
Setelah kejadian itu, Lita sama sekali tidak ingin berhubungan dengan laki-laki yang bernama Arya. bahkan, wanita cantik itu memblokir semua nomor yang berhubungan dengan mantan suaminya itu.
Bersyukurnya, Gracia tidak seperti dahulu yang akan selalu menanyakan keberadaan ayahnya. kini gadis kecil itu, seperti seorang sahabat untuk Lita. tentu saja perubahan dari gadis kecil itu, membuat lidah merasa sangat bahagia dan juga cemas di waktu yang bersamaan.
Bahagia, karena putrinya bisa dijadikan teman berbincang yang sangat asik. cemas karena takut psikologis gadis itu terganggu akibat perubahan sikap dari Gracia.
Apalagi, gadis kecil itu masih memerlukan psikologisnya kuat untuk menghadapi kehidupan yang lebih berat dari ini. walaupun Lita tahu, putrinya itu mengalami guncangan psikis sejak bayi. bahkan sejak dalam kandungan ibunya.
"Lita, kenapa melamun?"tanya Mbok Robiah yang langsung duduk di samping wanita cantik itu. setelah menepuk bahunya. membuat si pemilik, seketika menoleh ke arah sumber suara.
"tidak, aku hanya berpikiran apa kita harus pindah lagi? terlebih, Chintya telah mengetahui semuanya. aku yakin wanita glamour itu pasti tidak akan pernah tinggal diam. sebelum aku dan Gracia hancur."ucap wanita itu Seraya memasang wajah yang sangat cemas.
"serahkan semua sama Tuhan, biarkan tangan Tuhan yang bekerja."ujar Mbok Robiah Soraya menepuk pundak wanita itu.
Yap, Cynthia tidak lagi berniat untuk memenjarakan Lita ataupun putrinya. Namun semua itu tidaklah gratis. melainkan memiliki penawaran satu sama lain. yaitu, Arya harus kembali kepadanya. dan itu pun disetujui oleh laki-laki itu. dengan syarat, Cynthia tidak boleh mengganggu Lita ataupun Putri mereka.
Lita merasakan sangat aneh saat wanita glamour itu menyetujui permintaan Arya begitu saja tanpa negosiasi terlebih dahulu. menurut Lita, hal itu sangatlah aneh dan juga mencurigakan.
"tapi aku curiga, kenapa dia menyetujui semua itu begitu saja. terlihat sangat janggal!"gumam Lita melihat pada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Baru saja Mbok Robiah ingin membuka suara, tiba-tiba saja,...
prang,..
suara,...
Seseorang telah melempar sesuatu ke arah mereka. sehingga benda itu mengenai jendela dan lampu yang ada di rumah. tentu saja hal itu membuat Lita dan Mbok Robiah yang sedari tadi sedang berbincang-bincang, merasa sangat terkejut.
Mereka berdua segera menuju ke tempat sumber suara. dan mendapati, kaca depan rumahnya dan juga lampu teras rumah itu pecah berantakan.
"astagfirullah! siapa yang melakukan ini?!"tanya Mbok Robiah dengan raut wajah yang sangat panik. sementara Lita, wanita itu hanya terdiam. Soraya matanya sibuk menatap kesana kemari untuk mencari sesuatu yang mencurigakan.
Benda itu berwarna putih dengan seutas tali rafia yang dililitkan menyerupai sebuah boneka yang sangat kecil. dengan segera, Lita membawa benda itu dan menghampiri Mbok Robiah yang tengah mencari sesuatu yang mencurigakan.
"aku menemukan ini,"ujar wanita cantik itu Seraya menyerahkan benda itu pada Mbok Robiah.
Dengan segera wanita paruh baya itu merebut dan membuka benda itu secara perlahan-lahan. karena Mbok Robiah takut, jika di dalam gulungan itu terdapat benda yang mengerikan.
Seketika itu pula, mata kedua wanita berbeda generasi itu segera membulat saat berhasil membukanya dan membaca tulisan yang ada di dalam sana.
__ADS_1
"teror?"tanya kedua wanita itu Seraya sesekali saling pandang satu sama lain.
"tidak salah lagi, pasti ulah wanita itu."ucap Lita mengeram kesal.
"aaaakkhh ibu nenek! "
Tiba-tiba saja kedua wanita itu dikagetkan dengan suara Gracia yang sangat kencang dari dalam rumah. dan tanpa pikir panjang lagi, Mbok Robiah dan juga Lita segera berlari untuk menghampiri gadis kecil itu.
Sesampainya di dalam sana, baik Mbok Robiah maupun Lita sama-sama tertegun di tempatnya saat memasuki kamar bocah kecil itu.
Lutut Lita seakan ingin lepas dari tempatnya saat menyaksikan bagaimana kondisi putrinya.
"ini benar-benar teror,"ucap Mbok Robiah Soraya berlari menghampiri Gracia yang saat ini tengah terikat di atas ranjang dengan posisi kepala menyentuh tanah.
Bagaimana bisa ini terjadi, bukankah mereka hanya meninggalkan gadis kecil itu di ruang tamu? lalu bagaimana pelaku bisa masuk?
Pertanyaan-pertanyaan itu, segera memutar seperti kaset rusak di dalam kepala Lita dan juga Mbok Robiah.
"sayang, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Lita Seraya memeluk tubuh mungil Gracia yang tampak bergetar hebat karena merasa takut.
__ADS_1
Mereka, segera membawa Lita ke ruang tamu setelah berhasil melepaskan ikatan itu. tampak sekali, gadis itu merasa sangat ketakutan.