(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Sudah Bisa Curhat


__ADS_3

Tepat pukul sembilan Pagi, semua murid yang ada di sekolahan tempat Gracia menuntut ilmu, Telah Usai. itu artinya, semua yang ada di dalam gedung itu, sudah dapat diperbolehkan pulang. Begitupun, jangan gadis cantik dengan lesung pipit di kedua Sisi pipinya itu.


Siapa lagi orangnya jika bukan Gracia. gadis cantik itu, tampak berjalan santai dengan menggunakan earphone yang ada di telinganya. Seakan, dirinya tidak pernah terusik dengan tatapan dari beberapa murid dan juga para orang tuanya. Yang memandangnya, dengan tetapan bingung sekaligus heran.


Bingung, karena anak secantik itu berjalan seorang diri menyusuri koridor sekolahan. heran, karena tidak menemukan keberadaan orang tua gadis itu. Karena, biasanya para orang tua, berbondong-bondong akan mengantarkan anaknya ke sekolah dengan selamat.


Namun, Sepertinya itu tidak berlaku bagi gadis kecil yang satu ini. Walaupun, tubuhnya bisa dikatakan mungil, namun tidak dengan keberanian yang sangat besar. dan itu membuat beberapa guru yang ada di sana, merasa sangat kagum. termasuk juga, Miss Agatha.


Wanita cantik itu, bahkan sering membuntuti Gracia saat keluar dari dalam kelas. Berharap, Gadis itu akan bertemu dengan kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka. Namun, ternyata anggapannya salah. Karena, sampai bel pulang sekolah berbunyi, wanita cantik itu tak menemukan orang tua dari Gadis Misterius itu.


Bukan bermaksud untuk tebar pesona dengan salah satu dari orang tua Gracia. Alias Ayah gadis itu. sama sekali tidak. Justru, Miss Agatha akan berbincang-bincang sebentar dengan orang tua gadis itu.


" dia pulang sendiri?" tanya Miss Agatha, kepada rekan-rekannya yang ada di sana.


" bagus sekali parentingnya, anak sekecil itu sudah diajarkan Mandiri." gumam yang lain. hal itu mendapat anggukan dan jempolan dari guru-guru yang lain.


Sementara yang dibicarakan sedari tadi, hanya dapat berjalan Seraya mengedikkan bahu tak peduli. bukannya Gracia tidak mengetahui, jika dirinya menjadi bahan perbincangan. Namun gadis itu memilih untuk berdiam karena tak mau ambil pusing dengan semua yang ada.


" ibu!" teriak gadis kecil itu saat melihat sang ibu berdiri tak jauh dari mobil. dengan segera, Lita langsung merentangkan tangan. mengisyaratkan, untuk memeluk gadis kecil itu.


" gimana sekolahnya? anak Ibu bisa kan?" tanya wanita cantik itu Seraya menarik Putri kesayangannya untuk masuk ke dalam mobil.


" beres bu, Gracia kan pintar." ucapnya tersenyum lebar. Sementara tangannya, sibuk untuk memasang shift belt alias sabuk pengaman.

__ADS_1


Lita yang mendengar itu, seketika tertawa renyah. Kemudian, mengusap kepala Gadis itu dengan perasaan campur aduk. di satu sisi, Lita merasa sangat senang ternyata anaknya, tumbuh menjadi gadis periang dan juga cerdas.


Namun di sisi lain, wanita cantik itu juga merasa sedih. karena sudah membohongi Putri semata wayangnya. Walaupun, itu dilakukan untuk kebaikan semua pihak. tapi, tetap saja, perasaan bersalah itu selalu membayangi hati dan pikirannya.


" Ibu, kenapa menangis?" tanya Gracia saat gadis kecil itu tak sengaja melihat mata ibunya yang berkaca-kaca.


Gegas, Lita segera menghapus air mata yang hampir jatuh itu. Kemudian, tersenyum tipis." Ibu tidak apa-apa Gracia, sekarang, kita pulang ya," wanita cantik itu segera melajukan kendaraan roda empatnya, saat melihat putri semata wayangnya menganggukkan kepala.


Hening,...


Itulah suasana yang tergambar di dalam mobil mewah milik Lita. Karena, pasangan ibu dan anak itu, sama-sama terdiam. menyelami, pikiran masing-masing.


" nanti Cia, akan cerita semua sama ibu." ucap gadis kecil itu secara tiba-tiba. hingga membuat Lita sesaat menoleh ke arah anaknya.


" mau cerita apa?" tanya wanita cantik itu dengan ekspresi wajah penasaran.


" Oh, Ternyata anak Ibu sudah pandai ya untuk main rahasia-rahasiaan, hmm." ucapnya Seraya sembari menggelitiki tubuh mungil anaknya.


Hingga membuat gadis kecil itu, seketika tertawa terpingkal-pingkal. karena memang, Gracia tidak menyukai jika tubuhnya digelitiki oleh seseorang. Walaupun, itu adalah ibunya sendiri.


" hahaha Aduh, ampun!" teriak Gadis itu diselingi tawa yang menggema. hingga membuat wajahnya memerah karena memang menahan rasa geli.


" Ayo cerita sama ibu." ucap Rita masih berusaha untuk menggelitiki tubuh mungil putrinya itu.

__ADS_1


Gracia yang mendengar itu, akhirnya menyerah. dia mengatakan, akan menceritakan semuanya pada sang ibu jika sudah sampai di rumah mereka nanti.


Akhirnya, Lita mengangguk setuju. Namun, hatinya sedikit berdebar. jangan bilang, anaknya itu sedang falling in love dengan seseorang. dirinya sama sekali tidak siap jika hal itu terjadi. lagi pula, Gracia masih terlalu kecil untuk mengenal hal-hal berbau cinta dan perasaan.


***


" kamu mau curhat apa sayang, jangan curhat soal ketertarikan terhadap lawan jenis. nanti Ibu akan marah kalau sampai hal itu terjadi." ucap Lita dengan kesungguhan hati. saat mereka berada di dalam kamar selepas makan siang dan juga berganti pakaian.


" maksud Ibu apa sih? Cia nggak ngerti." ucap gadis kecil itu Seraya menatap ibunya dengan ekspresi wajah kebingungan.


"ah, lupakan." ucap Lita cepat. jangan sampai, anaknya yang memang masih polos itu, tercemar akan hal-hal negatif seperti ini." tadi kamu mau bicara apa?" tanya Lita mencoba mengalihkan fokus sang anak.


"oh iya, Lita hampir saja lupa." ucap gadis kecil itu Soraya menepuk keningnya sendiri. hingga membuat sang ibu, seketika terkekeh pelan.


" tadi, di dalam kelas, ada seorang ibu guru yang menanyakan keberadaan mama. Sepertinya, ibu guru itu, merasa heran. Karena, anak seperti Cia, berangkat sendiri ke dalam kelas. karena yang lainnya, diantar oleh kedua orang tua." cerita gadis itu panjang lebar.


Lita yang mendengar itu, sesaat terdiam. hatinya, terasa sedikit terkoyak. saat mendengar, ucapan dari Putri kesayangannya itu. Bagaimanapun, dirinya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh putrinya itu.


Dengan tanpa basa-basi, wanita cantik itu langsung memeluk putrinya dengan sangat erat. dan dengan segera, air mata yang sedari tadi ditahan, akhirnya lolos juga. Membasahi wajah cantiknya. hingga membuat, Gracia menatap ke arah ibunya.


Karena merasa ada benda cair yang jatuh di atas kepalanya." Ibu, kenapa menangis?" tanya Gracia Seraya tangan kecilnya terulur mengusap air mata ibunya.


" tidak apa-apa sayang, Ibu hanya merasa terharu. Ternyata, sekarang anak ibu sudah besar." bohongnya. Seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


Gracia yang mendengar itu, menganggukkan kepala." kan Gracia udah besar." ucap gadis menggemaskan itu dengan ekspresi wajah manjanya.


Memang, Gracia jika berada di dekat sang ibu akan menjadi seperti anak kecil pada umumnya.namun, jika berada di luar rumah, akan bersikap seperti orang dewasa.


__ADS_2