
Libur sehari sudah selesai, Alisa sangat senang dan lebih ceria lagi. Begitu juga dengan Raya, dia sangat bersemangat setelah kemarin berjalan-jalan sendiri di mall mencari baju dan beberapa keperluan lainnya.
Meski ada gangguan sedikit bertemu Thomas yang aneh dan membuat bingung Raya, namun dia menikmati liburannya.
"Kamu sudah siap untuk melakukan aktifitas lagi, Alisa?" tanya Raya ketika mereka bertemu di kantor.
"Tentu, hari ini aku sangat bersmengat sekali untuk bekerja. Bagaimana denganmu?" tanya Alisa balik.
"Emm, sama denganmu. Meski ada sedikit gangguan kemarin." jawab Raya memeriksa jadwal Alisa untuk hari ini dari pagi sampai malam nanti.
"Eh, gangguan? Gangguan apa?" tanya Alisa heran.
"Eh, ngga kok. Hanya kemarin aku ketemu orang yang baru di kenal dan sok akrab denganku, jadi kupikir itu gangguan kecil. Tapi menyenangkan sih liburannya." jawab Raya gugup dengan rasa penasaran Alisa.
"Ooh, begitu ya. Memang kemarin kamu pergi kemana?" tanya Alisa.
"Ke mall aja, beli baju santai buat di rumah." jawab Raya.
Alisa ber oh ria lagi, lalu keduanya pun masuk ke dalam studio poto. Setelah pemotretan itu, mereka akan ke stasiun televisi untuk melakukan talk show mengenai ajang model kecantikan kemarin baru sekarang Alisa menerima job itu. Dan job sebagai bintang tamu ada dua hari ini, salah satunya dari stasiun radio remaja. Alisa akan bercerita tentang kesuksesannya dalam meraih mimpi sebagai model, padahal itu bukan mimpinya. Namun memang kesusesan Alisa dari dunia model.
Alisa dan Raya selalu bersama, mereka sahabat yang tidak pernah terpisahkan. Raya yang tidak pernah merasa kalau dia adalah pemilik rumah produksi, ya memang hanya mengurusi saja. Pemiliknya adalah kakaknya.
Tapi dia senang di dunianya sendiri, jadi manajer dan juga pemegang agensi tersebut. Berperan di balik layar memang menyenangkan bagi Raya.
_
Rangkaian jadwal Alisa terus bergulir, dari pemotretan, talk show dan juga syuting iklan. Besok ada meet and greet dengan penggemar Alisa. Penggemar Alisa cukup lumayan banyak, di akun sosial medianya juga pengikutnya sudah mencapai puluhan juta. Jadi dia sering mendapatkan endorse dari produk-produk mahal yang di pakai oleh Alisa untuk di pajang di akun sosial medianya.
Akun sosial media Alisa juga yang mengurus Raya, kadang juga Alisa yang menggunakan. Makanya, Alisa jarang sekali memposting kegiatannya setiap hari. Kecuali jika sedang bersama Raya. Dan memang dia sering sekali bersama Raya.
Hari sudah sore, waktu Alisa sangat banyak. Pun Raya, dia sedang santai di ruangan kantornya. Memang jika Alisa sedang ada syuting di studio atau outdor, Raya akan ada di ruang kantornya sendiri. Memantau akun sosial media Alisa atau berita tentang model dan artis Symonesta Stars. Apakah ada berita tidak menyenangkan atau skandal yang tidak sedap.
Tapi rupanya berita di sosial media sedang bagus tentang model Symonesta Stars, Raya pun tersenyum, dia puas dengan kerja keras timnya yang memang ada sebagian menjadi wartawan juga bagian IT juga. Itu untuk berjaga-jaga kalau ada berita miring tentang rumah produksinya, maka yang bergerak adalah tim khususnya.
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk oleh seseorang. Raya berhenti melihat laptopnya.
"Masuk."
Pintu terbuka,seorang staf masuk dan memberitahu kalau di depan ada tamu yang ingin menemuinya.
"Ada apa?" tanya Raya.
"Ada tamu yang ingin bertemu dengan nona Raya." kata staf tersebut.
Raya mengerutkan dahinya bingung, seingat dia tidak ada yang membuat janji dengannya masalah urusan pekerjaan memakai jasa Alisa. Paling besok adanya.
"Siapa?"
"Saya tidak tahu nona." jawab staf tersebut.
__ADS_1
"Laki-laki atau perempuan?"
"Laki-laki nona."
"Baiklah, suruh dia masuk saja. Mungkin dia orang baru dan belum pernah buat janji."
"Baik nona Raya."
Staf itu pergi untum memanggil tamu Raya tersebut. Raya pun menerusakn melihat-lihat beberapa berita di sosial media.
Dia kadang juga membalas pertanyaan penggemar Alisa yang bertanya atau sekedar menyapa saja.
Lima menit berlalu, pintu pun kembali di ketuk dari luar.
Tok tok tok
"Masuk."
Pintu terbuka, seorang laki-laki gagah juga tampan masuk ke dalam ruang kerja Raya. Dia tersenyum dan menutup pintunya dengan pelan. Raya belum menyadari siapa tamu yang datang kali ini, dia sibuk menjawab sapaan penggemar Alisa di akun sosial media Alisa.
Laki-laki itu berdiri tepat di depan meja Raya sambil bersedekap, lalu menopang dagu memperhatikan Raya yang begitu serius dengan laptopnya.
"Ehm!"
Suara deheman laki-laki itu membuat Raya terkejut dan menatapnya. Raya kaget, ternyata laki-laki tersebut adalah Thomas. Thomas tersenyum manis sekali, dan itu yang membuat Raya terkesima saat ini.
"Selamat sore nona Raya." sapa Thomas.
"Nona Raya, aku menepati janji kan?" kata Thomas lagi.
Raya membuang muka ke samping, dia benar-benar sudah gila menatap Thomas yang begitu manis dan memikat. Dalan hati Raya merutuki perbuatannya kali ini. Lalu dia menunduk untuk menutupi rasa gugupnya.
"Kenapa anda tidak menelepon saya dulu?" tanya Raya di buat kesal agar dia tidak malu karena selalu terkesima dengan senyuman Thomas.
"Oh maaf, kalau aku tidak buat janji dulu. Tapi kalau nona Raya lupa, kemarin aku sudah buat janji denganmu. Jadi aku sedang menepati janji datang ke kantormu." ucap Thomas.
Raya pun hanya diam, dia melirik sebentar pada Thomas yang masih tersenyum padanya.
"Kenapa kamu senyum-senyum terus?" seperti sudah akrab, Raya lupa menyebut Thomas dengan kata kamu.
"Karena aku tahu kamu suka dengan senyumanku. Jadi aku tersenyum terus agar kamu terus menyukaiku." ucap Thomas dengan sedikit menggombal.
Dan tentu saja membuat Raya salah tingkah, dia mencibir ucapan Thomas itu.
"Percaya diri sekali kamu, memang senyumanmu itu banyak mengandung penyakit." ucap Raya.
"Hahah, aku memang selalu percaya diri di depan gadis yang aku suka. Karena aku yakin, kamu juga suka sama aku." jawab Thomas.
Raya pun tersenyum lucu, dia benar-benar di buat mati kutu oleh Thomas.
"Apakah kamu senggang?"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku ingin mengajakmu makan malam."
"Aku harus bertemu dengan Alisa."
"Dia sedang bersama pacarnya."
"Kamu tahu semua ternyata tentang Alisa dan aku."
"Tentu saja, sejak pertemuan waktu itu aku langsung mencari tahu tentang kamu."
"Kenapa?"
"Karena aku sudah jatuh cinta sama kamu, Raya."
"Tapi itu terlalu cepat untuk di katakan jatuh cinta. Apa itu bukan rasa kagum saja? Maaf kalau saya salah bicara."
"Bukan, aku yakin aku jatuh cinta sama kamu. Dan aku rasa kamu juga sudah menyukaiku." kata Thomas masih menatap lembut Raya.
Raya menarik nafas panjang, apa bisa di katakan cinta baru dua kali bertemu? Bagi Raya rasanya mustahil, tapi dia juga sepertinya suka dengan Thomas yang tidak bertele-tele.
"Raya, bisa kan kita makan malam bersama?"
"Kenapa kamu sering sekali memaksaku?"
"Karena aku suka sekali memaksamu, karena aku juga suka sama kamu."
"Bisa tidak kita berteman dulu? Ini terlalu cepat bagiku." kata Raya.
"Oke, aku di kota ini hanya seminggu terhitung dari hari kemarin. Jadi kamu punya waktu empat hari untuk menjawab perasaanku." kata Thomas.
"Jika aku katakan tidak?"
"Aku akan pulang ke kotaku, dan tidak akan menemuimu lagi."
Raya menatap Thomas lama, lalu menghela nafas panjang. Dia ingin meyakinkan hatinya, tapi apa bisa dalam empat hari cinta tumbuh? Sedangkan dia sendiri kapan dia akan bertemu lagi setelah ini dalam empat hari itu.
Suara langkah kaki seseorang memasuki ruang kantor Raya dan mendorong pintu itu.
"Raya?"
_
_
_
Promo novel bagus kaka, cinga online. gimana ya kalau cinta online? kepoin ya ceritanya..😉😊
__ADS_1