
Sejak acara talk show itu, kembali Alisa jadi trending topik lagi, dia di bicarakan oleh penggemar atau haters mengenai kedekatannya dengan saudara kembarnya Alena. Semua membicarakan Alena dan Alisa yang berbeda sifat atau keberuntungan. Semua membuat opini sendiri dengan kedetakan Alisa dan Alena, bahkan ada juga yang mengatakan kalau mereka tidak kembar meskipun mirip.
Perbedaan watak dan juga pandangan seperti apa yang di katakan Alisa, memang sangat kentara terlihat meskipun Alena belum pernah di wawancara di televisi. Dia hanya berbicara di depan wartawan yang sedang menunggu dan membuay spekulasi pada wartawan yang ada di sana.
"Jelas Alisa yang cantik juga anggun, kalau Alena terlihat sombong. Model seperti itu ngga bakal maju." tulisan seorang penggemar di laman komentar acara talk show kemarin.
"Iya, dia terlalu sombong. Lagi pula, apa pantas mengatakan kebohongan demi mendapatkan sanjungan dari penggemar?"
"Alisa tetap di hati."
Banyak sekali komentar positif tentang Alisa, namun Alena banyak yang mencibir. Alisa membaca komentar para netizen itu hanya tersenyum saja.
Sementara itu, di rumah Alena ibu Rosi sedang menghibur anak kesayangannya mengenai Alisa. Alena marah pada Alisa karena Alisa masuk televisi dan di wawancara di acara talk show itu.
"Kenapa harus dia lagi sih ma? Kenapa harus Alisa si gadis jelek itu yang terkenal dan di sanjung. Aku tidak suka sama Alisa!" teriak Alena.
"Alena sayang, kamu jangan marah-marah seperti itu. Itu sudah jalannya dia jadi terkenal, dan kamu juga nanti pada saatnya terkenal Alena." ucap ibu Rosi menenangkan anaknya yang marah tidak jelas.
"Aku ngga mau tahu ma, yang jelas aku mau terkenal juga. Kenapa semua seolah simpati sama gadis jelek itu?" ucap Alena dengan sengit.
Wajahnya menegang menahan amarah, dia masih menatap televisi yang menayangkan berita tentang Alisa. Dan dia kini bangkit dari duduknya pergi masuk ke dalam kamarnya.
Bug!
Suara keras pintu kamar Alena, seperti biasa. Jika sedang marah apa saja yang jadi sasaran kemarahannya. Ibu Rosi kadang lelah menghadapi anak kesayangannya itu jika sedang marah.
Pikirannya, dia akan menemui Alisa, entah mau apa. Yang jelas dia ingin menemui anak yang selalu dia kucilkan sejak suaminya meninggal. Bahkan sebelum meninggalpun, ibu Rosi selalu memperlakukan berbeda antara Alisa dan Alena. Padahal kedua anaknya itu sama-sama anak kandungnya.
_
Hari Minggu, hari libur bagi Alisa di rumah. Rencana dia akan pergi jalan-jalan dan pergi nonton bioskop nanti siang dengan Richard. Dia akan merapikan rumah dan juga bersantai dulu sebelum pergi.
"Hari ini masak tidak non Alisa?" tanya mbok Darmi pada Alisa.
"Masak aja mbok, kan buat mbok sama pak Sanip juga mang Udin. jawab Alisa.
__ADS_1
"Non Alisa ngga makan di rumah?" tanya mbok Darmi.
"Aku makan di luar dengan Richard." jawab Alisa.
"Ehm, semakin lengekt aja nih si non Alisa. Menikah aja non dengan den Richard." ucap mbok Darmi.
Alisa tersenyum, dia menatap mbok Darmi saja. Memang ada rasa keinginannya menikah dengan Richard, dia sudah yakin dengannya. Tapi dia masih belum yakin dengan bisa menikah secepatnya dengan Richard.
Pak Sanif masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat, membuat Alisa dan mbok Darmi heran. Biasanya jika pak Sanip masuk dengan jalan cepat, ada tamu atau Richard sudah datang. Tapi Richard akan datang jam sebelas siang, kenapa cepat sekali? Pikir Alisa.
"Ada apa pak Sanip?" tanya Alisa.
"Den Richard sudah datang mungkin non." jawab mbok Darmi menebak.
"Bukan mbok, itu di luar ada yang mengaku ibunya non Alisa. Ibu Rosi katanya." jawab pak Sanip.
Tentu saja membuat Alisa terkejut dan diam tidak percaya, pun mbok Darmi juga. Mbok Darmi dan Alisa saling pandang, soalnya baru kali ini ibu Rosi datang mengunjungi Alisa semenjak dia jadi model.
"Ya sudah, suruh masuk aja pak Sanip. Saya akan bersiap dulu." kata Alisa.
Pak Sanip pun kembali keluar rumah untuk mempersilakan ibu Rosi masuk ke dalam rumah. Penjagaan rumah Alisa memang sengaja di perketat, selain permintaan Alisa, Richard juga memberi tahu juga sama satpam Alisa itu agar jangan sampai orang bertamu masuk sembarangan ke dalam rumah. Harus ada izin dari Alisa terlebih dahulu jika Alisa ada di rumah.
Setelah mengganti bajunya yang tadinya hanya memakai celana pendeka dan kaos longgar saja, Alisa kini memakai kaos oblong dan rok pendek saja, terlihat sopan.
Dia lalu menuju ruang tamu yang mungkin ibunya sudah berada di sana. Ada rasa rindu juga pada ibunya, namun semenjak dia di usir dari rumah ibunya itu meski dia sudah sukses jadi model. Ibu Rosi tidak memperlihatkan sisi simpati pada Alisa.
Alisa melihat ibunya berdiri menghadap ke dinding dan menatap poto Alisa yang besar itu, Alisa mendekat. Ingin dia mencium tangan ibu Rosi, tapi dia tahan terlebih dahulu.
"Mama." panggil Alisa pada ibu Rosi.
Ibu Rosi pun menoleh ke arah suara Alisa. Dia terpaku melihat penampilan Alisa yang berbeda dari pertama kali Alisa berkunjung ke rumahnya.
Ibu Rosi menatap Alisa dengan kagum di dalam hati saja. Dia pun mendekat pada Alisa, namun wajah angkuhnya masih di perlihatkannya pada anaknya itu.
Alisa tahu, ibu Rosi mengunjunginya ada sesuatu yang ingin di bicarakannya.
__ADS_1
"Mama kemari mau apa?" tanya Alisa mempersilakan ibunya duduk.
Dia ingin memeluk ibu Rosi, tapi ibu Rosi mundur selangkah. Membuat Alisa bersikap datar dan dingin. Dia tidak seperti Alisa yang dulu masih tinggal di rumah ibunya itu.
"Mama mau bilang sama kamu, sudahi karir kamu sebagai model. Mama tidak suka kamu tebar pesona ke media wartawan, seolah kamu paling cantik Mama tidak suka kamu berbicara seolah saudara kamu itu jahat." kata ibu Rosi.
Alisa diam, mendengarkan apa yang di katakan ibunya itu. Ada senyum sinis di bibirnya, lagi-lagi masalah Alena. Sampai kapan ibunya itu terus melindungi anak kesayangannya itu.
"Aku sudah tidak tinggal di rumah mama lagi, jadi aku bebas menjadi siapa saja dan bekerja apa saja. Duniaku model dan juga artis, mama tidak bisa memaksaku untuk menentukan karirku sebagai model atau apa saja. Jika aku bukan model dan aku sebagai dokter sekali pun, mama tetap aka membenciku. Di mata mama aku adalah anak yang tidak pernah ada, padahal aku juga anak mama." kata Alisa datar.
Inu Rosi diam, tatapannya menandakan kalau dia marah dengan ucapan Alisa yang sekarang lebih berani.
"Kamu melawan sama orang tua?"
"Tidak. Tapi mama yang memintaku untuk melawan mama, aku tidak berniat melawan mama. Tapi mama yang mengajarkan aku melawan." ucap Alisa.
"Alisa! Sombong sekali kamu?!"
"Mama pasti kemari karena Alena kan? Dia gadis tidak berguna, hanya merepotkan orang tua saja. Dia hanya bisa marah-marah dan perintah saja. Apa yang dia bisa? Masuk agensi juga tidak bisa menjadi model profesional, mengumbar aib saudaranya sendiri bahkan berkata bohong di depan wartawan." ucap Alisa lagi lebih tegas.
"Alisa! lancang sekali kamu berkata seperti itu. Ingat ya Alisa, mama tidak akan pernah mengakuimu jadi anak mama. Sudah besar dan terkenal menjadi sombong, anak durhaka." umpat ibu Rosi.
Dia benar-benar marah pada Alisa. Alisa pun tersenyum sinis.
Dan tak berapa lama, ibu Rosi pergi meninggalkan Alisa sendiri di ruang tamu itu. Dia pergi tanpa permisi sama Alisa dengan keadaan marah.
"Heh, benar-benar mama di butakan oleh anak kesayangannya itu."
Setelah berkata demikian sendiri, Alisa masuk lagi ke dalam kamarnya. Dia akan bersiap untuk pergi kencan dengan Richard siang ini.
_
_
_
__ADS_1
\=> jangan lupa like and komen yaa 😊😊