Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
81. Pelampiasan Alena


__ADS_3

Satu minggu Alena menunggu telepon dari Simon, dia tidak sabar Simon mengajaknya pergi kencan lagi. Karena tidak sabar, dia sering menelepon Simon tapi tidak di jawab. Alena kesal, kenapa Simon seperti mempermainkannya?


Kali ini dia nekad akan ke ruangan Simon, meminta waktu dan juga akan memaksa Simon untuk mengajaknya pergi kali ini. Tidak peduli nanti Simon kesal padanya.


Sore hari, Alena waktunya pulang dari pemotretan sebuah iklan untuk di pajang di sebuah majalah. Dia sengaja akan ke ruangan Simon di lantai lima, tidak peduli nanti banyak yang melihat. Bahkan adiknya juga, karena Alena merasa Simon punya janji dengannya. Jadi dia akan menagihnya.


Alena berjalan dengan tergesa, dia masuk ke dalam lift untuk turun dan berhenti di lantai lima. Tiga menit dari lantai tujuh ke lantai lima, lalu dia turun setelah lift berhenti di lantai lim. Dia langsung menuju ruangan di mana ada beberapa ruangan. Dia tidak tahu di mana ruangan kantor Simon.


Alena pun mendekat pada bagian resepaionis dan bertanya di sebelah mana kantor Simon.


"Di mana ruangan pak Simon mbak?" tanya Alena.


"Paling ujung mbak, yang tertutup rapat pintunya. Memang mbak mau apa ke ruang pak Simon?"tanya resepsionis.


"Ada perlu, ngga usaj cari tahu!" jawab Alena agak ketus.


"Tapi mbak, ruangan itu sedang ...."


"Aku tahu, pasti pak Simon sedang bersiap pulang kan?"


Alena tanpa mendengarkan ucapan resepsionis langsung menuju ruangan yang paling ujung dan pintunya tertutup. Senyumnya mengembang, dengan langkah percaya diri, Alena mendorong pintu yang tertutup itu.


"Halo Sii ... moon." suara Alena terhenti ketika pintu terbuka dan semua yang hadir di sana menatapnya aneh.


Ya, ruangan Simon sedang ada rapat internal tertutup. Simon mendengus kasar, dan menatap Alena kesal.


Yang berdiri di depan sedang menerangkan pun menatap Alena lalu berpindah ke arah Simon.


"Lanjutkan, jangan pedulikan orang tidak punya tata krama dalam memasuki ruang tertutup." kata Simon dengan tegas.


Alena malu, dia lalu menutup kembali pintu itu dengan pelan. Rasa kesal kini Alena rasakan karena rupanya Simon benar-benar tidak peduli padanya.


_

__ADS_1


Alena kini berada di sebuah klub malam, hatinya kacau sejak sore tadi Simon bersikap dingin padanya. Apa lagi ketika dia membuka pintu tanpa mengetuk, karena memang di ruangan itu sedang di adakan rapat tertutup.


Satu teguk minuman beralkohol yang dia pesan dia habiskan dalam satu teguk saja. Matanya terpejam, menikmati rasa minuman beralkohol yang meluncur di tenggorokannya.


Setiap kali dia sedang kesal, maka dia akan lari ke klub malam dan melampiaskannya dengan minum-minum sendiri di klub itu. Tidak peduli nanti dia akan di bawa oleh siapa yang berani padanya dan berakhir di hotel.


Dan dalam kesadarannya, dia akan bernegosiasi untuk tidur satu malam dengan laki-laki yang membawanya. Karena tidak ada kenikmatan yang gratis baginya, yang penting dia di bayar.


"Alena, kamu sendirian?" tanya laki-laki di depannya.


Mata Alena memicingkan, dia memperhatikan siapa laki-laki di depannya itu.


"Kamu siapa?" tanya Alena sudah mulai mabuk.


"Jason, kamu mabuk?" tanya Jason.


"Oh, Jason? Hem, sini. Duduk di sebelahku." kata Alena menarik tangan Jason untuk duduk di sampingnya.


Jason pun menurut, dia duduk di samping Alena yang sedang mabuk. Mulut Alena meracau tidak jelas, tapi yang di dengar Jason Alena sedang mengumpat Simon.


"Alena, sudah hentikan. Kamu sudah mabuk." ucap Jason menampik tangan Alena yang mengambil gelasnya.


"Apa sih kamu?! Jangan coba-coba menghalaniku untuk mabuk Jason!"


"Kamu mabuk, ayo kita pulang. Aku antar kamu pulang." ujar Jason.


"Tidak!"


"Kamu mabuk, mau di sini sendirian aja?"


"Aku akan pergi dari sini, tapi tidak pulang. Antarkan aku ke hotel."


"Mau apa?"

__ADS_1


"Menikmati malam dan tidur denganmu." ucap Alena.


Alena lalu menarik kerah baju Jason hingga wajah Jason pun tepat di depan wajah Alena. Kini Alena meraup bibir Jason dengan rakus dan gairah. Mau tidak mau Jason menyambut sentuhan bibir Alena dan kini keduanya mencumbu bibir masing-masing dengan penuh gairah.


Alena pun meraba rahang Jason, lalu dan terus meraba leher Jason. Tapi Jason menahan tangan Alena dan melepaskan ciuman mereka.


"Ayo kita ke hotel. Kamu sudah memaksaku melakukannya lagi Alena." ucap Jason.


Alena pun tersenyum, lalu dia merangkul pundak Jason. Dan kini mereka pun pergi dari klub malam itu untuk pergi ke hotel. Melampiaskan kekesalan Alena karena Simon mengacuhkannya dan bersikap dingin padanya.


_


Kini Alena dan Jason bergumul di dalam kamar hotel, mereka menikmati tanpa adanya keinginan untuk menyudahinya. Sedangkan bagi Jason itu sangat bahagia kalau dia kembali mencumbu Alena, meski yang pertama itu di bantu oleh obat.


Tapi kini juga karena Alena sedang kesal dan dia melampiaskannya dengan cara seperti sekarang, bercinta di hotel dengan Jason.


Sampai pukul dua pagi, baru mereka menyudahinya. Karena Alena sudah kelelahan dan juga tidak sadarkan diri. Jason pun menatap wajah Alena dengan penuh cinta. Sejak dulu dia sangat mencintai Alena, tapi tidak berani mengungkapkannya.


Karena dia tahu, bukan dia laki-laki idaman Alena. Hanya bisa mengawasi Alena dari jauh dan juga mengikuti kemauan Alena.


"Aku sangat mencintaimu Alena, entah sampai kapan cintaku ini hanya bisa aku pendam. Kamu benar-benar perempuan yang terlalu ambisi juga obsesif, tapi entah kenapa aku suka kamu seperti itu." ucap Jason masih menatap wajah Alena yang sudah terlelap.


Di tariknya selimut untuk menutupi tubuh Alena sampai dada. Lalu Jason mengecup kening Alena lalu dia juga berbaring di samping Alena dan memeluk tubuh Alena dari belakang.


"Tidurlah Alena. Biarkan malam ini hanya aku yang menenangkan pikiran kacaumu. Aku akan selalu ada di mana kamu membutuhkan seseorang yang bisa menenangkan hatimu." gumam Jason.


_


_



Promo novel bagus kaka, sekalian mampir yuk?.. 😉😊

__ADS_1


_


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2