
Lama-kelamaan, tingkah Cynthia semakin meresahkan. bagaimana tidak, wanita yang mengakunya sebagai wanita berkelas itu, kini malah memerintahkan para teman-teman yang ia bawa untuk merekam kejadian itu.
Tentu saja itu sudah keterlaluan bagi Lita. karena dalam hal ini, dirinya juga sebagai korban. korban dari kebiadaban seorang lelaki.
Brak
Lita menggebrak pintu etalase yang terbuat dari aluminium itu. hingga membuat Cynthia dan yang lainnya, sontak terkejut. dan menatap Lita, dengan tetapan nyalang.
"oh lihatlah guys, ternyata pelakor ini semakin lama semakin berani,"ucap Cynthia dengan nada yang sangat angkuh.
"iyalah Chintya, zaman sekarang kan yang nyolong malah yang galak,"sindir salah satu dari teman Cynthia.
Lita yang mendengar itu, seketika melayangkan tatapan tajam."wahai Nyonya Cynthia yang terhormat, saya tidak ada maksud untuk merebut suami Anda. karena memang, dia yang menggoda dan membujuk saya untuk mau menjadi istrinya."ucapnya sedikit berani.
"cuih,"mendengar hal itu, Cynthia seketika meludah ke arah samping. "kau yang bodoh! seharusnya, kau harus bisa mengintai apakah calonmu itu benar-benar masih single atau sudah beristri, jangan pernah berlindung dari kata tidak tahu. karena itu hanya bullshit semata,"ucap Cynthia dengan raut wajah merah padam.
"tapi memang kenyataannya seperti itu Nyonya,"ucap Lita yang mulai melemah dan menundukkan kepala.
Membuat Cynthia yang mendengarnya, semakin melayangkan tatapan tajam terhadap wanita yang ada di hadapannya itu. dan dengan perlahan-lahan, Cynthia melangkahkan kaki menghampiri Lita yang masih menundukkan kepala.
"apakah memang kau sepolos ini?"tanya Cynthia saraya mencengkeram kuat dagu milik Lita.
__ADS_1
Hingga membuat Lita, seketika meringis kesakitan. karena memang, kuku dari wanita itu sangatlah tajam. Hingga terasa melukai kulit tipis milik Lita.
"dengar wanita murahan, kau itu tidak lebih dari seorang pelampiasan!'ucap Cynthia saraya mendorong wajah Lita hingga tertoleh ke arah samping dengan kuat.
Membuat Lita yang mendengar itu seketika melayang ketetapan tajam. "saya bukan wanita murahan!"ucapnya penuh dengan penekanan.
"ibu!"atensi mereka semua teralihkan saat mendengar suara anak kecil memanggil seseorang dengan sebutan ibu. Dan dengan segera, langsung berhambur ke pelukan Lita.
Tentu saja pemandangan itu membuat Cynthia seketika terdiam. dan dengan perlahan, menyentuh dadanya yang terasa berdenyut. seperti ada batu besar yang menghantam jantungnya.
"siapa dia?"tanya Cynthia dengan nada yang sedikit melemah. namun, wanita yang mendapatkan pertanyaan itu, hanya dapat terdiam.
"siapa?!"tanya Cynthia dengan nada yang sedikit keras. hingga membuat Gracia, seketika memeluk ibunya dengan sangat erat.
Namun, pertanyaan dari Cynthia itu masih belum ada jawaban dari Lita. hingga, membuat wanita itu seketika paham.
"sayang, kamu ngapain Di sini?"tiba-tiba saja, atensi semua orang kembali teralihkan. saat mendengar suara berat dari belakang sana.
Membuat Cynthia seketika tersenyum miring. Sepertinya, ada sebuah rencana yang telah disusun oleh wanita itu.
Dengan tanpa basa-basi lagi, Cynthia segera memeluk tubuh laki-laki itu yang tak lain adalah Arya.hingga membuat dua orang, seketika terperangah kaget.
__ADS_1
Siapa lagi orangnya jika bukan Gracia dan juga Arya sendiri. mereka, sama-sama mematung di tempatnya.
"Ayah jahat!"setelah mengatakan hal itu, Gracia seketika berlari masuk ke dalam toko kue milik ibunya.
Padahal, niat awal gadis cilik itu keluar toko hanya ingin memanggil ibunya untuk menemaninya belajar di dalam. Namun ternyata, Gracia mendapatkan kejutan yang langsung berada tepat di hadapannya.
Sementara Arya yang baru menyadari semua itu, seketika mengusap wajahnya dengan kasar. dan setelahnya, melepaskan pelukan Cynthia dari tubuhnya.
Laki-laki tampan itu, sama sekali tidak menyangka jika putri kesayangannya berada diantara kedua wanita itu. karena Arya berpikir, jika Cynthia tengah ribut dengan Lita. dan itu meributkan tentang dirinya. dan itu terhalang oleh tubuh Cynthia yang menghalangi jarak pandang.
Namun, ternyata dugaannya salah besar. ternyata Gracia memang ada di sana di antara Lita dan juga Cynthia.
"kenapa ?ada apa? apa kau menyesal memelukku?"tanya Cynthia dengan nada yang sangat culas.
Bukannya menjawab Arya malah menarik tangan istrinya untuk segera pergi dari sana namun dengan segera, carikan tangan Arya di tepis oleh sang istri.
"apa kau membela anak itu? anak yang dilahirkan dari hasil perselingkuhan?"tanya Cynthia dengan ucapan yang sangat diperlambat dan dipertekan.
Plak.
Wajah Cynthia seketika tertoleh ke arah samping dengan kuat saat mendapatkan satu tamparan keras dari seseorang.
__ADS_1
"jaga ucapan Anda Nyonya Chintya,"dia terlahir dari hubungan yang sah secara agama.*setelah mengatakan hal itu, Lita berjalan dengan cepat untuk menyusul Putri kesayangannya.