(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Pertanyaan Yang Membuat Risih


__ADS_3

Lita dan Mario, kini tengah berada di sebuah restoran kecil yang ada di Kota Bojonegoro. dan restoran itu, berada tak jauh dari sekolah putrinya.


Karena rencananya, Lita akan menunggu hingga putrinya itu keluar dari area sekolah. kebetulan, waktu belajarnya, hanya sampai jam 09.00. karena memang, Gracia masihlah duduk di bangku taman kanak-kanak. dan sekarang, waktu baru menunjukkan pukul 06.30. itu artinya, masih beberapa waktu lagi untuk menunggu putrinya itu.


Hal itu dimanfaatkan oleh Lita untuk berbincang-bincang dengan Mario. Karena memang, saat ini, wanita cantik itu tidak mempunyai teman lain selain Mbok Robiah. ditambah lagi, statusnya yang sudah sendiri. jadi tidak ada alasan untuk Lita menjaga jarak.


Bukan maksud hati untuk Lita mencari pendamping baru. tidak ada terlintas di ingatannya. hanya saja, wanita cantik itu merasa lebih bahagia jika mendapatkan banyak teman.


Apalagi, selama ini Lita dikenal sebagai sesosok perempuan yang sangat pendiam. dan tidak pernah terlihat berdekatan dengan lawan jenisnya. Itu yang membuat Mario sedikit merasa terkejut. saat melihat wanita itu datang dengan menggandeng seorang gadis kecil.


" jadi, anak kamu sekolah di sini juga?" tiba-tiba saja, Mario melontarkan pertanyaan. yang membuat Lita, seketika menduga menatap ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu. kemudian, mengangguk perlahan.


Mario yang mendengar itu, tersenyum kecut. Karena, tujuan laki-laki itu selain ingin bekerja di tempat Kakaknya, juga ingin melakukan pendekatan dengan wanita yang ada di hadapannya itu. Namun, kenyataan yang baru saja dirinya dapatkan, membuat hatinya sedikit teriris.


Jika kalian berpikiran jika hati Mario terluka karena status Lita yang seorang janda dan memiliki anak, Kalian salah besar. Karena, laki-laki itu tidak pernah mempermasalahkan status dari wanita yang sangat ia cintai.


Namun, pemikiran dan pandangannya itu. sangat berbanding terbalik dengan pemikiran dan pandangan hampir semua keluarga besarnya. Terutama sang ibu. Karena, keluarga Mario, lebih mementingkan bibit bebet bobot dari calon anggota keluarga baru.


" kenapa, kok mukanya beda gitu?" tanya Lita dengan ekspresi wajah penasaran. saat wanita cantik itu, tak sengaja melihat ke arah Mario.


" tidak apa-apa. Lupakan," ujarnya seraya tersenyum kecil. Setelahnya, kembali menyantap makanan yang ada di hadapannya itu.


" Apakah suamimu Arya?" tanya Mario tiba-tiba. hingga membuat Lita, seketika menjatuhkan piring ke atas meja.


Sejenak, Lita terdiam. Seraya menatap lurus ke arah laki-laki itu. Hingga, kemudian, wanita cantik itu kembali menyantap makanannya dan menatap ke arah bawah.

__ADS_1


" tahu dari mana kamu?" tanya Lita dengan nada tidak suka. Hal itu membuat Mario, sedikit merasa terkejut. Dengan reaksi yang ditunjukkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu.


" Dia temanku," ucap Mario dengan nada lirihnya.


"uhuk," seketika itu pula, minuman yang baru saja masuk ke dalam mulut wanita itu, seketika menyembur keluar. saat mendengar ucapan dari Mario.


" kenapa kamu tidak pernah bilang?" tanya Lita. sesaat, setelah wanita itu mengusap mulutnya dengan tisu.


" karena aku, baru bertemu dan mengetahui semuanya kemarin malam." ucap Mario Soraya menghela nafas panjang.


Sungguh, dirinya juga merasa sangat terkejut saat mengetahui fakta yang sebenarnya. Arya, adalah teman satu tingkatannya dulu, saat mereka sama-sama berkuliah di kota Jakarta. Sementara dengan Lita, Mario adalah teman satu kelas.


" Apakah kamu masih mempunyai rasa padanya?" tanya Mario. saat mereka sudah sama-sama terdiam cukup lama.


" lupakan itu!" ucap Lita dengan nada tegas dan sedikit terdengar membentak. Sungguh, dirinya sangat tidak menyukai jika ada seseorang yang bertanya tentang kehidupan pribadinya.


" sungguh menantang." ucap Mario tersenyum aneh. dan dengan segera, ikut keluar dari restoran itu saat telah membayar Semua pesanan.


****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah ruang kelas, terlihat seorang gadis Tengah memasang earphone yang ia bawa dari rumah. dan dengan segera, langsung menyalakan musik yang berada di tas miliknya.


Memang gadis kecil itu baru berusia 5 tahun. Namun, jika berada di luar rumah, Gadis itu akan menjelma seperti seorang remaja yang sangat dingin dan juga kaku. Namun, akan berbanding terbalik jika berada di rumah. akan bersikap lembut dan juga ramah.


Namun hal itu hanya ditunjukkan kepada ibu dan neneknya. Selain kedua orang itu, Gracia akan menunjukkan wajah dingin dan juga sifat angkuhnya. entah dari mana, gadis kecil itu mewarisi sifat seperti orang dewasa

__ADS_1


Padahal, selama berada di rumah, baik Lita maupun Mbok Robiah, tidak pernah mengajari Gracia yang aneh-aneh. Namun, Mengapa Gadis itu bisa berubah seperti saat ini.?


" halo, Boleh kenalan?" Gracia mendongak saat mendengar seseorang berbicara tepat berada di hadapannya.


bukannya menjawab, gadis cantik itu kembali fokus pada buku gambarnya. Soraya mendengarkan musik anak-anak dari alat yang terpasang di telinganya itu.


Tentu saja, perlakuan dari Gracia itu membuat kedua sudut bibir orang itu terangkat membentuk sebuah senyuman.


" gadis yang misterius!" Ucap orang itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian, orang yang tak lain adalah Miss Agatha itu, mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke papan tulis. Karena Wanita itu, akan mengajari baca tulis hitung.


Tak disangka-sangka, ternyata Gracia adalah murid yang paling pintar. Bayangkan saja, baru pertama kali masuk sekolah, gadis kecil berusia 5 tahun itu sudah fasih membaca, menulis, dan berhitung.


Tentu saja hal itu membuat Miss Agatha yang melihat itu, merasa begitu takjub. dengan segera, wanita cantik itu, datang menghampiri Gracia yang masih terduduk di tempatnya.


" kamu sungguh hebat Gracia, Miss bangga pada." Miss Agatha tampak tersenyum bangga pada gadis kecil itu.


" Terima kasih Miss," ucap Gracia Seraya tersenyum tipis. Sementara Miss Agatha yang baru pertama kali melihat senyuman gadis itu, merasa begitu Terpukau melihat kecantikan yang terpancar dari gadis kecil itu.


Bukan Terpukau tertarik, melainkan, Terpukau kagum." Kamu cantik sekali nak, Pasti ayah dan ibumu, akan bangga melihatmu berhasil seperti ini." ucap Miss Agatha.


Tanpa sadar, raut wajah Gracia berubah 180 derajat. yang tadinya sedikit ceria, mendadak menjadi sangat murung.


" Jangan pernah mengatakan itu bu guru." ucap Gracia dengan nada tegas. Kemudian, melangkahkan kakinya menuju keluar kelas. Karena saat itu, Bel istirahat, baru saja berbunyi.

__ADS_1


Tentu saja, hal itu membuat Miss Agatha, menjadi sangat kebingungan. apa yang salah dengan perkataannya?


__ADS_2