Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
35. Rencana Licik Alena


__ADS_3

Alisa menghampiri Richard yang berada di depan rumah sedang menelepon seseorang menghadap pagar rumah Alisa. Alisa tersenyum dan dia memeluk Richard dari belakang membuat Richard kaget dan berbalik menghadap ke arah Alisa yang sedang tersenyum padanya.


Richard mencium bibir Alisa sekilas dan menyudahi obrolannya di telepon. Dia masukkan ponselnya ke dalam saku celananya dan merengkuh pinggang Alisa. Rasanya dia ingin memeluk dan mencium Alisa terus, namun dia sadar sedang berada di mana.


"Kamu sudah lebih baik setelah libur satu minggu?" tanya Richard membelai pipi Alisa.


Persis seperti anak kecil yang sedang bermanja manja pada ayahnya, begitulah posisi Alisa pada Richard. Sangat lucu dan menggemaskan, membuat Richard tidak bisa menahan untuk terus mengecup bibirnya.


"Lumayan, setelah kamu datang aku tambah lebih baik." jawab Alisa.


Dia lalu mengajak Richard duduk di kursi teras rumahnya, dia duduk di sebelah Richard masih memegang tangan kekasihnya itu.


"Aku sedang mengurus para wartawan untuk memblow up beritamu itu sejak dua hari yang lalu, sekarang sedang berkembang adalah tentang rumah produksi Symonesta Stars. Kamu jangan khawatir, Raya juga Anindya sudah melakukan pres konfres. Janga bersedih lagi ya." kata Richard pada Alisa.


"Aku ngga sedih, cuma kecewa aja." kata Alisa.


"Maaf ya, gara-gara kamu jadi saksi di persidangan membuat kamu jadi terbawa berita yang tidak benar." ucap Richard menatap Alisa.


Dia merasa bersalah, dia juga tidak tahu kalau Alisa pernah di dorong oleh pamannya itu hingga wajahnya terbakar. Jika dia tahu seperti itu, tidak akan membawa Alisa sebagai saksi. Tapi tuduhan pada tuan Rendra jadi bertambah, dengan adanya pengakuan Alisa itu tuan Rendra di jerat hukuman tujuh belas tahun penjara.


Lama juga Richard berada di rumah Alisa, karena hari Minggu Richard sengaja datang ke rumah Alisa agak siang menjelang makan siang. Dia juga makan siang di rumah Alisa, Alisa senang Richard bisa mencicipi masakannya siang ini.


"Enak ngga masakanku?" tanya Alisa.


"Emm, enak banget. Kamu pandai memasak?" tanya Richard menyuap makanannya.


"Ya, dulu yang masak di rumah mama adalah aku. Pembantu di rumah mama cuma beres-beres aja, lebih tepatnya sih cuma bantu sekedarnya aja. Aku yang jadi pembantu di rumah mama, semuanya aku yang kerjakan." ucap Alisa lirih.


Richard menghentikan kunyahannya, dia menatap Alisa. Sangat sakit mendengar kekasihnya bercerita kalau selama hidup di rumah ibunya jadi pembantu tanpa bayaran. Dia membelai pipi Alisa dengan lembut, membuat Alisa tersenyum padanya.


"Jangan sedih, aku tidak akan membiarkan tanganmu sakit dan kasar lagi nanti setelah kamu menikah denganku." kata Richard.


"Tapi aku pengen masakin kamu terus nanti, pengen jadi istri yang sesungguhnya. Karena itu cita-citaku kecilku juga." ucap Alisa.


"Jadi cita-cita besarnya apa?" tanya Richard menatap Alisa.


"Emmm, rahasia deh." jawab Alisa lucu dan menyembunyikan wajahnya di lengan Richard yang menempel di kursi.

__ADS_1


"Lho, kok rahasia? Biar aku tahu dan siapa tahu aku bisa membantumu untuk mewujudkannya. Apa cita-citw besarnya?" tanya Ruchard lagi masih penasaran.


"Ngga mau, nanti aja kalau memang sudah pasti dan yakin." ucap Alisa membuat Richard semakin penasaan.


"Jadi, aku ngga boleh tahu?"


"Belum saat ini, nanti jika aku benar-benar yakin dan mengharapkan itu terjadi. Aku akan katakan sama kamu kok."


"Ya sudah, semoga cita-cita besar kamu secepatnya tercapai." doa Richard dengan tulus untuk kekasihnya.


Alisa menengadahkan tangannya untuk mengaminkan doa Richard untuknya. Lalu dia tersenyum manis pada Richard.


_


Kini Alena sudah ada di studio poto di kantor agensi, hari ini ada pemotretan untuk menggantikan Alisa yang sedang cuti libur. Dia senang bukan main menggantikan Alisa selama seminggu ini. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan karirnya dalam akting juga model.


Selama ini dia hanya sebagai pengganti model yang tidak bisa hadir di waktu itu. Dan saat ini Alena sedang sesi pemotretan. Banyak model yang melihat gaya dan pose Alena agak kaku, tidak seperti adiknya Alisa.


Dua jam melakukan sesi poto, kini waktunya istirahat selama sepuluh menit. Mereka berkumpul di bagian ruang khusus istirahat bagi para model.


"Alena, kamu kenapa waktu itu bilang kalau Alisa itu melakukan operasi plastik. Nona Raya mengatakan kalau Alisa itu dia yang menemani le salon setiap minggunya untuk perawatan. Apa kamu berbohong?" tanya Manda, model seangkatan dengan Alisa.


"Tentu saja aku yang benar, karena aku saudaranya. Jadi aku yang lebih tahu, sedangkan Raya itu cuma temannya. Managernya saja, jelas aku yang tahu banyak." kata Alena dengan percaya diri.


"Di mana Alisa operasi plastik?" tanya Selly di sebelah Manda.


"Ya, pasti di klinik kecantikan atau ke rumah sakit bedah." ucap Alena dengan angkuh dan sinis.


"Tapi pernah aku tanya sama Alisa duku, dia hanya perawatan ke salon. Apa kamu yang bohong?" tanya Manda.


"Eh, ya jelas dia yang bohong. Mana ada orang operasi plastik mengaku."


"Tapi anehnya kenapa manajemen Symonesta Stars memenangkan Alisa sebagai juara waktu itu. Sedangkan waktu itu penilaian sangat ketat, dan memang menurutku Alisa pantas jadi juara. Bukan hanya cantik, tapi juga gaya dan penampilan Alisa memang pantas jadi juara menurutku." kata Manda lagi.


"Mungkin dia main belakang sebelumnya dengan manajemen Symonesta Stars. Aku dengar Raya itu saudara Anindya pemilik Symonesta Stars." kata Alena lagi meyakinkan Manda dan Selly untuk percaya dengan ucapannya.


"Tapi aku lebih menilai Alisa memang berbakat, menurutku tidak peduli dia cantik karena operasi plastik atau tidak. Alisa memang berbakat dalam bidang modeling." ucap Manda lagi.

__ADS_1


"Ya, aku setuju." Selly menimpali.


Alena terdiam, dia kesal dengan ucapan Manda dan Selly yang tetap mendukung Alisa.


"Ayo guys, kita mulai lagi sesi potonya. Jangan sampai potografer menunggu lama." ucap penanggung jawab sesi pemotretan hari ini.


_



sekalian promo punya teman othor nih kaka, karya dari Reni T, ceritanya oke lho ya..


_


Selama seminggu itu, Alena gunakan untuk mempengaruhi teman-teman model agar membenci Alisa. Dan rencana Alena berhasil, ada dua orang yang awalnya tidak terlalu suka dengan Alisa kini terhasut oleh ucapan Alena.


Alena memperngaruhi model lain dengan mendekati mereka saat istirahat pemotretan.


"Kamu yakin Alisa itu operasi plastik?"


"Tanya aja sama dia, tapi percuma juga tanya dia. Pasti jawabannya juga menyangkal. Dia juga sengaja mengajak Raya untuk jadi managernya agar memuluskan dia menjadi model terkenal. Karena dia tahu Raya itu dekat dengan Anindya." kata Alena dengan antusias.


"Emm, jadi begitu caranya agar jadi model terkenal. Licik juga ya, kalau begitu caranya aku juga bisa mendekati potografer kita itu. Dia juga bisa lho di negoisasi untuk membuat kita terkenal, dia punya koneksi untuk menawarkan kita pada produk iklan yang akan di lakukan oleh model yang dia mau." kata salah satu model.


"Ooh, begitu ya. Baru tahu, tapi mungkinkah Alisa juga melakukan negoisasi dengan potografer itu?" tanya Alena membuat opini baru agar mereka menyangka Alisa memang melakukan hal yang buruk.


"Bisa jadi, soalnya dia sering lho aku lihat berdiskusi dengan potografer itu atau bercanda." kata satu model lainnya menimpali.


Senyum Alena mengembang puas, rencana Alena berhasil membuat teman-teman model tidak menyukai Alisa. Dan nanti tiba saatnya Alisa mulai aktif lagi, dia tinggal melihat bagaimana reaksi teman-teman model itu menyudutkan Alisa.


_


_


_


\=> jangan lupa like and komen yaa..😊😊

__ADS_1


__ADS_2