
Flash back :
Sepulang dari syuting iklan malam hari, Richard memang sengaja menjemput Alisa. Dia benar-benar memaksa untuk menjemput Alisa, karena ingin menyampaikan sesuatu padanya. Hatinya kini sudah di penuhi oleh Alisa.
Dia juga tidak peduli jika nanti Alisa menolaknya atau berpikir dulu, dia akan menunggu sampai Alisa mau menerima cintanya. Karena dia yakin juga kalau Alisa mempunyai perasaan yang sama dengannya.
Meski cara mencintai Alisa berbeda, tapi dia tahu Alisa juga suka padanya. Kadang juga rasa gengsi Alisa karena dulu Richard memperoloknya hingga sepertinya Alisa membalasnya juga dengan cara meledeknya.
Namun itu yang membuat Richard suka, cara meledek Alisa berbeda dengan dulu dia mengejeknya.
Satu jam Richard menunggu Alisa, kini sudah jam sepuluh malam. Richard tidak sabar menunggu Alisa pulang, ingin dia meneleponnya. Tapi takutnya dia mengganggu acara syutingnya.
Tak berapa lama, Raya keluar lebih dulu. Dia keluar dari mobilnya dan menghampiri Raya.
"Malam Raya." sapa Richard.
"Malam, kamu ada perlu apa di sini." tanya Raya.
"Menjemput Alisa." jawab Richard santai dan tenang.
"Menjemput Alisa? Sejak kapan kamu jadi supir pribadi Alisa?" tanya Raya heran.
"Emm, udah lama sih. Aku akan jadi supir pribadi Alisa, jadi aku minta sama kamu untuk memberikan waktu Alisa denganku." kata Richard.
Raya menautkan kedua alisnya, ada yang aneh pada ucapan Richard pikirnya. Apakah Richard menyukai Alisa?
"Kamu suka Alisa yang sekarang?" tanya Raya menyelidik.
"Ngga, aku suka Alisa dari waktu sepuluh tahun lalu. Dan kebetulan sekarang aja lebih dekatnya, please jangan meledekku Raya." ucap Richard lagi.
Dia tahu Raya tidak percaya dengan ucapannya karena dulu dia suka membuli Alisa juga.
Tak lama Alisa muncul dengan tergesa, dia takut Raya menunggunya terlalu lama. Dan sampai di depan, ternyata Richard sudah ada di sana bersama dengan Raya.
"Raya, kita pulang yuk." ajak Alisa.
"Alisa, apa kamu menjadikan Richard supir pribadimu?" tanya Raya melirik Richard.
"Eh, siapa bilang? Ngga kok." sangkal Alisa.
"Tapi mulai sekarang aku yang akan jadi supir pribadimu, Alisa." kata Richard memotong percakapan kedua sahabat itu.
Alisa dan Raya menggelengkan kepala lalu tersenyum lucu. Richard malah tidak peduli, dia menarik tangan Alisa untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
"Richard apa-apaan sih?" teriak Alisa yang kaget tangannya di tarik oleh Richard.
"Raya, aku pinjam sahabatmu dulu malam ini." teriak Richard sambil menarik tangan Alisa dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Alisa kesal dengan sikap Richard yang memaksanya masuk ke dalam mobilnya, wajahnya di tekuk dan bibirnya seperti bergumam kecil. Richard melihat wajah Alisa yang kesal sangat lucu di matanya.
__ADS_1
"Jangan marah, aku dengan senang hati menjemput kamu setiap pulang syuting atau pulang kuliah." kata Richard.
"Ngga perlu, aku bisa di antar dan di jemput supir kok. Buat apa aku bayar supir mahal-mahal kalau dia hanya bisa mengantar pembantu di rumah aja untuk belanja ke pasar." ucap Alisa ketus.
Tapi wajahnya tidak sekesal tadi, Richard menoleh ke arah Alisa. Dia tersenyum senang Alisa tidak kesal lagi.
"Kita makan malam?"
"Aku udah makan nasi kotak tadi sore."
"Kalau begitu kita cari cemilan di pinggir jalan."
"Ngga usah, aku nanti gemuk. Ngga bisa menjual lagi, mereka akan protes kalau aku gemuk." ucap Alisa lagi.
Richard menghela nafas panjang, dia bingung mau bicara apa lagi. Alisa melirik Richard yang jadi diam karena tanggapannya tidak sesuai keinginan Richard, Alisa tertawa kecli lalu menunduk pelan.
"Kenapa tertawa? Kamu sedang meledekku?"
"Tidak, sebenarnya tujuan kamu menjemputku untuk apa? Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Alisa pada intinya saja.
Karena biasanya Richard menjemputnya pasti ada hal penting yang ingin di bicarakan.
"Ya, aku ingin bicara banyak sama kamu. Tapi aku yakin kamu akan terkejut dan diam." jawab Richard tanpa menolah ke arah Alisa.
Alisa mengerutkan keningnya, menatap Richard yang masih menatap jalanan di liputi gelapnya malam. Tak ada suara lagi setelah ada nada bicara membuat Alisa penasaran, apa yang ingin di bicarakan Richard padanya?
"Kamu mau membicarakan kejiadian itu lagi?" tanya Alisa.
"Tidak, lebih pribadi lagi." jawab Richard melirik sebentar dan kembali menatap jalanan.
"Pribadi?"
"Ya."
Diam lagi Alisa, dia hanya menduga tapi dia takut salah menebak.
"Tentang apa?"
"Kita."
Kan, Alisa menebak itu. Tapi, apa hubungannya dengan Richard?
Kini Richard menepikan mobilnya di tepat agak sepi dan lengang, tapi dia memastikan mobilnya aman dari gangguan penjahat di sekitar itu.
Richard menatap Alisa dalam, dia meraih tangan Alisa dan menciumnya lama. Alisa kaget ingin menariknya tapi di tahan oleh Richard.
"Richard, apa sih ini?" tanya Alisa gugup masih berusaha menarik tangannya.
"Alisa, aku minta maaf atas kesalahanku dulu telah mengejekmu, juga telah percaya pada Alena kalau kamu itu..." ucap Richard sedih.
__ADS_1
"Apa?"
"Kamu itu, emm..."
"Kamu aneh, apa yang di katakan Alena tentangku?"
"Waktu kamu berubah jadi cantik seperti dulu itu, kamu sering pergi dengan om-om ke hotel. Aku minta maaf soal itu, mungkin aku banyak salah sama kamu."
"Memang, kamu banyak salah sama aku." kata Alisa kembali ketus.
Dia juga kesal pada Richard saat itu, namun karena dia ingin menjelaskan tentang kebakaran itu jadi dia lupa kalau Richard kembali menghinanya.
Richard menatap Alisa yang kesal padanya, di raihnya lagi tangan Alisa dan membelainya lembut. Alisa menarik tangannya kasar, tapi Richard kembali menariknya dan menggenggamnya kuat agar Alisa tidak lagi menariknya.
"Alisa, maaf." ucap Richard lagi sambil menunduk, dia merasa menyesal sekali.
Lalu meletakkan lagi tangan Alisa di pangkuan Alisa, lalu dia memegang kemudi dan menjalankan mobilnya lagi untuk mengantar pulang Alisa.
Hening, di antara mereka masih. Masih berkutat pada pikirannya masing-masing tentang rasa kecewa yang berbeda. Tak berapa lama, mobil Richard berhenti di depan rumah Alisa yang sudah sepi.
Alisa masih diam, dia tidak juga turun dari mobil Richard, entahlah rasanya seperti kecewa ketika dia tadi melirik Richard yang merasa bersalah padanya.
Lalu tangannya memegang handle pintu mobil dan membukanya pelan, dia melirik sejenak Richard yang menatapnya sedih.
"Terima kasih." kata Alisa keluar dari mobil Richard.
"Besok aku akan jemput kamu lagi." kata Richard.
"Besok aku tidak ada jadwal syuting, aku ke kampus sore hari." jawab Alisa.
"Ya udah, jam enam sore aku ke kampus menunggu kamu. Dan tidak ada penolakan lagi Alisa." kata Richard.
"Terserah kamu."
Setelah mengatakan seperti itu, Alisa langsung pergi dan masuk ke dalam rumahnya yang pagarnya sudah terbuka karena satpam di rumahnya tahu Alisa sudah pulang.
Di luar dugaan Alisa, ternyata Richard membicarakan kesalahannya dulu. Bukan tentang perasaannya pada dirinya.
Eh?
Apakah Alisa berharap Richard menyatakan cinta padanya?
_
_
_
\=> jangan lupa like dan komen yaa...😊😊
__ADS_1