(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Mengerikan


__ADS_3

Tak berapa lama, Arya dan juga Cynthia telah sampai di depan rumah Lita. dan tanpa pikir panjang lagi, wanita glamour itu segera menggedor pintu rumah sederhana itu.


"hei pelakor, keluar kau!"teriak Cynthia penuh dengan kemarahan. hingga membuat para tetangga, seketika berhamburan keluar karena mendengar suara bising dari seseorang.


"Maaf, Nyonya cari siapa?"tanya seorang ibu-ibu yang tak lain adalah Bu Rahmi.


Cynthia yang mendengar pertanyaan itu, segera menoleh ke arah sumber suara dengan tatapannya sangat mengerikan.


"saya mencari Lita, di mana wanita itu?"tanya Cynthia dengan raut wajah yang sangat menakutkan.


"Lita baru saja pindah ke kota Surabaya!"ujar Bu Rahmi dengan penuh semangat.


"sialan kau!"maki wanita glamour itu. membuat Bu Rahmi yang mendengarnya, seketika melangkah mundur.


"Maaf nyonya, tapi saya memberikan informasi yang benar kok,"ujar wanita bertusuk konde itu dengan raut wajah kebingungan.


Namun, Cynthia sama sekali tidak menggubris pertanyaan itu. wanita glamor itu segera melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil yang masih terparkir di depan rumah Lita.


"rupanya, ku ingin melarikan diri wanita sialan, heh kita lihat saja nanti,"ujar wanita glamor itu dengan raut wajah yang sangat mengerikan.


Sementara Arya, laki-laki tampan itu sedari tadi hanya diam. karena dia baru saja melihat hal yang sangat mengerikan yang ternyata dimiliki oleh wanita yang saat ini menjadi istrinya.

__ADS_1


Tangan Arya diam-diam mengetikkan sesuatu terhadap benda pipih dan pintar yang terletak di bawah kursi.


"maafkan aku Lita, tapi aku juga tidak bisa melakukan suatu hal padamu dan juga anak kita,"ujar laki-laki itu dalam hati.


"Mas, ngapain masih Di sini? ayo kita ke Surabaya. aku harus bisa mendapatkan wanita itu dan memenjarakannya!"ujar Cynthia berapi-api.


"sudahlah sayang, lagi pula kecelakaan yang kau alami itu, adalah ulah dirimu sendiri. tidak ada seorang anak pun, yang menginginkan ibunya dihina."ujar Arya mencoba untuk menasehati istrinya itu.


Namun Sintia malah melayangkan tatapan tajam pada laki-laki tampan itu. "sudah jangan pernah menasehatiku, segera kau jalankan saja mobil ini."ujarnya dengan nada angkuh dan juga dingin.


Membuat area yang mendengarnya, hanya dapat menghela nafas dengan panjang. memang tidak akan ada hasilnya jika kita berdebat dengan orang yang keras kepala dan juga tinggi hati. apapun yang ia lakukan, harus tetap mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. jika tidak, Maka kekuasaan lain yang akan berbicara.


Akhirnya, mau tidak mau, Arya mengikuti permintaan Cynthia. dan dengan segera, melajukan kendaraannya untuk menuju ke kota Surabaya. tidak banyak yang bisa dilakukan oleh laki-laki tampan itu.


*****


Sementara itu di rumah sederhana milik Lita, terlihat tiga wanita berbeda generasi itu, tengah duduk santai Seraya sesekali mengobrol tentang masalah-masalah kehidupan.


tring!!


Suara notifikasi dari ponsel Lita, membuat perbincangan diantara mereka seketika terhenti. dengan segera, wanita cantik itu menyambar benda pipih yang berada di atas meja.

__ADS_1


"video apa ini?"tanya Lita dalam hati. namun, tangan wanita cantik itu sibuk membuka folder yang baru saja dikirim oleh Arya.


seketika itu pula, Lita membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat betapa mengerikannya Cynthia saat mengamuk di rumahnya.


"astaga, mengerikan sekali!"gumam wanita cantik itu Seraya menatap ponselnya dengan raut wajah yang sangat cemas dan juga khawatir.


Membuat Mbok Robiah yang melihatnya seketika menautkan alis dan menetap ke arah Lita dengan tatapan bertanya.


"sayang kamu main di kamar dulu ya, Ibu mau bicara sebentar sama nenek,"ucap Lita pada putrinya dengan nada yang sangat lembut.


Gracia yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar.


"coba Mbok lihat ini,_ujar Lita Seraya memberikan ponsel itu pada wanita paruh baya yang berada di sampingnya itu.


Seketika, mata Mbok Robiah melebar saat melihat isi di dalam ponsel milik Lita. "ini bahaya Lita, kita harus bersembunyi."ucap wanita itu dengan nada yang panik.


"kita mau ke mana Mbok?" tanya Lita dengan raut wajah sedih dan sedikit frustasi. tiba-tiba saja, Lita bangkit dari duduknya dengan raut wajah serius.


"kita tidak usah ke mana-mana mbok, biar semua ini Lita yang akan menanggungnya."ucap wanita cantik itu dengan ada yang sangat tegas.


Mbok Robiah yang mendengar itu, sontak saja berdiri. "kamu yakin ingin melakukan hal itu?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah yang sangat khawatir.

__ADS_1


Lita yang mendengar itu, menganggukkan kepalanya. dengan cepat."memang semua ini harus segera diselesaikan. tidak mungkin dirinya bersembunyi seperti ini terus menerus.


__ADS_2