Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
28. Symonesta Stars


__ADS_3

Hampir satu minggu Alisa dan Alena syuting bareng dalam satu iklan. Sutradara dan produser sangat puas dengan kerja mereka. Alisa senang akhirnya selesai juga syuting dengan Alena, bukan apa-apa Alena selalu membuatnya merasa tidak nyaman di saat selesai syuting.


Tapi di depan kamera dia sangat lihai memerankan jadi orang sangat baik. Memang benar apa kata Alena, dia yang paling bagus memerankan karakter baik. Terutama di depan semua orang, Alisa sendiri merasa risih dengan sindiran dan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan oleh Alena.


Alisa tidak tahu, itu adalah trik Alena untuk membuyarkan pikiran Alisa dan membuat Alisa tidak nyaman. Dia yang akan menjadi artis yang di cap bagus oleh produser.


Dan Alisa akan semakin tidak nyaman dengan Alena, itu akan mengganggu konsentrasinya dalam menjalankan pemotretan atau syuting.


"Raya, entah kenapa aku kok ngga nyaman syuting bareng dengan Alena, dia selalu mengintimidasiku setelah syuting. Aku jadi tidak konsentrasi bekerja." kata Alisa pada Raya.


"Iya, sabar dulu ya. Aku sedang mengusahakan Alena jangan di pasangkan lagi dengan kamu. Ini di luar perkiraanku sih." ucap Raya tanpa sadar.


"Maksud kamu apa?" tanya Alisa heran.


"Eh, bukan begitu. Kemarin aku cari tahu siapa yang memasukkan Alena ke agensi ini. Tapi belum aku teemukan siapa yang memasukkannya kemari." kata Raya.


"Jadi dia masuk melalui jalur lain?" tanya Alisa.


"Bisa jadi." jawab Raya.


Flash back :


Setelah menelepon Anindya, Raya langsung pulang ke rumahnya. Dia tahu Alisa sudah pulang dengan Richard, jadi dia akan langsung pulang ke rumah karena Anindya ada di rumahnya.


Raya mengemudikan mobilnya dengan cepat, dia ingin secepatnya sampai di rumahnya karena Anindya sudah berada di rumahnya saat ini.


Tak berapa lama, Raya sampai di rumahnya. Dia langsung masuk ke dalam rumahnya dan di sana Anindya sedang menyuapi seorang laki-laki duduk di kursi roda.


Raya menghampiri Anindya dan duduk di sebelahnya sambil memperhatikan apa yang di lakukan oleh Anindya.


"Kak, apa kamu yang memasukkan Alena ke agensi itu?" tanya Raya langsung saja.


"Alena?" tanya laki-laki yang tadi di suapi Anindya.

__ADS_1


"Eh, bukan Alena kak. Tapi Alisa, ya dia Alisa sahabatku." kata Raya, dia takut kakak laki-laki yang duduk di kursi roda itu.


"Oh, Alisa adiknya gadis itu?" tanya laki-laki bernama Simon kecewa.


"Ya."


Dan laki-laki duduk di kursi roda itu pun pergi meninggalkan Raya dan Anindya dengan wajah sedih. Raya merasa bersalah pada kakaknya itu, begitu pun dengan Anindya.


Anindya dan Raya adalah saudara sepupu, dan agensi yang menaungi Alisa dan Alena itu sebenarnya milik kakaknya Raya. Agensi itu sengaja di beri nama Symonesta Stars, mengambil nama pemilik sekaligus pemegang saham terbesar di agensi tersebut. Agensi itu baru tiga tahun berdiri tapi sudah banyak mengeluarkan model-model profesional dan sudah merambah dunia model internasional.


Prestasi agensi Symonesta Stars membuat banyak sekali menjadi tujuan utama untuk jadi model. Makanya kemarin Alisa di daftarkan ke agensi milik kakaknya itu dengan mudah karena dia merasa kasihan pada Alisa.


Dan tanpa di duga, Alisa sangat profeaional menjalankan pekerjaannya meski itu adalah casting tapi Alisa bisa mengerjakannya layaknya model profesional.


"Kak, siapa yang masukin dia?" tanya Raya masih penasaan.


"Kamu tidak akan percaya apa yang aku katakan nanti. Heh, memang ya dia mau melakukan apa saja untuk mewujudkan keinginannya." kata Anindya.


Lalu Anindya menceritakan apa yang dia ketahui mengenai Alena yang masuk ke agensi milik kakaknya itu. Raya sampai kaget dengan cerita Anindya mengenai Alena.


"Dia benar-benar obsesi sekali menjadi model, tapi baiklah itu akan mempermudah kita membuat dia sengsara dan jatuh." kata Raya.


"Ya, kamu bisa melampiaskan semua keinginanmu. Tapi tunggu dia akan seperti apa di agensi kita, aku ingin lihat dia akan berbuat apa untuk menjadi model terkenal hingga sampai intermasional." kata Anindya.


"Ya kak, aku hanya minta jangan sampai Alisa terkena dampak dari rencana kita."


"Kenapa kamu sangat melindungi gadis itu?"


"Aku kasihan sama dia, dia yang selalu di tindas oleh Alena. Makanya Alena masuk jadi model di agensi kita mungkin dia merasa iri dan marah sekali. Sudah aku bayangkan Alena akan marah-marah karena Alisa jadi model terkenal."


"Baiklah, aku pulang dulu. Dan kamu harus jaga rahasia kita ini dari sahabatmu itu." pesan Anindya pada Raya.


"Ya, aku jamin, dan tolong nanti bilang sama produsernya agar jangan lagi Alisa di pasangkan dengan Alena. Dia selalu mengintimidasi Alisa dengan kata-katanya." kata Raya.

__ADS_1


"Bilang sama sahabatmu itu, jangan terpengaruh dengan ucapan Alena. Karena itu trik untuk menjatuhkan mental Alisa. Dia harus kuat, dalam persaingan di setiap agensi atau pekerjaan apa pun pasti ada yang seperti itu. Anggap saja itu adalah sebuah ujian untuk menguji mentalnya." kata Anindya.


Benar juga apa yang di katakan Anindya, kakak sepupunya. Alisa harus bisa melawan dengan ucapan Alena, jika tidak maka Alisa akan semakin terpuruk dan dia jatuh mentalnya karena ucapan Alena. Tapi Raya tidak akan membiarkan Alena terus menindas Alisa.


Flash back off


_


Rapat koordinasi antara produset, sutradara juga pimpinan Symonesta Stars sudah selesai. Alisa dan Raya kini masih di tempat syuting, tentu saja Alena kembali seperti biasa mengejek Alisa.


Alisa diam saja dengan ucapan Alena yang terus saja mengejek Alisa. Raya dan Alisa tidak mempedulikan ocehan Alena, hingga semua yang ada di tempat rapat pada keluar.


Alena baru diam, dia agak kesal karena ucapannya tidak di tanggapi oleh Alisa dan Raya. Kemudian Alena pergi meninggalkan Alisa dan Raya.


"Dia capek sendiri jika di acuhkan, makanya nanti kamu jangan mau meladeni Alena. Dan jangan di ambil hati, cukup kamu fokus bekerja sebagai model Alisa." kata Raya memberi nasehat pada Alisa.


"Ya, aku akan mendengarkan katamu. Tapi kadang dia bertindak di luar dugaan. Bukannya aku tidak berani, aku hanya tidak mau bertengkar dengan saudara sendiri." kata Alisa.


"Emm, bukankah dia sering seperti itu? Jadi abaikan saja, aku harap kamu melawan sama Alena." kata Raya lagi.


"Ya, terima kasih ya."


Lalu Alisa dan Raya di panggil, masuk ke dalam ruangan, untuk brifing mengenai syuting film mini seri yang akan di tayangkan di televisi berbayar. Alisa senang, dari film mini seri itu nanti dia bisa mengembangkan aktingnya di dunia film. Dia sengaja tidak mengambil job syuting sinetron. Hanya film mini seri saja, dan banyak produser atau sutradara di luar agensi yang mengatakan Alisa terlalu munafik dengan menolak pekerjaan syuting sinetron, dia juga menjelaskan alasan kenapa tidak mau syuting sinetron.


Dan pihak agensi juga memaklumi alasan Alisa yang tidak mau syuting sinetron. Dan itu tidak masalah bagi agensi.


_


_


_


\=> jangan lupa like and komen ya..😊😊

__ADS_1


__ADS_2