
Richard masih ada di hotel tempat karantina, dia belum rela jika harus berpisah secepat itu dengan Alisa. Belum lagi Alisa yang sedang putus semangat entah karena apa.
"Kamu cepat masuk sana, Raya hanya memberimu waktu sedikit kan?" kata Richard.
"Sebentar, aku kangen banget sama kamu." ucap Alisa seperti manja sekali.
Alisa masih memeluk Richard dengan erat. Dengan sabar Richard pun memeluk erat Alisa.
"Kamu sudah lebih baik?"
"Aku baik-baik saja kok."
"Jadi, sudah bisa lepaskan pelukannya?"
Alisa melepas pelukannya dengan berat hati, dia menatap Richard dan tersenyum manis.
"Jangan putus asa, tetap semangat ya. Malam puncak grand final aku akan datang. Tetap jaga kesehatanmu ya, dan tetap fokus dengan semua kegiatan di sana." ucap Richard lagi.
Alisa mengangguk, kemudian kembali menatap Richard dengan sendu. Membuat Richard berat harus pergi. Dia tahu, kekasihnya itu masih ingin bersamanya.
"Alisa!"
Teriak Raya, karena waktunya sudah selesai, dia takut akan di diskualifikasi dari acara tersebut jika ketahuan Alisa keluar menemui Richard.
"Sudah sana, Raya sudah memanggilmu."
"Kamu tinggal di mana?"
"Di hotel yang sama dengan Raya."
"Besok pagi aku telepon kamu."
"Ya, ingat ya tetap semangat." ucap Richard lagi.
Alisa pun bangkit, lalu dia yang berinisiatif mencium bibir Richard sekilas. Dia tidak peduli Raya melihatnya mencium Richard lebih dulu. Dan tentu saja Richard tidak menyia-nyiakan itu, dia balik mencium Alisa. Lalu keduanya melepaskan pagutannya setelah di rasa cukup.
"Daah."
Alisa berlari meninggalkan Richard yang masih memegangi bibirnya itu, lalu membalas lambaian tangan Alisa san tersenyum padanya. Richard menghela nafas panjang, rasanya dia kurang bertemu dengan Alisa.
Kemudian setelah itu, dia keluar dari hotel tempat karantina ajang kontestan tersebut untuk kembali ke hotel dia menginap. Rasa lelah karena sejak dia menelepon Alisa di Indonesia, dia langsung memesan tiket ke bandara dan sekarang sampai bertemu dengan Alisa. Dia belum istirahat juga belum makan.
__ADS_1
Makanya dia sekarang lapar, dan sampai di sana Richard memesan makanan di restoran.
_
Malam grand final kini di gelar, semua kontestan bersiap untuk menampilkan beberapa gaya yang akan di pertontonkan pada para juri dan juga penonton yang hadir dari berbagai negara Asia dan Australia. Mereka sangat antusias melihat idolanha tampil di atas panggung megah yang cukup bergengsi di ajang kontes model internasional.
Ada juga model dunia dan juga para produser dan potografer untuk melihat bakat dan juga kemampuan dari para kontestan.
Jika ada yang menarik perhatian dari bakat dan ketrampilan mereka, produser akan menarik mereka yang untuk di ajak kerja sama dan masuk ke kancah permodelan dunia.
"Alisa, bersiaplah. Kamu jangan tegang ya, rileks aja. Anggap aja kamu sedang berhadapan dengan penggemarmu." kata Raya memberi semangat Alisa.
"Ya, tapi apakah acara ini di siarkan langsung?" tanya Alisa.
"Tentu saja, seluruh Indonesia akan tahu kalau kamu itu mengikuti kontes dunia ini, dan mereka juga akan mengetahui kemampuan gayamu." kata Raya lagi.
"Emm, begitu ya?"
"Ya."
Alisa melihat tempat duduk penonton, dia seperti mencari seseorang. Raya tahu Alisa mencari Richard di bangku penonton itu.
"Kamu jangan khawatir, tadi Richard sudah masuk ke bangku penonton di tengah. Dia tidak dapat bangku VIP, hanya dapat di bagian tengah saja. Tapi pasti kamu bisa melihat dia kok." ucap Raya yang tahu kegelisahan Alisa.
"Come on ladys, waktunya segera di mulai. Rapikan penampilan kalian dan siapkan hati kalian di depan para juri, rileks and cooling down. Oke?"
"Yes, mister." jawab mereka serempak.
"Oke, good."
Lalu Alisa pun bersiap, Raya merapikan kembali penampilan Alisa dari rambut dan juga baju semua di perhatikan penampilannya.
"Selamat berjuang Alisa, semangat!" ucap Raya mengacungkan tangannya.
"Yang lain bagaimana?" tanya Alisa.
"Mereka juga sudah di tangani oleh manajernya masing-masing. Jangan khawatir, mereka juga sama gugupnya denganmu, tapi jangan pikirkan apapun, kamu hanya harus tampil seperti biasanya. Oke?"
"Iya, terima kasih Raya."
"It is oke."
__ADS_1
Raya lalu keluar dari tempat itu, Alisa sudah mulai gugup. Karena dia tampil di ketiga setelah model dari India dan Korea Selatan. Baru teman-temannya memyusul di urutan ke tujuh dan ke sebelas.
Ada tiga sesi acara di panggung megah itu, berjalan di atas cat walk dengan memperagakan busana malam dalam acara resmi, sesi yang kedua adalah memperagakan baju nasional dan sesi ketiga yaitu tanya jawab dengan juri dan pertanyaan dari para kontestan sendiri untuk kontestan lainnya.
Ada tiga puluh negara yang ikut, dan sembilan puluh perserta. Semua negara mengirim tiga kontestan yang mewakili. Memang kontes ini seperti kontes miss universe atau miss world, hanya berbeda manajenen dan beda acara juga.
Peserta kontestan maju satu persatu dengan gaya yang lemah gemulai dan anggun. Hanya di beri tiga menit untuk berjalan di atas panggung memperagakan busana malam.
Dan kini giliran Alisa maju, sebelumnya dia berdoa terlebih dulu. Menarik nafas panjang agar lebih rileks dan santai. Dan melirik ke bangku penonton untuk mencari sosok yang dia harapkan kehadirannya.
Mata Alisa melihat Richard sedang duduk bertopang dagu dengan tegang, dia menatap pintu masuk dan dia juga melihat Alisa sedang berdiri. Menunggu pembawa acara memanggilnya. Mata Alisa dan Richard beradu lalu keduanya saling melempar senyum. Menyalurkan ketenangan bagi keduanya agar tidak tegang di depan panggung bagi Alisa.
"Selanjutnya, kita tampilkan perwakilan dari negara Indonesia Alisa!"
Alisa pun maju dengan langkah pelan dan pasti, senyumnya mengembang menyapu ke seluruh penjuru penonton. Teriakan dari penggemar Alisa yang sengaja datang untuk mendukungnya membuat Alisa senang, dia kini tampil percaya diri ketika berjalan di atas panggung megah itu.
Tiga menit berlalu, Alisa masuk ke backstage untuk segera mengganti baju resmi bangsa sendiri. Karena memang waktunya sempit, jadi Alisa hanya memakai baju adat bali dengan rambut tidak di sanggul tapi hanya di gulung lalu di sertai bunga khas bali yaitu kamboja putih dan merah muda.
Dan sesi acara demi sesi acara telah berlalu, kini saatnya pengumuman pemenang kontes. Satu persatu kontestan keluar dari atas panggung karena tidak masuk kriteria. Lalu kini tinggal lima besar, dan Alisa masuk lima besar. Namun sayang Alisa hanya masuk sampai lima besar saja, dia harus tersimgkir oleh utusan dari China, Australia, Korea Selatan dan Jepang.
Dan yang jadi juara adalah kontestan dari negara Jepang, juara kedua dari Korea Selatan dan runer up pertama dari Australia dan runer up kedua dari China.
Alisa tersenyum puas, dia hanya masuk lima besar saja dari kesembilan puluh perserta. Tepuk tangan meriah di berikan pada juara kontes Beautiful Models International.
Richard berdiri di bangku penonton untuk memberi dukungan pada Alisa yang sudah masuk lima besar se Asia dan Australia.
Raya juga begitu, dia tersenyum puas pada Alisa yang tampil cantik dan juga menawan di atas panggung megah tersebut. Rekan-rekannya juga melambaikan tangan pada Alisa karena bisa masuk ke lima besar.
Alisa terharu, dia ingin menangis namun dia tahan karena suasananya sedang bahagia di atas panggung. Dia lalu mendekat pada miss Beautiful Models International dan mengucapkan selamat atas pencapaiannya menjadi juara satu miss Beautiful Models Internasional.
"Good luck, miss. You the best Ayana." ucap Alisa.
"Oke, thank you Alisa." ucap Ayana denga senang hati.
Setelah semua selesai, dia pun turun dari panggung menghampiri Raya dan dua rekannya, mereka berpelukan erat dan saling memberi selamat.
_
_
_
__ADS_1
\=> jangan lupa like and komen yaa...😊😊