobil.


"segera tinggalkan Lita. karena dia masihlah milikku!"ucap Arya penuh dengan penekanan.


Tentu saja, hal itu membuat Mario yang mendengarnya, merasa tergelitik hingga membuat laki-laki itu seketika tertawa terbahak-bahak. yang membuat Arya yang melihat itu, merasa terheran-heran.


"orang gila macam apa yang mengakui barang yang telah ia buang sebagai miliknya?"tanya Mario Soraya tersenyum miring.


Tentu saja, hal itu membuat Arya yang mendengarnya, menatapnya dengan tatapan tajam.


"hei, jaga ya bicaramu!"teriak Arya seperti orang tidak waras karena mengabaikan beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.


"bukankah kamu memang telah membuang Lita? lalu sekarang kau marah karena aku mengambilnya dan membahagiakannya, begitu?"tanya Mario yang masih menatapnya dengan senyuman miring.


Tentu saja, hal itu membuat Arya yang mendengarnya semakin murka dan juga marah-marah tidak jelas.


"dasar orang gila!" gumam Mario Seraya kembali masuk ke dalam mobilnya. dan kembali melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke tempat yang ia tuju.


"hei mau ke mana kau?!"tanya Arya masih meneriaki Mario yang telah melajukan kendaraannya dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"sial aku harus melakukan sesuatu!"rumahnya jangan ikut masuk ke dalam mobil miliknya. entahlah, mengapa Arya dapat berbuat seperti itu berteriak seperti orang gila.


__ADS_2