
Alena sudah menghubungi laki-laki yang akan bertemu dengan Alisa. Tinggal dia menunggu Bela memberitahu akan rencananya untuk makan malam, Alena sedang bersemangat untuk merekam dan menyewa orang untuk mengikuti kemana nanti laki-laki itu membawa Alisa.
Tak lupa juga dia akan menunggu dari jauh dan akan memberikan minuman untuk Alisa ketika laki-laki itu sudah datang.
"Hahah, rasanya tidak sabar untuk melihat Alisa ingin bercinta karena obat." ucap Alena lagi di dalam kamarnya.
Dan esok harinya, Bela mendekat pada Alisa untuk rencana Alena.
"Alisa, apa malam ini kamu sibuk?" tanya Bela.
"Emm, ngga sih. Kenapa memangnya?" tanya Alisa.
"Ada seseorang yang sangat ingin banget makan malam dengan kamu malam ini. Katanya ini kejutan buat kamu, apa kamu mau?" tanya Bela.
Alisa mengerutkan dahinya, siapa orangnya? Bukankah kalau penggemarnya yang meminta itu pasti melalui Raya?
"Dia siapa?" tanya Alisa.
"Ada, pokoknya dia sangat dekat sama kamu." jawab Bela sambil tersenyum.
"Yang paling dekat itu Raya sama Richard, ngga mungkin dia mengatakannya pada Bela." gumam Alisa.
"Mau ya Alisa?" tanya Bela memastikan Alisa mau.
"Boleh deh, jam berapa?"
"Sekitar pukul delapan malam. Apa itu tidak terlalu malam untuk sebuah makan malam?" tanya Bela.
"Ku kira tidak. Baiklah, nanti malam aku mau kok. Di mana itu tempatnya?" tanya Alisa.
"Di kafe Explors, nanti di sana ada yang menunggumu." kata Bela.
"Oke, terima kasih ya Bela." kata Alisa.
"Ya, sama-sama."
Bela pergi, dan Alisa melirik jam di tangannya. Masoh jam enam sore, sambil berpikir siapa yang ingin mengajaknya makan malam sebagai kejutan. Apakah Richard?
Tapi Richard bilang dia tidak bisa menjemputnya cepat. Paling cepat pulang dari survei di lapangan sekitar jam setengah sembilan, kemungkinan jam sembilan bisa menjemputnya pulang.
Alisa pun menemui Raya di ruangan kantornya, tapi ternyata tidak ada.
"Kalau ke kafe itu sekarang, nanti aku menunggu lama banget." ucap Alisa gelisah.
Entah dia mau apa lagi, tapi dia pun akhirnya menghubungi Richard. Tapi tidak tersambung, dia kini mengirim pesan pada Richard kalau dia tidak usah menjemputnya karena sudah pulang ke rumah.
Kini Alisa akan pulang ke rumah, untuk mempersiapkan nanti malam. Dia menyetop taksi di depan kantor agensi menuju rumahnya.
_
Pukul tujuh, Alisa sudah bersiap. Dia di beri tahu kalau kafe tersebut dengan nomor mejanya juga. Dan kini Alisa sedang merapikan bajunya, hanya dres selutut dan lengan pendek. Dres itu berwarna biru pastel, sangat manis di kenakan oleh Alisa.
Tuut
Suara ponsel Alisa berbunyi. Dia pun mengambilnya, tertera nama Raya di sana.
"Halo?"
"Kamu sudah pulang?" tanya Raya.
"Sudah, ini aku mau bersiap mau makan malam di kafe Explors." jawab Alisa.
__ADS_1
"Dengan Richard?" tanya Raya heran.
"Bukan, aku ngga tahu dengan siapa. Tadi kata Bela dia dekat dengan aku, jadi aku pikir mungkin siapa ya penggemarku." kata Alisa.
"Emm, sepertinya tidak mungkin kalau penggemar. Mereka akan meminta melaluiku dulu, kenapa dari Bela? Dan siapa dia?"
"Aku ngga tahu, udah dulu ya. Aku janjian jam delapan malam ini, jadi sebentar lagi aku berangkat."
"Oke, hati-hati ya."
"Ya, terima kasih."
Klik
Alisa mematikan ponselnya, dia masukkan ke dalam tas dan keluar dari kamarnya untuk meminta supir mengantarnya sampai di kafe Explors.
Setengah jam perjalanan, Alisa sampai di kafe Eksplors. Dia berjalan menuju tempat yang sudaj di pesan untuknya. Masih sepi, belum ada tanda orang di sana.
Tapi dari kejauhan, Alena sedang memperhatikan Alisa yang mulai duduk di kursi yang sudah di pesan. Dia tersenyum puas penuh kemenangan.
"Sebentar lagi karir dan dirimu akan hancur Alisa, Richard juga akan membencimu. Hahaha!" kata Alena dengan tawa jahatnya.
Alisa duduk dengan tenang, belum ada pelayan yang menghampiri.
Ada beberapa pengunjung di sana yang juga sedang mengobrol atau pun sekedar ingin makan dan dan minum, karena di kafe itu juga bukan hanya tempat ngopi dan nongkrong saja. Tapi juga untuk berkumpul keluarga.
Terbukti juga ada beberapa tempat yang menyediakan khusus untuk berkumpul keluarga.
Ada juga beberapa orang yang sedang mengadakan rapat serius di tempat itu agar terlihat santai.
Alisa mulai gelisah, kenapa orang yang membuat janji belum datang juga. Sekarang sudah pukul sembilan malam kurang lima menit. Untung saja tadi di rumah dia memakan kue dan puding yang di buat oleh pembantunya.
Dia pun sedikit menjauh lalu menghubungi Alena yang tidak jaimuh dari tempat itu.
"Halo, benarkah gadis yang kamu berikan itu Alisa model terkenal itu?" tanya laki-laki itu yang terus saja memperhatikan Alisa yang gelisah.
"Ya, anda terkejut? Dan dia spesial kan buat anda tuan?"
"Tentu saja, tapi apa kamu yakin dia mau untuk melakukan itu denganku?"
"Tenang saja, jika dia mengatakan tidak aku akan memberikan sesuatu pada minumannya. Bagaimana tuan?"
"Hahah, kamu memang licik. Tapi memang aku suka dia, aku ingin tahu bagaimana dia meminta sesuatu itu padaku. Hahah."
"Berarti sepadan kan bayaran yang tuan berikan? Sesuai perjanjian, uang di lunasi setelah anda melihat gadis itu."
"Tentu, aku akan transfer uangnya setelah kita pergi dari tempat ini."
"Baiklah, saya tunggu tuan."
Klik
Telepon pun di tutup, laki-laki itu pun mendekat dan menghampiri Alisa yang masih bingung dan gelisah. Dengan senyum mengembang, dia menyapa Alisa dengan ramah.
"Halo? nona Alisa?" sapa laki-laki itu ramah.
Alisa menoleh, dia mengerutkan dahinya menatap laki-laki yang menyapanya itu.
"Ya, anda siapa?" tanya Alisa heran.
Laki-laki itu pun duduk berhadapan dengan Alisa yang masih bingung dengan kehadirannya itu. Senyum mengembang dari bibirnya.
__ADS_1
"Perkenalkan, nama saya Darius yang akan menemani anda nona." kata laki-laki bernama Darius tersebut dengan mengulurkan tangan.
Hatinya sangat senang, dia bisa bertemu dengan Alisa. Sekaligus akan memperdaya perempuan cantik itu, pikir Darius.
Sedangkan Alisa masih bingung, dia belum juga menjabat tangan Darius.
"Anda jangan khawatir nona Alisa, emm saya memang yang akan menemani anda di sini." kata Darius lagi.
"Tapi, bukan kamu yang saya tunggu. Saya ...." kata Alisa menggantung.
"Tidak masalah, apakah anda sudah memesan minuman?" tanya Darius dengan basa basi.
"Belum, mungkin saya salah orang kali ya. Maaf kalau saya salah duduk."
"Eh, tidak nona. Apakah nona Alisa ini menunggu orang kan?"
"Ya, tapi saya juga tidak tahu siapa orangnya." ucap Alisa.
Darius tersenyum lagi, dia menatap Alisa dengan intens. Dan sepertinya dia mengenal wajah Alisa pada Alena, senyum miring mengembang di bibirnya. Ternyata Alena licik juga, tapi dia akan menikmatinya nanti. Dan sepertinya tidak mudah untuk menaklukkan Alisa, lagi pula kabar berita mengatakan kalau Alisa sudah punya kekasih. Ini sangat mengherankan.
"Tuan Darius, maaf sebelumnya. Saya harus pulang, karena saya tidak biasa berada di luar pada malam hari jika sendirian." kata Alisa lagi.
"Aaah, saya kecewa sekali. Padahal saya ini juga penggemar anda lho, apakah anda tega mengecewakan penggemar anda ini?" tanya Darius mulai dengan rayuan gombalnya.
"Oh, maaf kalau begitu. Baiklah tapi hanya minum saja, setelah ini saya harus pulang." kata Alisa.
Benar-benar perempuan rumahan, tidak pernah keluyuran dan juga tidak bertemu dengan laki-laki sembarangan, dia yakin itu. Perfect, pikir Darius.
Lalu Darius memanggil seorang pelayan untuk memesan minuman. Alisa hanya memesan jus saja.
Sementara itu, Alena mulai beraksi. Dia mengikuti pelayan yang tadi di panggil Darius dan menunggunya.
Tak lama pelayan itu datang dengan membawa minuman yang di pesan serta kue kudapan saja.
"Pelayan, sini dulu." panggil Alena.
"Ya nona, ada apa?"
"Mana minuman pesanan perempuan itu?" tanya Alena.
"Oh, yang jus mix fruit nona. Yang ini." jawab pelayan menunjukkan minuman Alisa.
"Oh, emm bisa kamu ambilkan gelas lagi? Sepertinya gelasnya itu masih kotor. Biar minumannya saya jaga di sini." kata Alena.
Pelayan itu jus di tangan Alena, sedangkan Alena mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan di masukkan ke dalam minuman Alisa. Tak lama pelayan datang dan mengganti gelasnya.
Alena pun pergi, dia pun menatap ke arah Alisa dengan senyum puas dan bahagia.
"Hahah, Alisa. Kamu akan jadi gadis tidak berguna malam ini. Lihat saja, orang suruhanku akan selalu mengikuti kemana kamu pergi. Hahaha!!"
_
_
Promo novel bagus, cuus kaka buka aplikasi dan cari dengan tema di atas..😉😊
_
😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤
__ADS_1