
Jason segera membawa Alena ke kamar yabg sudah di pesan, dia membuka pintu kamar dan segera menarik pinggang Alena lalu menguncinya.
Alena masih menempel pada Jason, dia tidak sabar untuk melakukan sesuatu yang dia inginkan saat ini. Jason tersenyum senang, dia membawa Alena ke ranjang. Dia langsung menyambar bibir Alena yang menggoda itu, meraupnya dengan rakus dan kini Alena sudah di bawah kungkungannya. Keduanya kini melepas pakaian masing-masing untuk segera bermain-main agar rasa dan harsat yang sejak tadi di tahan kini tercurahkan.
Jason menangkup kedua gunung kembar yang menantang itu secara bergantian, gairahnya memuncak ketika Alena mengeluarkan suara merdu menurutnya dari mulutnya.
"Alena, kamu benar-benar seksi, uurgh.." ucap Jason dengan mengerang ketika Alena sudah menggigit-gigit lehernya.
"Jason, eugh aku sudah ngga sabar. Aku ingin bermain denganmu, aaaah." kata Alena dengan suara lenguhannya.
"Iya sayang, kamu tenang saja. Aku akan memuaskanmu. Malam ini milikku dan milikmu akan bersatu, dan kita akan menikmatinya sepanjang malam. Cup." kata Jason.
Dan kini tangan Jason mulai bergerak untuk membuai Alena yang sudah berada di puncak gairahnya. Dia ingin bermain-main dengan Alena agar Alena menikmatinya dari segala permainannya.
Sungguh, Jason ingin memiliki Alena seutuhnya Yang sejak dulu hanya di pendam dan selalu menuruti Alena mencarikan laki-laki untuk pacar sementaranya. Entah apa yang di lakukan Alena dengan laki-laki itu, Jason tidak tahu.
Kini keduanya sudah tidak sabar untuk mencapai kenikmatan yang di berikan masing-masing. Baik Alena maupun Jason sudah siap untuk menyelami miliknya, Jason sudah mengarahkan senjatanya. Sedangkan Alena sudah siap menerima milik Jason.
Dan keduanya kini menyatu, perlahan namun pasti meresapi rasa yang sejak tadi ingin di nikmati. Jason memaju mundurkan tubuhnya di atas Alena, Alena menikmati setiap kali Jason mencumbunya.
Kini kedua sedang terbuai dalam suasana malam yang semakin larut dan dingin. Beberapa kali Jason bermain dengan Alena, tapi rupanya Alena masih ingin melakukannya lagi dan lagi.
Hingga pagi tiba, Jason yang lebih dulu bangun, dia masuk kamar mandi dan segera memesan sarapan untuk makan di kamar hotel saja.
Tak lama Jason keluar dari kamar mandi, pintu di ketuk dari luar. Itu pasti layanan hotel untuk mengantar sarapan pagi. Jason membuka pintunya dan dia mengambil makanan dari pelayan hotel itu, dia tidak mau pelayan itu masuk lebih ke dalam.
"Terima kasih mas, biar saya yang bawa masuk ke dalam." kata Jason.
Pelayan itu pun pamit, dan Jason menutup pintunya lalu membawa makanan itu ke meja. Dia melirik jam tangan di meja, sudah pukul delapan pagi. Dia harus membangunkan Alena.
Jason duduk di sisi ranjang menatap Alena yang masih tertidur pulas. Tadi malam dia sangat puas bermain dengan Alena, senyumnya mengembang. Lalu tangannya membelai pipi Alena dengan lembut.
"Sayang sekali wajah cantik ini di miliki oleh orang lain, perlahan tapi pasti kamu akan jadi milikku Alena." gumam Jason.
Alena bergerak-gerak, tanga Jason di tarik dan dia memanggil Alena.
"Alena, bangunlah. Ini sudah siang." ucap Jason.
"Jam berapa sekarang?" tanya Alena membuka matanya pelan.
"Jam delapan pagi." jawab Jason.
"Apa?!"
__ADS_1
"Iya, sudah jam delapan pagi. Kenapa memangnya?"
"Aaaargh, aku ada pemotretan jam sembilan pagi ini. Aargh, kenapa kamu tidak membangunkanku?" tanya Alena panik.
Dia langsung berdiri dengan cepat, dia tidak sadar kalau keadaannya sekarang sedang tidak memakai baju alias polos tubuhnya.
Dia langsung menuju kamar mandi, tapi bingung di mana tempatnya.
"Mana kamar mandi?" tanya Alena belum sadar keadaannya.
Jason tertegun, dia menelan salivanya melihat Alena yang polos itu. Menatap Alena tanpa berkedip.
"Jason! Kenapa kamu hanya melihatku seperti itu?!" teriak Alena.
"Kamu membuatku bergairah Alena lagi Alena." kata Jason tanpa sadar.
Alena heran dengan ucapan Jason, dia lalu melihat tubuhnya. Dan betapa terkejutnya dia, dia pun berlari mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu.
"Kamu apakan aku semalam?" tanya Alena kesal.
"Hei, kamu yang memulai Alena." jawab Jason.
"Tidak mungkin! Kamu kan yang membuat aku seperti itu?" ucap Alena lagi.
Jason yang di tatap Alena seperti itu hanya tersenyum saja. Dia mengambil sarapan dan memakannya dengan santai.
"Apa yang kamu masukkan ke dalam minumanku waktu di kafe itu?" tanya Alena penuh selidik.
"Tidak ada." jawab Jason enteng.
"Bohong! Tidak mungkin aku melakukan itu semalam denganmu kalau kamu tidak mencampuri minumanku dengan obat itu." kata Alena lagi.
"Tapi kamu menikmatinya, bahkan memintaku berkali-kali. Padahal aku sudah lelah, tapu demi kamu yang masih semangat bermain denganku, ya aku ladeni dengan senang hati." ucap Jason lagi dengan enteng.
Dia mengunyah makanannya lagi dan lagi tanpa mempedulikan wajah Alena yang kesal padanya.
"Jason!"
"Kenapa?"
"Aku minta sama kamu untuk mencari laki-laki mapan dan kaya, bukan kamu yang tidur denganku. Kenapa kamu memanfaatkan aku hah?!"
Jason menghabiskan sarapannya lalu minum jus jeruknya sampai habis. Lalu dia mengambil piring makanan milik Alena dan menyodorkannya padanya.
__ADS_1
"Jangan bertele-tele, Jason. Aku ingin kamu mencarinya. Kenapa kamu malah santai seperti itu?"
"Buat apa? Untuk kamu? Kan kamu sudah tidur denganku, lalu untuk apa?" tanya Jason lagi.
Kali ini dia tidak mau mencari laki-laki lagi jika hanya dirinya sebagai pecundang.
"Aku ingin balas dendam sama seseorang, aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan semalam." kata Alena lagi.
Jason mencerna ucapan Alena, dia masih berpikir keras maksud dari ucapan Alena itu.
"Kamu ingin mencari laki-laki untuk menjebak seseorang?" tanya Jason langsung pada intinya.
"Iya. Aku benci sekali padanya. Aku ingin karir hancur juga kekasihnya pergi meninggalkanya. Heh, benar-benar aku benci sekali padanya. Gadis sombong, Alisa!!" teriak Alena menatap ke arah sembarang untuk meneriakkan Alisa.
Jason tertegun, jadi sejak dulu Alena tetap membenci Alisa? Gadis cacat itu dan berubah jadi model terkenal. Alena masih saja membenci dan kini semakin iri pada adiknya itu.
Jason bergerak mendekat, dia mendekap Alena lalu memeluknya erat. Kasihan, pikirnya.
"Alena, aku akan carikan laki-laki itu Kamu tenang aja. Tapi kamu sabar, jangan berterika seperti ini, tenanglah." ucap Jason lagi.
Tubuh Alena masih dalam dekapan Jason meski Alena masih di kuasai amarah.
"Aku benci Alisa! Aku sangat benci Alisa, Jason!!" teriak Alena dan menepuk pundak Jason.
Jason semakin mengeratkan pelukannya agar Alena tenang dan jangan berteriak terus.
"Alena, tenanglah. Kamu harus percaya sama aku, aku akan mencari laki-laki jelek dan gendut untuk Alisa. Tenanglah Alena." kata Jason lagi.
Dan Alena pun tenang, dia menarik nafas panjang dan menatap Jason. Dia melepaskan pelukan Jason padanya.
"Aku mau ke kamar mandi, siang ini ada pemotretan." ucap Alena.
Jason pun melepas pelukannya, dan Alena pun bangkit dari duduknya menuju kamar mandi yang di tunjuk Jason.
Kini Jason berpikir, dia akan menuruti apa yang di mau Alena, sedikit demi sedikit akan meraih Alena untuk jadi miliknya tanpa harus lagi mencari laki-laki lain dan dendam pada adiknya. Dia akan membawa Alena pergi setelah nanti keinginan Alena tercapai.
_
_
_
😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤
__ADS_1