Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
73. Berunding


__ADS_3

Sejak berita video Alisa itu tersebar, justru Bela tidak pernah datang ke kantor agensi. Dia seolah hilang entah kemana. Raya dan Alisa kebingungan dan merasa aneh.


Bahkan banyak yang berbisik, jika video Alisa itu sengaja di buat oleh Bela. Sedangkan Bela sendiri sebenarnya sedang pergi dengan Alena keluar negeri.


"Alena, apa kita akan di pecat jika terlalu lama absen untuk pemotretan dan syuting? Jadwalku minggu ini padat." kata Bela.


Dia sendiri tidak tahu apa tujuan Alena mengajaknya jalan-jalan keluar negeri untuk menghindari pertanyaan Alisa atau Raya tentang dirinya.


"Lo tenang aja Bela, yang penting dalam seminggu ini kita senang-senang liburan di negeri lee min ho ini. Gue yang bayar semuanya, urusan nanti di agensi urusan belakangan." kata Alena.


"Tapi gue ngga enak aja sama manajer gue, dia terus di telepon gue ada di mana." ucap Bela.


Alena mendengus kesal, dia susah sekali untuk membungkam Bela. Bagaimana caranya agar Bela tidak cerita kalau dirinya yang menyuruhnya Alisa datang ke kafe Expolors. Lagi pula, sepertinya Darius tidak menghubunginya lagi. Berarti Alisa telah berhasil di perdaya.


Tinggal tunggu satu minggu Alena pulang, dia akan bersikap tidak tahu apa yang terjadi pada Alisa.


"Kalau lo mau pulang, silakan. Gue mau nonton konser boyband terkenal di sini besok malam." ucap Alena.


"Waah, ikut dong. Sayangkan kalau udah ada di sini tapi ngga nonton konser." ucap Bela.


"Nah, gitu dong. Tiga hari kita di sini, nanti pulang kita bawa oleh-oleh untuk junior kita di agensi." kata Alena.


Sambil melarikan diri, Alena berpikir untuk pulang dan pastinya akan ada banyak yang menanyakan Bela dan juga dirinya. Dalam tiga hari itu, dia akan mencari jalan agar terhindar dari semua itu.


_


Sementara di kantor agensi, berita tentang video itu sudah tidak terdengar lagi. Karena tim cyber Raya sudah bergerak untuk memblock berita yang memang tidak pantas di beritakan. Dia tim Raya juga mencari siapa yang menyebarkan video tersebut.


"Bagaimana, apakah sudah tahu siapa yang menyebar video tersebut?" tanya Raya pada Doni ketua tim cyber agensi Symonesta Stars.


"Sudah, apakah perlu di panggil mbak?" tanya Doni.


"Emm, untuk saat ini biarkan saja dulu. Yang penting pantau terus dia jangan sampai lolos. Kita nanti akan mengumpulkan bukti lain. Aku sudah tidak sabar untuk menjebloskan ke dalam penjara Alena." kata Raya.


"Baik mbak, kalau begitu saya pergi dulu."


"Ya, terima kasih atas bantuannya."


"Iya."


Lalu Doni pun keluar dari kantor Raya. Kini Raya sedang menunggu Thomas dan Richard, sedangkan Alisa menyelesaikan pemotretan lebih dulu.


Tok tok tok


"Masuk."

__ADS_1


Pintu terbuka, terlihat Thomas dengan senyum manisnya sambil membawa beberapa kantong kresek berisi makanan. Raya tersenyum, dia bangkit dari duduknya menyongsong kekasihnya itu.


"Kamu bawa apa?" tanya Raya mendekat pada Thomas.


"Makanan, ketoprak juga sate padang dan siomay. Aku beli di pinggir jalan ketika mau kesini." jawab Thomas.


Raya menggelayut di lengan Thomas sambil memandangi kantong kresek yang di bawanya.


"Aku kau siomaynya."


"Iya, ayo kita makan bersama. Apa Richard belum datang?"


"Belum, atau mungkin dia sedang menunggu Alisa di studio." jawab Raya.


Mereka duduk di sofa dan meletakkan kantong tersebut di atas meja. Raya membuka kantong itu dan mengambil isinya, dia tergiur dengan sate padangnya. Mengambil satu tusuk dan memakannya.


Dia mengambil beberapa kali tusuk sate dan memakannya, sehingga Thomas mengelap sambel kacang yang menempel di sisi bibirnya.


"Kamu makan kok belepotan gitu." kata Thomas tangannya mengelap sambel di bibir Raya.


"Hehe, enak satenya. Kamu ngga mau makan sate?"


"Nanti aja, aku masih kenyang."


"Lho, habis makan apa?"


"Emm."


Sedang asyik makan, Alisa dan Richard masuk ke dalam ruang kantor Raya. Mereka melihat Raya sedang makan sate, Alisa bergegas mendekat dan ikut juga makan sate. Richard tersenyum melihat tingkah Alisa.


"Hai Thomas, bagaimana kabarmu?" sapa Richard.


"Baik, saat ini aku sedang membuka cabang di kota ini. Biar lebih sering bertemu dengan pacarku ini." kata Thomas melirik Raya yang sedang asyik makan.


Mereka pun berbincang-bincang ringan, hingga kembali ke topik Alena dan Bela yang sekarang sedang berlibur.


"Kata manajer Bela, dia sedang berlibur keluar negeri." kata Raya.


"Dengan siapa?" tanya Alisa.


"Kemungkinan dengan Alena." jawab Raya.


"Kakakmu, Simon kapan masuk ke kantor ini?" tanya Thomas.


"Mungkin minggu depan. Katanya ingin di percepat, dan kak Anindya sudah menyiapkan ruangannya nanti. Kenapa?"

__ADS_1


"Emm, aku seperti punya rencana. Memang seharusnya Simon cepat masuk ke kantor agensi. Agar nanti Alena masuk dia terkejut kenapa Simon bisa berkantor di sini, katanay Raya tidak tahu kalau kamu itu adiknya Simon." ucap Thomas.


"Benar, dia tidak tahu. Lalu bagaimana rencananya?"


Lalu Thomas menceritakan rencananya, mulai Simon masuk tidak boleh di umumkan lebih dulu sebelum Alena masuk lagi. Juga masalah Alena dan Bela di biarkan dulu, dengan kabar video tersebut anggap saja tidak terjadi apa-apa.


"Jadi, kita harus bersikap biasa saja di sini?" tanya Alisa.


"Ya, kamu juga harus bersikap biasa saja pada! Bela atau Alena. Agar Alena terkejut dengan kedatangan Simon di kantor ini." kata Thomas.


Raya tampak berpikir, dia setuju dengan ide Thomas. Memang Simon rencananya ingin memberi kejutab pada Alena, bahwa rumah produksi ini adalah milik Simon.


"Ya, aku setuju. Kak simon juga sepertinya ingin melakukan itu. Dia juga ingin tahu reaksi Alena kalau agensi yang tempat dia bernaung adalah milik mantannya yang di sia-siakan karena di kira laki-laki miskin." ucap Raya.


"Terus, bagaimana dengan Darius. Apa kamu sudah menemuinya Richard?" tanya Thomas.


"Saat ini dia juga tidak bisa di hubungi. Mungkin besok aku akan datang ke kantornya untuk membicarakan kerjasama. Sebenarnya aku ingin memutuskan kerjasama itu, tapi aku ingin mengetahui keterangan darinya juga." ucap Richard.


"Oh ya, aku pernah mendengar model junior itu membicarakan Alena. Katanya sudah satu minggu lebih dia tidak memberikan pekerjaan, kupikir Alena memberikan pekerjaan apa pada mereka." kata Alisa.


"Jangan-jangan ..."


Raya menatap Alisa, dia ragu mengatakannya.


"Kenapa?" tanya Alisa heran.


Thomas dan Richard saling pandang juga, mereka berpikiran sama seperti Raya.


"Apa, Raya?" tanya Alisa lagi.


"Emm, begini. Coba kamu tanyakan pada model itu. Pekerjaan apa yang di berikan oleh mereka." kata Raya.


"Pernah aku tanya, mereka bilang pekerjaannya sangat menyenangkan dan langsung mendapatkan uang banyak. Aku tidak mengerti dengan pekerjaan apa mereka itu." kata Alisa lagi.


Ketiga orang itu pun kembali saling pandang dan sudah mereka tebak apa pekerjaan yang di berikan oleh para model junior itu.


"Aku akan cari tahu tentang pekerjaan mereka. Aku rasa Alisa tidak usah terlibat dengan masalah ini, biarkan aku yang akan bertindak. Karena ini juga menyangkut agensiku dan nama baik agensi ini." kata Raya.


Baik Richard maupun Thomas membenarkan apa yang di katakan Raya. Ada baiknya Raya menyuruh orang untuk menyelidiki para lodel itu apa pekerjaan yang di berikan oleh Alena.


Semua tampak berpikir, hanya Alisa yang masih belum mengerti apa yang mereka pikirkan.


_


_

__ADS_1


_


😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤


__ADS_2