
Lita yang melihat wanita glamor itu tergeletak di atas lantai rumahnya, seketika saling pandang. dan dengan segera, langsung menghampiri wanita glamour itu.
****
Saat ini Chintya tengah dibawa oleh Arya dan juga Lita menuju ke rumah sakit yang ada di kota Surabaya. dengan segera langsung ditangani oleh pihak rumah sakit di kota itu.
Sementara Lita dan juga Arya, tengah menunggu wanita glamour itu di tempat yang biasanya digunakan untuk menunggu pasien saat tengah ditangani oleh pihak rumah sakit.
Gracia juga ikut ke rumah sakit bersama dengan Mbok Robiah. gadis imut menggemaskan itu masih tetap memeluk wanita paruh baya dengan sangat erat. karena memang, Gracia merasa sangat ketakutan.
Tak lama berselang terdengar suara bentuk yang dibuka dari dalam ruangan itu. tentu saja itu membuat Arya seketika berdiri dan menghampiri dokter yang masih menatapnya dengan tatapan cemas.
"bagaimana keadaannya?"tanya Arya cara yang menghampiri dokter laki-laki itu.
"apakah anda suaminya?"bukannya menjawab pertanyaan dari Arya, dokter laki-laki itu malah melontarkan pertanyaan.
"iya dok, saya suaminya."ujar Arya Seraya menganggukkan kepala.
"kalau begitu, anda ikut saya,"lelaki itu Seraya melangkahkan kakinya menuju ke ruang miliknya.
Arya yang mendengar itu segera mengagukan kepala dan dengan segera menghampiri Lita yang masih menatap ke arah dokter itu dengan tatapan bingung.
"aku ikut dokter dulu. kalian kalau mau pulang ,pulang saja."ucap Arya Seraya menatap mantan istri dan juga anaknya itu secara bergantian.
"tidak, kami di sini saja. lagi pula, aku tetap harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah aku perbuat."ucap Lita dengan nada tegas tak terbatahkan.
"baiklah kalau begitu, aku pergi dulu."ucap Arya Seraya melangkah pergi menjauh dari Lita juga dan yang lainnya.
__ADS_1
"Ibu, Gracia takut."rengek gadis kecil itu Seraya menghampiri Lita dan memeluknya dengan sangat erat dan juga tubuhnya sedikit bergetar.
Lita yang mendengar itu, segera mengusap kepala gadis kecilnya dengan lembut. "tidak apa-apa sayang, semua akan baik-baik saja."ujarnya Seraya memeluk tubuh gadis kecil itu dengan sangat erat.
****
Sementara itu di ruangan dokter, tanpa Arya tengah duduk di depan laki-laki yang tengah mengenakan jas berwarna putih itu.
"apa yang terjadi dengan istri saya? kenapa wajah anda terlihat tegang begitu?"tanya Arya dengan sorot mata meminta penjelasan.
Membuat dokter itu seketika menghilang nafas panjang. dan dengan segera menyerahkan sebuah amplop berwarna putih Dan meletakkan di atas meja.
"ini apa Dok?"tanya Arya Seraya menatap ke arah laki-laki itu.
"sebaiknya, anda baca saja dulu. nanti akan saya jelaskan setelah anda selesai membacanya."titah dokter itu. dan langsung disanggupi oleh Arya.
"Maaf Dok, saya tidak mengerti."ujar Arya Seraya menyerahkan kertas itu dan meletakkannya, di atas meja.
"istri Anda terkena kanker rahim!"ucap dokter itu dengan ada yang sangat lirih namun masih saja terdengar di telinga Arya.
Tubuh Arya, seketika menegang saat mendengar ucapan dari laki-laki yang memakai jas berwarna putih itu.
"Apakah Anda serius?"tanya Arya menatap pada dokter itu.
"Akhirnya aku bisa bebas dari wanita itu,"ucapnya lagi yang langsung keluar dari dalam ruangan dokter itu.
Membuat laki-laki yang memakai jas berwarna putih itu seketika tercengang karena melihat tingkah Arya yang menurutnya sangat aneh.
__ADS_1
buk
Arya melemparkan kertas itu di hadapan wajah Cynthia saat wanita glamour itu telah sadarkan diri.
Membuat Cynthia seketika menatap Arya dengan tatapan tajam. "apa yang kamu lakukan? kamu berani melawan?"tanya wanita glamour itu dengan wajah merah padam karena menahan amarah.
Arya yang mendengar itu, seketika tersenyum sinis. "sudah sejak lama aku menginginkan hal ini terjadi. dan sekarang, semua telah terjadi dan menimpa hidupmu."ujar Arya dengan tatapannya yang sangat tajam.
"apa maksudmu?"tanya Cynthia yang semakin tak mengerti dengan ucapan yang dilontarkan oleh laki-laki itu.
"kau terkena kanker rahim. dan untuk itu, aku akan menceraikanmu sekarang juga!"ujarnya penuh dengan dendam.
Bak seperti tersambar petir, tubuh Chintya seketika lemas saat mendengar kalimat itu keluar dari mulut suaminya.
"tidak, kau tidak boleh meninggalkanku! dan kenapa tadi kau bilang aku terkena kanker rahim? omong kosong!"ucapnya dengan nada yang sangat tinggi.
"silakan saja kau baca surat dari dokter itu,"ujar Arya Seraya menunjuk kertas yang berada di pangkuan Chintya. membuat wanita glamour itu, seketika menatap kertas itu dengan tatapan nanar.
"ini tidak mungkin." gumamnya dengan lelehan air mata
"terserah kau, jika kau tidak percaya."ujar Arya Seraya melangkah pergi dari sana.
"jangan pernah tinggalkan aku!"teriak Chintya Seraya menangis tersedu-sedu. membuat laki-laki tampan itu seketika terdiam dan menatapnya dengan tatapan tajam.
"aku menikah denganmu, itu karena terpaksa. dan setelah kau tidak berguna lagi seperti ini, maka aku tidak membutuhkanmu lagi."ujar Arya Seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang itu.
tanpa disadari oleh siapapun, Lita dari tadi mendengar ucapan dari pasangan suami istri itu.
__ADS_1
"ternyata kamu memang bukan lelaki baik-baik. aku menyesal pernah menaruh hati padamu."ujar Lita Seraya kembali ke tempat duduk bersama dengan Gracia dan juga Mbok Robiah.