
pagi ini seperti biasanya, Lita mengantarkan putrinya ke sekolah. sebelum akhirnya, wanita cantik itu kembali ke toko kue. yang hari ini, membuka lowongan pekerjaan. Karena, ternyata toko kue itu sudah semakin ramai dengan pengunjung yang mulai ketagihan dengan kue-kue buatan Lita.
" sayang, nanti kamu pulangnya dijemput sama tukang ojek yang biasa mengantar nenek Robiah ke pasar ya?" ucap wanita itu Seraya mengusap kepala putrinya dengan perasaan sayang.
Mendengar perkataan dari ibunya, Gracia hanya menganggukkan kepala. dan setelah itu, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobil.
Diam-diam, Gracia mulai memikirkan perkataan yang dilontarkan oleh sesosok laki-laki misterius yang sering kali menemuinya di saat ibu dan neneknya tidak berada di rumah.
" aku ini ayah jangan pernah percaya apa yang dikatakan sama mereka," begitulah kira-kira ucapan yang keluar dari mulut laki-laki misterius itu.
Gracia segera menatap ibunya dengan tatapan menyelidik. Tentunya, tanpa diketahui oleh wanita paruh baya itu.
" kenapa sayang?" tanya Lita menoleh sekilas ke arah Putri kecilnya itu. Karena, wanita itu menyadari jika putrinya sesekali mencuri pandang untuk menatapnya.
Sontak saja, itu membuat Gracia menggelengkan kepalanya. dan dengan segera, menatap keluar jendela untuk memandang berbagai hewan-hewan kecil yang tengah berterbangan itu.
__ADS_1
Sejujurnya, Gracia tidak ada niatan untuk menyembunyikan sesuatu dari ibunya. Namun, ucapan dari orang itu, membuat Gracia mengurungkan niatnya untuk berbicara kepada ibu kandungnya itu.
" Kenapa dengan anakku?" tanya Lita dengan mata masih terfokus terhadap jalanan. nanti saja dirinya akan mencari tahu sendiri tentang keanehan yang dialami oleh Putri kecilnya itu.
****
" Nah sekarang, kamu masuk ke dalam kelas dan belajar yang rajin." ucap Lita Seraya mengusap kepala ketik itu. sementara Gracia yang mendengarnya, menganggukkan kepala.
Gracia segera masuk ke dalam kelas setelah memastikan ibunya telah pergi dari sana. dan dengan segera, Gadis itu mendudukkan dirinya di tempat biasa.
" Hei kamu pasti nggak punya ayah ya,?" tanya seorang laki-laki bertubuh Tambun. Sementara Gracia yang mendengar itu, hanya melirik sekilas.
Karena Gracia tidak ingin menambah masalah dengan mengurusi hal-hal yang tidak penting dan tidak berguna seperti ini.
" iyalah dia kan anak ha-ram" ucap yang lainnya.
__ADS_1
Brakk
Seketika itu pula, Gracia segera menggebrak meja. hingga membuat, segerombolan anak itu seketika terdiam. karena merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh gadis yang ada di hadapannya itu.
" jaga mulut kalian! aku punya Ayah!" bentaknya dengan mata melotot tajam.
Namun, hal itu malah menjadi bahan tertawaan untuk mereka semua. karena para anak-anak nakal itu, tidak mempercayai ucapan Gracia.
"haha Kalau benar kamu mempunyai ayah, Coba tunjukkan sama kami." tentang laki-laki bertubuh Tambun itu.
Brugh
"aduh sakit! Bu Guru Tolong!" tiba-tiba saja, Gracia mendorong tubuh anak laki-laki Tambun itu. hingga tersungkur di atas lantai. dan tanpa memperdulikan itu, Gracia segera meninggalkan kerumunan orang-orang itu.
Kemudian, dengan segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke perpustakaan. yang mana, tempat itu adalah tempat favorit Gracia. Karena, masih sangat sepi dan tidak banyak orang yang masuk ke dalam sana.
__ADS_1
" kenapa aku mulai di-bully?" tanya Gadis itu seorang diri. saat berada di dalam perpustakaan.