(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Semakin Menjadi


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian, setelah kejadian pelabrakan itu, Lita semakin menghindari laki-laki itu.


Sementara Gracia, gadis imut menggemaskan itu, semakin merasa kebingungan dengan tingkah ibunya. dan sesekali, Gracia akan menanyakan keberadaan sang Ayah.


Seperti saat ini, saat mereka tengah berada di taman belakang rumah mereka Seraya menikmati angin sepoi-sepoi yang dihasilkan dari beberapa pohon yang tumbuh subur di belakang rumah sederhana itu.


"Ayah kok nggak pernah datang ke sini lagi?" Celetuk Gracia saat gadis cantik itu tengah menikmati brownies buatan ibunya.


Sontak saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, seketika memandang ke arah Mbok Robiah. karena memang, wanita paruh baya itu mengetahui tentang semua masalah yang dialami oleh Lita.


"nih sayang nenek baru saja ketemu sama Ayah kamu lalu ngasih ini,"tiba-tiba saja, Mbok Robiah menghampiri gadis itu Seraya memberikan sesuatu padanya.


Membuat Gracia yang mendengarnya, seketika membulatkan mata dengan raut wajah yang sangat berbinar-binar.


"beneran dari Ayah, Nek?"tanya bocah kecil itu dengan raut wajah bahagia.


Mbok Robiah yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. sontak saja, itu membuat Gracia, merasa sangat bahagia. dengan segera, langsung berlari ke arah dalam rumah untuk membuka paper bag itu.


*kenapa Mbok Robiah bohong?"tanya Lita saat mendapati suasana telah sepi kembali.


Membuat Mbok Robiah yang mendengar itu seketika menatap Lita dengan tatapan yang sangat lekat.


"agar anakmu, tidak membenci ayahnya sendiri."ucap Mbok Robiah dengan ada yang sangat tegas.


"tapi dia sudah,--"ucapan Lita terhenti saat mendengar sahutan dari wanita paruh baya itu.


"dia sudah menyakitimu berkali-kali kan,"tanya wanita paruh baya itu dan mendapatkan anggukan dari Lita.

__ADS_1


"itu tidak bisa menjadi alasan untukmu meracuni pikiran Gracia untuk membenci ayahnya sendiri. ;karena Bagaimanapun, hubungan antara ayah dan anak itu tidak bisa dipisahkan."jelas Mbok Robiah.


Tentunya, hal itu membuat kita seketika tertampar. karena selama ini, dirinya selalu menanamkan sifat pemaaf kepada putri semata wayangnya itu. namun sekarang, dirinya sendiri malah membuat permusuhan itu tumbuh di hati putrinya.


"maafkan aku Mbok, tidak seharusnya aku meracuni pikiran anakku sendiri."ucap Lita Seraya menundukkan kepala.


Membuat Mbok Robiah yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis. kemudian, mengajak Lita untuk masuk ke dalam rumah. karena memang, hari sudah semakin gelap.


Pagi harinya, seperti biasa Lita akan mempersiapkan semua kue yang akan indah jual di tokonya. bedanya, hari ini Gracia tidak masuk ke sekolah. karena gurunya sedang rapat.


"kamu mau ikut ibu ke toko atau tidak?"tanya Lita Seraya menghampiri Putri kesayangannya itu.


Gracia yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala. tentu saja hal itu membuat Lita, merasa sedikit heran. namun, Lita juga merasa sangat senang. karena akhirnya, Putri semata wayangnya itu ingin ikut ke tempat kerja.


"tumben mau ikut?,"tanya Lita Soraya menatap putrinya itu dengan senyuman manis.


"mau ikut aja, soalnya bosen di rumah terus."ucap bocah kecil itu Seraya membalas senyuman sang ibu.


Dan akhirnya, mereka semua berangkat menuju toko kue yang memang sedikit jauh dari tempat tinggalnya


Sesampainya di sana, Lita dan Mbok Robiah segera menyusun kue-kue yang akan dijual di toko itu.


Di saat mereka semua tengah sibuk menyusun kue-kue di dalam etalase, tiba-tiba saja, seseorang datang mengacaukan semuanya.


"ini dia pelakor yang merusak rumah tanggaku!"ucap seseorang hingga membuat Lita seketika mendongak menatap sumber suara.


Tentu saja hal itu membuat Lita seketika terdiam di tempatnya.dirinya tidak bisa melawan karena memang itu kenyataannya.

__ADS_1


Walaupun, dalam kasus ini Lita sama sekali tidak bersalah karena wanita cantik itu tidak mengetahui tentang kenyataan yang sebenarnya.


Namun tetap saja Lita merasa sangat bersalah karena tidak terlebih dulu mencari tentang informasi dari laki-laki itu.


Namun, semakin lama, tingkah dari Cynthia semakin menjadi. hingga membuat Lita, merasa sangat geram.


Nb : mampir ya kak di karya memukau milik teman aku dijamin pasti akan langsung ketagihan.



blurb :11.


MAFIA GIRLS VS USTADZ TAMPAN


(Selvi_19)


Shazia Quennisa seorang mafia yang di tugaskan di sebuah pesantren sehingga membuat Shazia mau tidak mau harus berpenampilan seperti santriwati dan ikut belajar seperti santriwati lainnya.


Shazia yang sering keluar pesantren secara diam diam awalnya berjalan dengan mulus tanpa hambatan hingga kedatangan seorang ustadz yang bernama Ghazali Ibrahim yang sering menangkap basah dirinya yang sering Keluar pesantren secara diam diam dan paling menyebalkan bagi Shazia adalah Ghazali selalu mengawasinya Sehingga membuat Shazia


harus berhati-hati dalam bertindak agar


identitasnya tidak terbongkar


Sebenarnya tugas apa yang sedang Shazia


Lakukan?

__ADS_1


apa Shazia akan berhasil dengan tugasnya?


Ikuti kisah Shazia dalam Mafia Girls Vs Ustadz Tampan


__ADS_2