
Setelah Alisa minum obat dan tidur, Richard pun bisa pulang. Besok sebelum ke kantor dia akan berkunjung lagi ke rumah Alisa, memastikan kekasihnya itu baik-baik saja.
"Alisa, aku benar-benar tersiksa kamu seperti itu. Tapi aku masih waras, otakku masih bekerja dengan baik. Jika aku bisa menyelamatkan dirimu dari Darius, sudah ku pastikan kamu juga selamat dariku. Aku ingin secepatnya menikahimu." gumam Richard dalam perjalanannya pulang ke rumahnya.
Malam semakin larut, sementara itu Alisa sudah tidur dan Richard sudah pulang ke rumahnya.
Saat ini Thomas masih menjegal Darius pergi dan dia harus mendapatkan informasi padanya. Kenapa Alisa bisa sampai dengan laki-laki brengsek seperti Darius.
"Heh, apa urusanmu dengan gadis itu? Bukankah lebih baik dia sudah selamat?" tanya Darius dengan sinis.
Dia sendiri akan membuat perhitungan dengan Alena, tapi saat ini dia enggan untuk membuka siapa yang meminta Alisa bertemu dengannya dan harus di bayar dengan mahal.
"Kamu tahu Richard juga temanku, dan Alisa adalah pacarnya. Aku membayangkan jika Richard marah pasti sebesar apa kemarahannya. Pamannya sendiri dia jebloskan ke dalam penjara, apa lagi kamu. Siapa kamu, ku rasa Richard tahu tentangmu." kata Thomas.
"Sudahlah, jangan di perpanjang lagi. Yang jelas aku tidak memasukkan apa pun dalam minuman Alisa. Tanya saja pada pelayan yang mengantarnya itu." kata Darius lagi masih menutupi siapa dalangnya.
Karena dia sendiri yang akan mengurusnya, lagi pula Alena itu kembaran Alisa. Akan terasa menyenangkan jika dia yang akan meminta pada Alena.
Lalu Thomas pun melepas Darius, dia juga mengirim pesan pada Richard agar besok bisa menanyakan pada Alisa kenapa bisa sampai bertemu Darius.
_
Siang hari, di media internet sudah heboh video Alisa bersama dengan laki-laki, bahkan jadi perembutan dua laki-laki. Di beritakan di sana, ternyata Alisa menjadi rebutan para konglomerat dan eksekutif muda. Bahkan Alisa bisa di bayar, begitu kira-kira headline di setiap portal berita gosip.
Raya dan agensi pun ikut kalang kabut di serbu oleh wartawan menanyakan kabar berita tersebut. Pasalnya sangat jelas sekali Alisa di perberutkan oleh dua orang laki-laki, bahkan sampai berkelahi gara-gara ingin bersama Alisa.
Tentu saja agensi menjadi heran, kenapa berita itu turun dan siapa dalang di balik semua penyebaran video tersebut.
"Berita apa ini?" tanya Anindya pada Raya.
Dia ingin mengetahui bagaimana kejadiannya pada Raya sehingga ada video tersebut dan sudah menyebar dalam semalam saja.
"Aku belum konfirmasi sama Alisa kak, kakak tenang aja. Mungkin itu perbuatan seseorang yang ingin menjatuhkan Alisa dan agensi kita." kata Raya.
"Siapa yang merekamnya, dan kenapa Alisa bisa sama dua orang laki-laki itu? Siapa juga kedua laki-laki tersebut?" tanya Anindya lagi.
Dia kesal sekali, wartawan sudah banyak di depan pintu masuk kantor. Sampai petugas keamanan di sana kewalahan menanganinya.
Raya menghela nafas panjang, dia belum melihat video tersebut. Dia ingin menemui Alisa, tapi di depan wartawan sedang menunggunya untuk konfirmasi berita itu.
__ADS_1
"Kamu sudah melihat video itu?" tanya Anindya.
"Belum. Aku ingin tanya dulu sama Alisa, karena tadi malam aku telepon dia bilang ada di kafe Explors untuk menemui seseorang. Aku tidak tahu kalau kejadian itua sampai membuat heboh di media." ucap Raya.
"Sebaiknya kamu melihat video itu, siapa tahu itu hanya salah paham." kata Anindya.
Raya pun mengambil ponselnya, dia membua portal berita tentang Alisa semalam itu. Dan tak lama berita itu hampir menguasai media sosia dan internet. Raya mengklik vindeo dari mulai Alisa keluar bersama seorang laki-laki sambil di pegang tangannya, bahkan laki-laki itu memeluk Alisa. Hati Raya miris, memang benar di video itu Alisa tapi dia tidak tahu laki-laki bersama Alisa.
Sampai pada luar kafe dan akan naik mobil, seorang laki-laki juga menarik Alisa dan mengatakan entah apa pada laki-laki yang membawa Alisa tersebut. Dan Raya merasa kenal dengan laki-laki yang menolong Alisa itu, bahkan dia kenal baju yang di pakainya.
"Thomas." gumam Raya.
Dia terus memperhatikan apa yang terjadi, dan Alisa di bawa oleh Thomas untuk entah mau kemana. Hati Raya terasa nyeri, kenapa Thomas bersama dengan Alisa. Raya meletakkan ponselnya, dia tidak kuat melihat video selanjutnya.
Anindya melihat Raya seperti menangis melihat video tersebut jadi heran.
"Ada apa Raya?" tanya Anindya.
"Lihatlah kak siapa laki-laki yang bersama Alisa itu sekarang. Hik hik hik." ucap Raya masih menangis tersedu, hatinya sakit.
Anindya pun melihat kelanjutan video tersebut. Memang jelas itu Thomas, dan di video tersebut kembali laki-laki yang pertama membawa Alisa memukul dan menendang Thomas hingga Thomas terhuyung, dan Alisa kembali pada laki-laki tersebut. Memaksa Alisa masuk ke dalam mobil. Tapi tiba-tiba seorang laki-laki lain datang, dan Anindya kenal laki-laki itu. Ya, dia merebut Alisa lagi dan entah berkata apa dengan wajah marah serta memukul laki-laki yang pertama membawa Alisa.
"Hei, bukankah itu Richard?" tanya Anindya.
Kini Raya dan Anindya saling pandang, pasti Richard dan Thomas mengetahui masalah tadi malam yang bikin heboh di internet.
"Coba kamu hubungi pacarmu itu." kata Anindya.
"Tunggu, aku baru ingat kalau Richard minta cuti satu minggu untuk Alisa. Aku belum tahu kenapa, dia bilang sakit. Dia menghubungiku semalam, katanya dia akan menemuiku dengan Thomas." kata Raya baru ingat dengan Richard meneleponnya semalam.
"Kalau begitu, tunggu mereka datang. Aku yakin mereka tahu kenapa Alisa seperti itu." kata Anindya.
Raya pun menghapus air matanya yang tersisa di pipi. Dia harus berpikir positif pada Thomas. Bagaimana pun, dia sangat mencintai Thomas dan memang harus meminta penjelasan padanya tentang video itu.
_
Kini Raya, Thomas dan Richard berada di sebuah restoran yang memang sangat ketat penjagaannya. Semua di periksa jika ada yang masuk, jadi aman untuk mereka bertemu. Meski tadi Raya sangat kesusahan untuk keluar dari kerumunan wartawan yang ingin meminta berita dan pertanyaan pada Raya.
Ketiganya pun sepakat untuk makan siang lebih dulu, baru membicarakan tentang video tersebut. Meski Thomas tahu, ada raut wajah sedih dan kecewa pada Raya. Dia tahu Raya kecewa padanya, meskipun itu hanya menolong saja bentuk kedekatan Alisa dengan Thomas.
__ADS_1
Thomas melirik Raya yang tidak berselera makan siang ini, dia mengambil makanan dan menyuapkannya pada Raya. Raya menatap Thomas lalu membuka mulutnya.
Richard juga paham akan kekecewaan Raya pada Thomas. Mereka sudah tahu tentang video yang tersebar di internet itu. Dan kini meraka akan berinding mencari siapa dalang sebenarnya.
Setelah makan selesai, kini Richard yang pertama bicara. Karena dia yang tahu lebih jauh kenapa Alisa bisa sampai di kafe Explors dengan Darius.
"Raya, maaf sebelumnya atas nama Alisa. Aku tadi pagi ke rumah Alisa dan bertanya awal semua kejadian tadi malam. Dan kamu harus percaya saka pacarmu itu, dia hanya menolong Alisa karena kebetulan Thomas yang berada di sana." kata Richard pada Raya.
Raya menatap Thomas yang sejak tadi menatapnya lembut. Dia meminta pada Richard untuk menjelaskan semuanya pada Raya agar kekasihnya itu tidak salah paham.
"Apa yang terjadi dengan Alisa semalam?" tanya Raya pada Richard.
Lalu Richard menceritakan dari awal Alisa di beritahu sampai Alisa di beri obat perangsang oleh seseorang. Hingga dia tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Raya pun terkejut, mulutnya pun menganga. Tidak percaya kenapa semua itu di alami Alisa.
"Sekarang dia bagaimana?" tanya Raya merasa cemas pada Alisa kini.
"Dia sudah tidak apa-apa. Makanya aku meminta sama kamu untuk memberi cuti pada Alisa selama satu minggu." jawab Richard.
Raya terdiam, bisa di bayangkan seagresif apa Alisa ketika di kuasa obat itu, dia menatap Richard. Ingin bertanya bagaimana Alisa bisa sadar dan terlepas dari obat itu.
Tatapan Raya dan Thomas pada Richard membuat senyuman di bibir Richard. Dia tahu tatapan kedua sepasang kekasih itu.
" Aku bukan laki-laki yang memanfaatkan keadaan. Dia sangat berharga bagiku, aku tidak mau melakukannya hanya karena Alisa di pengaruhi obat tersebut." kata Richard dengan santai.
Raya menghelan nafas lega, tapi Thomas tidak. Dia malah mencibir Richard dengan tatapannya itu.
"Kamu tidak percaya sama aku?" tanya Richard pada Thomas.
"Aku percaya, tapi aku membayangkan betapa tersiksanya dirimu menahan gejolak yang sama ketika menolak Alisa." cibir Thomas.
"Sialan. Tapi memang aku sangat tersiksa tadi malam, tapi aku berhasil menahannya. Karena Alisa akan memyerahkannya nanti tanpa harus di bantu obay itu."
"Ya ya, aku salut padamu."
"Apa yang kalian bicarakan?"
_
_
__ADS_1
_
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤