Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
63. Pekerjaan Sampingan


__ADS_3

Alena kini sudah berada di kantor agensi lebih pagi, karena dia punya tujuan Kemarin ada salah satu junior menceritakan tentang kehidupannya yang lumayan susah. Dia ingin mencari tambahan uang untuk hidupnya.


Bayaran dari model tidak seberapa, apa lagi masih junior sepertinya. Jadi Alena berinisatif untuk membantu dengan cara memanfaatkan junior itu.


Dan kini Alena sedang menunggu model junior itu. Tak lama gadis yang di tunggu pun datang lalu menghampiri Alena. Dia tersenyum senang karena Alena menepati janjinya.


"Kamu siapkan jika aku kasih tahu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Alena setelah menjelaskan bahwa pekerjaan sampingannya ini tidak biasa.


"Siap kak, aku ingin cepat dapat banyak uang. Kebutuhanku aja masih kurang, apa lagi harus di kirim ke kampung." kata gadis itu yang bernama Meta.


"Baiklah, tapi kamu rahasiakan ini ya. Jangan sampai orang tahu, karena dengan ini kamu akan dapat uang banyak dan pastinya cepat." kata Alena lagi.


"Siap kak, aku akan tutup mulut."


"Baiklah, setelah pemotretan sore ini kita langsung menemui orang yang akan memberi pekerjaan ini. Ingat, setelah ini kamu tidak bisa keluar lho. Bisa jadi akan ketagihan." ucap Alena dengan senyum senang.


Ada pekerjaan membuat dia mendapatkan uang dari orang yang meminta tolong padanya. Itu akan menguntungkannya.


"Baik kak, memang jadwalku cuma sore ini dan pagi. Kalau kita masih junior jangan harap bisa dapat uang banyak ya." kata Meta.


"Ya, begitulah. Makanya kita harus pandai mencari peluang lain yang cepat mendapatkan uang." kata Alena.


Lalu Alena pun permisi, dia ada syutung juga. Tapi hanya sebentar tidak lama, bulan depan dia sudah bisa syuting untuk sinetron striping, meski tidak banyak adegannya. Tapi itu bagus untuk kenaikan karirnya di dunia artis.


Saat ini Alena melupakan dendamnya pada Alisa. Nanti jika saatnya mendapatkan kesempatan, dia akan balas dendam pada kembarannya itu. Dendam yang tidak pernah dia hilangkan, sejak dulu dia sangat benci dengan Alisa. Tapi entah kenapa waktu untuk membalas dendamnya pada Alisa sejak jadi model belum kesampaian.


Alisa banyak yang melindungi, jadi dia agak susah untuk mengelabui adiknya itu. Jalan satu-satunya dengan bermuka manis dan ramah pada Alisa dan orang terdekatnya. Walaupun itu membuatnya muak.


_


Sore sesuai janjinya pada Meta, Alena menghubungi Jason lebih dulu. Dia ingin bekerja sama dengan Jason masalah itu, bisa juga kan dia menjadi penampung para model yang tidak sabar mendapatkan kekayaan atau uang. Dengan caranya bisa mendapatkannya dengan cepat, dia juga pastinya dapat uang juga dan Jason.


"Oh, lo menawarkan untuk model lain?" tanya Jason.


"Iya, cari laki-laki hidung belang. Ada gadis yang mau gue tawarkan." kata Alena.


"Lo menjual teman-teman lo itu?"


"Jangan bicara keras, bisa ketahuan aku punya pekerjaan sampingan ini. Lagi pula, nanti kita bisa dapat uang dari pekerjaan ini. Mereka membutuhkan uang cepat, aku tawarkan pekerjaan ini dan dia mau." kata Alena.

__ADS_1


Jason tampak berpikir, ada bagusnya juga. Dari pada Alena yang meminta untuk dirinya sendiri, lebih baik orang lain.


"Baiklah, malam ini siapkan gadis itu. Jika mencari laki-laki seperti itu tidak susah. Satu jam gue langsung dapat laki-laki seperti itu." kata Jason.


"Ingat, pertemukan gue dengannya. Nanti gue yang tawar menawar dengan dia."


"Baik."


Setelah bicara seperti itu, Jason pergi dari hadapan Alena. Alena pun tersenyum senang, terbayang di pikirannya malam ini dia juga akan mendapatkan uang juga.


Malam berlalu dengan cepat, Alena menunggu seseorang yang memang sudah membuat janji dengan Jason tadi. Tak lama, Jason dan satu laki-laki sedang berjalan ke arah Alena.


"Ini orang yang akan membawa gadis yang anda inginkan tuan." kata Jason pada laki-laki itu.


Alena tersenyum nakal, dia juga sepertinya setuju. Namun malam ini dia yang akan membawakan Meta untuk laki-laki itu.


"Lalu, mana gadis itu?" tanya laki-laki itu yang tubuhnya agak gemuk tapi lumayan tampan.


"Sebentar lagi dia datang tuan, tenang saja. Jadi kita bisa tawar menawar sekarang?"


"Bisa tunjukkan fotonya dulu, apakah dia cantik atau kurang menarik."


Alena pun mengambil ponselnya, dia menunjukkan foto Meta yang lumayan seksi pada laki-laki itu. Dan ternyata laki-laki itu pun tersenyum senang.


Alena terkejut, dia menatap Jason yang juga tersenyum senang.


"Dua puluh bagaimana tuan? Di jamin tuan pasti puas kok." kata Alena.


"Oke, deal ya. Nanti saya transfer uangnya, mana nomor rekeningnya?"


Alena pun membuka ponselnya untuk melihat M bankingnya dan di tujukan pada laki-laki tersebut. Dia pun mencatat, lalu mengirim uang sejumalh yang di tentukan.


"Oke, uang sudah saya kirim. Tinggal gadis itu saja."


"Sabar tuan, dia sedang di jalan. Nah itu dia, gadis itu cantik kan tuan?" tanya Alena.


Dia pun menoleh, Meta tersenyum pada Alena dan melambaikan tangannya. Alena membalas dan menyuruhnya mendekat padanya.


"Meta, kamu tahu tentang pekerjaan sampingan yang aku maksud?" tanya Alena memastikan kalau Meta tahu pekerjaan itu.

__ADS_1


"Iya kak, aku tahu. Lalu bagaimana, apa yang harus aku lakukan?" tanya Meta.


"Kenalkan, ini orang yang akan menyewamu. Dia sudah membayar mahal, jadi ikutlah denganmu. Setelah selesai, kamu boleh hubungi aku untuk meminta bagianmu. Oke?"


"Oke kak."


Lalu laki-laki itu pun pergi menggandeng Meta, dan sepertinya Meta memang mengerti pekerjaan sampingan yang di maksud Alena. Yang jelas dia akan mendapatkan uang banyak dalam semalam.


"Bagaimana? Apa bisnis ini menjanjikan mendapatkan uang banyak?" tanya Jason pada Alena.


"Emm, ya. Tanpa kita yang bermain, ada gadis yang membutuhkan uang. Kita tawarkan padanya, oke. Kita lakukan bisnis ini, kita kerja sama." kata Alena.


Jason pun tersenyum, dia lalu duduk dan minum-minum dengaj Alena di bar tersebut.


Sedangkan Meta memang sedang melayani laki-laki gendut namun penampilannya lumayan, seperti om-om tapi tidak terlalu tua juga.


Awalnya mereka mengobrol sekedar basa basi, dan laki-laki itu meminta di pijat oleh Meta. Meta menurut saja apa yang di mintanya.


"Kamu itu cantik sekali, apa kamu siap melayaniku?" tanyanya.


"Tentu, saya siap melayani tuan saat ini." kata Meta.


Ternyata Meta sudah mahir juga, hanya saja dia dulu masih kecil-kecilan dan mungkin sebagai model sebagai kedok untuk menutupi dirinya yang dulu. Alena sendiri tidak tahu jika Meta sudah biasa melakukan itu.


Laki-laki itu senang, kalau Meta mengerti apa yang dia maksud. Jadi dia tahu kalau gadis bersamanya itu sudah pernah melayani laki-laki lain.


"Emm, ternyata kamu sudah pernah seperti ini?"


"Heheh, hanya beberapa kali. Tapi saat ini saya jamin anda akan puas dengan pelayanan saya tuan." kata Meta dengan menggoda.


"Baik, lakukan apa yang menurutmu saya bisa puas seperti katamu."


"Dengan senang hati tuan."


Kemudian ritual pun di lakukan, Meta memang sangat lihai dalam hal itu.


Malam pun semakin larut, kedua sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang bercinta larut dan tenggelam dalam nikmat sesaat tanpa ikatan cinta dan pernikahan.


_

__ADS_1


_


~ 😊😊😊😊❤❤❤❤


__ADS_2