
Alisa sudah masuk lagi ke manajemen Symonesta Stars setelah libur satu minggu, dia merasa lebih tenang dan ceria. Tapi wartawan masih saja penasaran dengan keterangan Alisa yang beredar bahwa Alisa itu operasi plastik.
"Mbak Alisa, benarkah anda melakukan operasi plastik untuk menutupi wajah cacat anda?" tanya wartawan yang nekat menerobos halangan satpam.
"Hei mas, mbak Alisanya ngga mau di wawancara. Kenapa mas tidak menghormati mbak Alisa." hardik satpam pada wartawan yang berani nekat menerobos masuk.
"Kan kita penasaran dengan mbak Alisa, pak." jawab wartawan tersebut.
"Tapi kemarin mbak Raya sudah konfrensi pers bahwa berita itu tidak benar." bantah satpam dengan keras, membuat wartawan itu mundur.
Alisa sendiri merasa santai menghadapi mereka, dia akan meminta Raya untuk bersedia dirinya di wawancara jika ada yang mengundangnya di sebuah acara.
"Yakin kamu mau di wawancara?" tanya Raya pada Alisa.
"Ya, aku yakin. Agar penggemarku tidak kecewa dan semua orang tahu kalau aku tidak pernah melakukan operasi plastik. Lagi pula kita punya foto dan videonya kan ketika di salon waktu itu?" kata Alisa.
"Ya, kamu benar. Baiklah, nanti aku jadwalkan jika ada yang meminta wawancara sama kamu." ucap Raya.
Dia senang Alisa rupanya butuh liburan agar tidak tertekan batinnya menghadapi masalahnya itu.
Kini Alisa dan Raya kembali bekerja seperti biasa. Memasuki studio pemotretan, Alisa dapat pandangan sinis dari beberapa model rekan kerjanya. Dia tidak menyadarinya, tapi Raya tahu mereka ada yang tidak suka Alisa dan sekarang menjadi kesal pada Alisa.
"Oke guys, hari ini kita pemotretannya di out door ya. Jadi siapkan semuanya untuk pemotretan di lapangan. Kita akan ke rooftof di atas gedung ini, jaga penampilan kalian. Bawa sun block untuk melindungi kulit kalian. Oke, saya tunggu setengah jam kalian segera ke rooftof ya." kata potografer pada semua model yang ada di ruangan tersebut.
"Baik bang, siap."
Setelah potografer pergi, mereka bersiap untuk naik ke atas gedung Symonesta Stars melakukan pemotretan di ruang terbuka, terutama mengambil suasana langit dan awan.
_
Raya sudah menjadwalkan Alisa wawancara di sebuah televisi swasta pada acara talk show yang pernah di bicarakan oleh Alisa dan Raya. Alisa pun dengan senang hati menerima tawaran talk show itu. Dia akan bercerita tentang kebakaran itu dan mengenai perubahan wajahnya.
Acara talk show itu tayang live di jam premium, yaitu jam delapan malam. Sehingga orang-orang yang tidak biasa menonton televisi, di jam itu banyak yang menonton karena waktu yang senggang dan santai berkumpul dengan keluarga.
"Besok malam kamu ada wawancara talk show, aku harap kamu tidak gugupkan nantinya?" tanya Raya pada Alisa.
"Ya, ngga masalah kok." jawab Alisa.
__ADS_1
"Ya sudah, apakah Richard akan menjemputmu?"
"Iya, dia saat ini juga sedang meninggu di depan." jawab Alisa.
"Kalian bertambah dekat, sepertinya kalian memang saling mencintai. Dan ku harap dia memang mencintaimu dengan tulus." kata Raya.
"Dia sangat mencintaiku, dan begitu pun aku. Dia pernah mengajakku untuk menikah." ucap Alisa.
"Oh ya? Lalu kamu jawab apa?" tanya Raya.
"Aku belum jawab, dia mendukungku untuk meneruskan karirku di bidang ini." kata Alisa lirih.
"Emm, apakah kamu akan terus menekuni modeling? Aku rasa kamu bukan tipe orang yang ambisius demi karir." tanya Raya lagi.
Dia ingin tahu keinginan Alisa dan juga cita-citanya selain menjadi model. Dia tahu Alisa gadis yang sederhana dan tidak banyak kemauan, aoa yang dia hadapi maka dia jalani. Sekarang sedang jadi model, dan entah setelah modelnya tidak dia tekuni lagi. Mungkinkah jadi istri dan ibu yang baik?
"Terima kasih atas pengertianmu, memang tidak seperti itu. Tapi aku sedang meyakinkan perasaanku dengannya, dan sejauh ini aku nyaman dengannya. Dia banyak sekali membantuku dalam mengurus masalah berita negatif yang beredar di media."
"Ya, dia sering tanya sama aku dan dia juga bilang kalau media yang memberitakan tentang kebohongan itu sudah dia blow up." kata Raya.
"Jadi, aku tidak meragukannya kalau dia adalah laki-laki yang aku harapkan. Kamu tahu, aku butuh perlindungan seperti itu dari laki-laki yang mencintaiku dengan tulus. Aku benar-benar percaya sama dia dan sangat mencintainya." ujar Alisa dengan penuh kebahagiaan.
"Ya aku tahu, aku hanya mau menyelesaikan kontrakku yang padat itu dulu. Selanjutnya nanti bisa di pikirkan." ucap Alisa.
"Ya, itu terserah kamu. Aku selalu mendukungmu, Alisa."
"Raya?".
"Hem, ada apa?"
"Kenapa kamu baik sekali padaku?"
"Karena kamu perlu di tolong, aku tidak suka kamu di tindas terus oleh mereka yang sok kaya dan sok cantik. Padahal kamu itu ada semua bagi mereka yang merasa cantik dan yaa, kekayaan bisa di cari. Sedangkan kamu, aslinya cantik dan cerdas. Terbukti kan, kamu memenangkan kontes model iklan di Symonesta Stars."
"Ngomong-ngomong masalah kontes itu, apakah benar kemenanganku ada hubungannya denganmu dan kak Anindya? Maksudku, pihak manajemen sengaja memenangkanku karena kamu." tanya Alisa yang sejak dulu ingin dia tanyakan pada Raya.
"Alisa, aku dan kak Anindya sudah melakukan ores konfres waktu itu. Kalau kamu murni menang dengan bakatmu sendiri, tanyakan saja sama produsernya kalau tidak percaya." kata Raya meyakinkan Alisa tentang kontes itu.
__ADS_1
"Ya, aku percaya sama kamu."
Kring.
"Richard sudah menungguku di luar, aku pulang dulu ya." kata Alisa pamit.
"Ya, dan jangan pikirkan apa yang tadi kita bicarakan. Semuanya sudah selesai Alisa, jadi kamu istirahat yang cukup." kata Raya mengingatkan.
"Ya, kamu jangan khawatir. Aku akan istirahat yang tenang untuk besok di acara talk show." ucap Alisa lagi.
Setelah bicara seperti itu, Alisa langsung keluar dari studio dan menuju parkiran di mana Richard sudah menunggu di mobilnya.
_
Persiapan dengan acara talk show sudah di kerjakan oleh Raya, kini ada waktu satu jam setengah untuk istirahat dan makan.
Alisa ingin mengajak Raya makan di warung makan kecil yang setiap hari dia pesan jika nasi kotak bagiannya dari manajemen tidak dia makan.
"Mau kemana?" tanya Raya.
"Kita cari makan di tempat langgananku di warung kecil, tempatnya itu kecil dan tidak terlihat. Tapi ramai, makanannya juga enak-enak lho." kata Alisa.
"Boleh di coba, kalau enak bisa buat langganan aku juga." kata Raya.
"Di jamin, kamu akan suka dengan makanan di sana."
Mereka kini naik mobil Raya untuk pergi ke warung kecil mencari makan malam, sengaja makan malamnya di majukan jam enam sore agar nanti sampai di studio televisi bisa siap-siap dengan acara tersebut.
_
_
_
\=> jangan lupa like dan komen yaa..😊😊
__ADS_1
Sekalian promo kaka, ini punya teman sesama othor, yuk mampir juga kemari..😊😊