Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
66. Kejutan Yang Membahagiakan


__ADS_3

"Thomas?!"


Raya menoleh ke arah orang yang tadi menciumnya, ada wajah senang dan senyuman bahagia.


"Kamu menungguku?" tanya Thomas menelisik wajah Raya yang kaget serta bahagia bercampur.


"Tentu saja, aku takut kamu ngga datang. Kamu sudah janji untuk membawaku ke hadapan papa, aku ingin kamu membuktikannya." ucap Raya.


Kedua tangannya menempel di dada Thomas, sambil mulutnya mengerucut kecil.


"Hahah, tentu saja aku ingat janji itu. Kamu pikir aku melupakan janji itu?" ucap Thomas membelai pipi Raya.


Raya tersenyum, lalu dia pun mencium pipi Thomas. Thomas pun kaget, tidak menyangka Raya berani menciumnya di acara yang banyak orang tentunya. Biasanya perempuan akan malu-malu melakukan itu.


Alisa dan Richard mendekat pada Raya dan Thomas, kini ke empatnya saling berbincang. Kebahagiaan kedua sahabat dengan pasangan masing-masing.


"Lihatlah Raya, dia sangat bahagia dengan Thomas ya." kata Alisa pada Richard ketika mereka berbaur dengan yang lain.


"Emm, ya tentu. Apa kamu juga bahagia denganku?" tanya Richard pada Alisa.


Alisa menatap Richard dan tersenyum, dia mengangguk pasti.


"Tentu saja, aku hanya ikut bahagia melihat Raya sudah mendapat seseorang yang tepat. Dia sahabatku yang sangat berarti." kata Alisa.


Richard menarik pinggang Alisa agar lebih mendekat lalu berbisik di telinga Alisa.


"Kamu juga sangat berarti bagiku, secepatnya aku ingin melamarmu." ucap Richard membuat pipi Alisa menghangat.


Dia menatap Richard penuh kebahagiaan. Richard juga mematap lembut Alisa, lalu keduanya tertawa senang.


Kini tiba saatnya pemotongan kue, lalu ada Simon yang kini muncul di dengan kursi rodanya. Dia hentikan kursi rodanya di samping Raya. Dan semua mata memandang Simon yang duduk di kursi roda.


Pak Danu pun menghampiri Simon dan menatap sekeliling.


"Dia anak pertamaku yang empat tahun lalu mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kakinya lumpuh. Banyak sekali yang dia alami selama ini, dan kini dia mau bergabung di antara kita. Ikut merayakan hari jadi perkawinan kami orang tuanya. Saya tidak ingin mengadakan perayaan ulang tahun pernikahan, tapi dia punya kejutan di hari ulang tahun kami ini. Makanya kami kedua orang tuanya tidak meminta apa pun selain kesembuhan putra kami." ucap pak Danu.


Dia lalu memeluk Simon dengan rasa haru dan mencium puncak kepalanya. Meski itu perlakuan seperti anak kecil.


"Pa, kakak ingin memberi kejutan pada papa sekarang." kata Raya pada pak Danu.


Pak Danu dan istrinya pun tersenyum, dia tidak tahu apa maksud dari kejutan Simon itu.


Simon pun berdiri, semua masih biasa saja. Raya merasa khawatir, dia mencoba memegangi tubuh Simon. Namun Simon mencegahnya.


"Jangan pegangi kakak, Raya. Kakak bisa, kamu tenang aja." ucap Simon.


Semua merasa aneh, tak terkecuali. Dokter Daniel pun menatap Simon dan mengangguk cepat ketika Simon memandang dokter Daniel.

__ADS_1


Dia berdiri tegak, kakinya melangkah pelan. Pak Danu dan ibu Sari menatap Simon tegang, tangan ibu Sari di bungkamkan ke mulutnya. Simon terus melangkah pelan, langkah demi langkah dia berjalan.


Baik pak Danu, Raya serta ibunya menatap Simon terharu. Mereka merasa bahagia dengan perubahan Simon. Selama satu bulan ini kedua orang tua itu tidak mendapatkan informasi anak sulungnya itu mau di terapi.


"Simon, sayang. Kamu sudah bisa berjalan?" tanya ibu Sari tak percaya.


"Iya ma, aku ingin bisa berjalan. Makanya aku minta sama Raya untuk menghubungi dokter Daniel dan di terapi olehnya." kata Simon.


Ibu Sari dan pak Danu sangat bahagia, rupanya Simon memberi kejutan yang benar-benar membuat bahagia keluarganya.


Thomas pun mendekat pada pak Danu, dia menyalami laki-laki itu dan tersenyum hormat.


"Waah, kamu datang juga ya?" kata pak Danu pada Thomas.


Thomas pun tersenyum, dia lalu berbicara serius dengan calon mertuanya itu.


"Seperti yang pernah pak Danu ucapkan, saya membawa anak anda di hadapan anda. Tapi dengan cara lain." kata Thomas.


Pak Danu mengerutkan dahinya tidak mengerti, ucapan yang mana?


"Anda bilang, bawalah putriku di hadapanku. Apa masih ingat kata-kata itu pak Danu." tanya Thomas.


"Ooh, ya ya. Jadi kamu benar mau membawa putriku di hadapanku? Hahaha, padahal waktu itu saua hanya bercanda. Tapi, apa kamu sidah menaklukkan hati putriku?" tanya pak Danu lagi.


"Tentu, anak anda dalam seminggu sudah saya taklukkan. Hahah ..." ucap Thomas.


Raya memperhatikan percakapan papanya dan kekasihnya itu. Dia tersenyum melihat keakraban keduanya.


"Nah, saya menepati janji. Saya bawa putri anda denganku, saya mohon restui hubungan kami." kata Thomas dengan cepat.


Pak Danu sendiri merasa kaget, namun dia tahu Thomas bukan orang yang banyak basa basi.


"Baiklah, kamu berhasil membawa putriku di hadapanku. Meski pun ini bukan yang aku inginkan, tapi aku merestui kalian." kata pak Danu.


"Benar pa?" tanya Raya tidak percaya dengan ucapan papanya itu.


"Tentu saja sayang, papa tidak meragukan Thomas. Dia pasti akan membahagiakanmu." ucap pak Danu.


"Terima kasih pa." ucap Raya memeluk papanya itu.


_


Acara sudah selesia, kejutan dari Simon pun memang membuat keluarga Raya sangat bahagia. Mereka lalu makan malam bersama setelah semua tamu pulang dan bubar. Hanya Alisa dan Richard yang ikut serta makan malam bersama dengan keluarga Raya.


Baik Alisa dan Richard merasa iri dengan keluarga Raya yang utuh, Richard menatap Alisa yang terdiam. Dia tahu kekasihnya itu merasa sedih tidak bisa menikmati kebahagiaan berkumpul bersama dengan keluarga.


Richard memegang tangan Alisa di bawah, dia memberi kekuatan pada Alisa. Bahwa dia tidak sendiri, Richard juga merasakan hal yang sama.

__ADS_1


Alisa menoleh pada Richard, menatapnya lama, Richard mengangguk pelan. Memberi semangat pada Alisa yang sedang sedih, lalu Alisa pun tersenyum. Membalas pegangan tangan Richard yang di bawah meja.


"Ehem! Nanti lagi dong romantis-romantisannya." kata Raya pada Alisa.


Alisa melepas pegangan Richard, dia melihat semua mata menatapnya. Tak terkecuali Simon yang sangat familiar dengan wajah Alisa karena kemiripan wajah dengan Alena. Tapi dia tahu pasti, wajah Alena berbeda dengan Alisa. Simon menghela nafas kasar.


"Alisa, tante belum mengucapkan selamat sama kamu waktu masuk lima besar di kontes model internasional. Selamat ya sayang, semoga kamu sukses terus." kata ibu Sari pada Alisa.


"Terima kasih tante, itu juga sudah lama. Lagi pula berkat anak tante juga saya bisa masuk jadi model itu." kata Alisa sambil tersenyum.


"Kamu berhak mendapatkan kesuksesan sayang, jadi jangan putus asa dan tetap jalani hidup dengan nyaman ya."


"Iya tante, terima kasih."


"Meskipun kamu sama tante tidak pernah ketemu, tapi tante menganggap kamu seperti anak sendiri, jadi jangan sungkan ya." kata ibu Sari.


"Iya tante, terima kasih." ucap Alisa lagi.


"Nah,sekarang makan malam di mulai, emm saya ingin dengar dari kalian ya para kekasih putri-putriku. Thomas, kapan kamu akan melamar Raya?" tanya ibu Sari yang membuat semua yang ada di meja makan kaget.


Pertanyaan tidak terduga itu membuat Raya malu, tapi malah justru Thomas yang merasa senang.


"Secepatnya tante, mungkin tahun depan." jawab Thomas.


"Emm, terlalu lama. Kalau begitu, Richard kamu kapan akan melamar Alisa?" tanya ibu Sari beralih pada Richard.


"Saya ingin bulan depan, tapi saya juga ingin tahu jawaban Alisa." jawab Richard.


"Waah, ini jawaban yang sangat siap sekali. Baiklah, kamu bisa datangi ibu Alisa. Karena bagaimana pun beliau yang berhak atas anaknya." kata ibu Sari.


Richard tersenyum, dia pun mengangguk pasti. Sedangkan Thomas kini meralat jawabannya.


"Sebenarnya saya juga ingin bulan depan melamar Raya, tapi kami ingin mendekatkan diri dulu. Seperti Richard, saya juga ingin tahu jawaban Raya." kata Thomas.


"Hahah, kalau begitu silakan setelah ini berdiskusi tentang lamaran kalian masing-masing." ucap pak Danu.


Geerrrr


Suara tawa senang dan bahagia di depan meja makan malam ini sangat riuh rendah. Tawa dan canda akihrnya bergulir di antara mereka semua.


_


_



Promo novel bagus, yang kepo yuk mampir kemari..😉😊

__ADS_1


_


😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤


__ADS_2