(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Kejutan


__ADS_3

Beberapa bulan setelahnya, Arya masihlah belum menampakkan diri. hal itu semakin membuat Lita merasa semakin terpuruk. Bahkan, wanita itu sering melamun sendiri di dalam kamar.


Sementara baby Gracia, dibawa oleh Mbok Robiah ke rumahnya. dan dari pagi hingga sore. dan setelah itu, akan dikembalikan seperti biasa. Sebenarnya, Mbok Robiah merasa tidak tega jika harus memisahkan sepasang ibu dan anak itu.


Namun, mau bagaimana lagi, ini semua demi kebaikan semuanya. Apalagi, kondisi Lita sudah separah ini. Sebenarnya, wanita paruh baya itu sudah beberapa kali ingin membawa majikannya itu untuk berobat di luar kota. lebih tepatnya, di kota Kediri atau di Kota Surabaya. yang lebih besar dan lebih canggih pengobatannya.


Namun demikian, Lita sama sekali tidak bersedia untuk melakukan pengobatan itu. wanita cantik itu, merasa dirinya baik-baik saja dan tidak membutuhkan pengobatan apapun. karena yang dibutuhkan oleh wanita itu, adalah kepulangan dari sang suami.


Yang sudah hampir 6 bulan, tidak menampakkan batang hidungnya. hal itu tentu saja membuat Lita, merasa sangat khawatir dan juga cemas. Bahkan, wanita cantik itu masih berusaha untuk menghubungi suaminya. Walaupun, dirinya tahu, jika suaminya itu tidak pernah sekalipun membalas pesannya.


Jangankan untuk membalaskan pesan, melihat pesannya pun tidak pernah dilakukan oleh Arya. tentu saja, Hal itu membuat Lita merasa sangat terpuruk. Ternyata, apa yang ia takutkan pun akhirnya terjadi juga.


" nyonya, ini saya kembalikan Nona Gracia." ucap wanita paruh baya itu Seraya menyerahkan bayi mungil yang tengah tertidur lelap dalam dekapannya.


Lita yang melihat itu, hanya menoleh sekilas. Kemudian, kembali menatap ke arah depan dengan tetapan yang sangat kosong dan juga Hampa. Sepertinya, tidak ada kehidupan di dalam diri wanita cantik itu.


" jangan terlalu dipikirkan nyonya," ucap Mbok Robiah berusaha untuk menenangkan majikan perempuannya itu.


Mendengar penuturan dari asisten rumah tangganya itu, seketika membuat Lita menoleh dan menatap ke arah Mbok Robiah dengan tatapan tajam. Seketika itu pula, wanita paruh baya itu berusaha untuk menelan salivanya kasar saat menyadari tatapan itu.


" beri saya satu alasan Mbok. agar saya, tidak memikirkan masalah serumit ini?!" tanya wanita cantik itu Seraya menekankan kedua pundak Mbok Robiah.


Mbok Robiah tak lagi menjawab pertanyaan dari majikannya itu. Karena saat ini, Lita sedang dirundung masalah mental. dan itu sangatlah berbahaya. lebih berbahaya daripada sesuatu yang menyerang fisik.


" aku hanya merasa bodoh saja. karena mau dinikahi secara siri. Ternyata, ini tujuan dari Mas Arya. supaya dia, bisa meninggalkanku kapan saja tanpa adanya tanggung jawab." ucapnya Seraya mere-mas gaun tidur yang ia gunakan.

__ADS_1


Setelahnya, Lita kembali berucap ngalor ngidul. hingga membuat Mbok Robiah, merasa kasihan terhadap wanita cantik itu. wanita paruh baya itu, Sempat berpikir. Mengapa, Arya bisa setrika itu pada istri dan anaknya.


Tuduhan perselingkuhan pun semakin santer terdengar. Karena sampai saat ini, Arya Belumlah menampakan diri. Padahal jarak kota Tuban dan kota Bojonegoro, itu Tidaklah terlalu jauh.


Tidak sampai memakan waktu seharian penuh atau bahkan berhari-hari. Namun, Mengapa sampai saat ini, laki-laki itu masih belum juga pulang ke rumah, untuk melihat istri dan anaknya? Entahlah. Mbok Robiah juga merasa tidak mengerti dengan semua itu.


" sekarang, Mbok Robiah pulang saja." tiba-tiba saja, wanita paruh baya itu tersentak kaget kalah wanita itu mengatakan sesuatu..


Dengan perasaan campur aduk, Mbok Robiah segera menganggukkan kepala. dan dengan perlahan, melangkahkan kakinya untuk menjauh dari Lita dan juga anaknya. Sesungguhnya, perasaan khawatir dan juga takut, menggelayuti relung hati wanita paruh baya itu.


Takut jika sesuatu yang tidak diinginkan, akan terjadi dan menimpa mereka berdua. Namun, Mbok Robiah tidak bisa berbuat apa-apa. karena si empunya rumah, sudah mengusir dirinya secara halus. mau tidak mau, Mbok Robiah harus menuruti ucapan dari sang tuan rumah.


****


" kenapa, Kenapa kamu jahat sekali mas?" tanya wanita itu Seraya menatap ke arah ponselnya yang menampilkan foto pernikahan mereka.


Plak


Plak


Plak


Entah, setan apa yang merasuki pikiran ibu muda itu hingga mampu berbuat sedemikian kejam terhadap bayi yang baru berusia beberapa bulan itu. sontak saja, suara tangisan bayi, segera menggema di seluruh ruangan itu.


"diam!" bentak wanita itu kepada bayi mungil berusia 6 bulan yang tidak tahu apa-apa. dan dengan segera, tangannya segera meraih bantal yang ada di sampingnya itu. Lita berencana ingin menutup suara tangisan bayi itu.

__ADS_1


Tangannya terangkat ke atas Seraya membawa bantal yang lumayan berat itu. dan setelah bantal itu hampir mengenai wajah dari bayi mungil itu, kesadaran Lita seketika kembali.


" Ya Allah, Maafkan ibu nak," ucapnya Seraya langsung mengambil dan menggendong bayi mulut itu." Astagfirullah apa yang aku lakukan ya Allah, hiks hiks hiks " Lita menangis dengan tersedu-sedu.


Dirinya merasa sangat bersalah karena telah menyakiti putrinya. Walaupun, kejadian itu berlangsung tanpa kesadaran darinya. Namun, tetap saja, Lita merasa sangat bersalah. Beberapa kali, wanita itu meminta maaf kepada putrinya yang masih menangis sesungguhkan dalam dekapannya.


Lama Lita menggendong baby Gracia. hingga akhirnya, bayi mungil itu kembali tertidur pula. dan dengan gerakan hati-hati, Lita mencoba merebahkan ke atas kasur. setelah selesai, wanita itu ikut berbaring di samping Putri kecilnya itu. dan tak beberapa lama, akhirnya Lita pun ikut terlelap mengarungi alam mimpi yang sangat indah.


****


Pagi harinya, saat Lita Tengah mempersiapkan makanan pendamping ASI untuk baby Gracia, ponselnya tiba-tiba berdering. dan dengan segera, diangkat oleh wanita itu.


" Halo siapa ini?" tanya Lita yang memang tidak sempat melihat dan membaca Siapa yang menelpon.


" Halo Lita ini aku" ucap seseorang dari seberang sana.


Degh


Seketika itu pula, jantung wanita itu seakan Berhenti Berdetak. saat mendengar suara yang selama ini ia rindukan.


"Ma-Mas Arya,?" tanya wanita itu dengan nada sedikit tergagap. Dirinya masih merasa tidak menyangka jika akan mendapatkan kejutan manis dari sang pencipta. Dengan, kembalinya sang suami ke dalam pelukannya.


" Iya Lita ini saya. sebentar lagi, saya akan pulang. persiapkan dirimu." ucap Arya dari seberang sana yang terdengar sangat ambigu.


Tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, sejenak terdiam. Mencerna ucapan yang baru saja dilontarkan oleh laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu.

__ADS_1


" Mas Arya ngomong apa sih, kok aku disuruh siap-siap? Memangnya ada apa?" tanya wanita itu berturut-turut. Karena memang, rasa keingintahuan wanita itu, sangatlah tinggi. setinggi harapannya terhadap Arya sang suami


__ADS_2