
Dua hari lagi grand final kontes kecantikan para model akan di gelar, Alisa masuk masuk sepuluh besar dalam jajaran para finalis. Dan kali ini dia sedang istirahat di kamarnya sambil berbaring dengan ponsel menempel di telinganya.
"Kamu sedang apa?"
"Aku sedang tiduran, menunggu istirahat selesai. Rasanya lama sekali acaranya selesai." ucap Alisa lirih.
Richard yang ada di seberang sana sedang menelepon Alisa. Alisa terdiam, dia merasa rindu dengan kekasihnya itu.
"Alisa?"
"Kenapa?"
"Apa kamu rindu padaku?"
Alisa terdiam, setiap hari dia merasa rindu pada Richard. Dan sudah sepuluh hari dia tidak bertemu dengan Richard, tentu saja rasa rindu itu sudah menggunung.
"Aku rindu kamu, sangat." ucap Alisa lirih.
"Hari Minggu besok aku menemuimu. Kamu masuk sepuluh besar?"
"Ya, aku tidak berharap menang."
"Jangan patah semangat seperti itu. Lakukan semampumu saja, jangan ada beban di hatimu. Aku akan melihat kamu dari belakang, aku pasti datang."
Alisa kembali terdiam, sesungguhnya dia juga tidak menginginkan situasi seperti ini. Baginya berkarir di negeri sendiri juga tidak mengapa. Entahlah, sekarang dia sedang putus asa.
"Alisa, jangan putus asa. Kuatkanlah dirimu." kata Richard.
Alisa terisak, dia benar-benar lelah dan putus asa. Dan Richard mendengar isakan tangis Alisa yang sedang putus asa atau karena kelelahan. Richard pun ikut sedih mendengarnya.
"Sayang, dengarkan aku. Aku akan datang malam ini, kamu jangan menangis lagi ya?" kata Richard menguatkan Alisa.
Dan Alisa pun semakin menangis, entah kenapa rasa rindunya pada Richard semakin menggebu. Dia benar-benar ingin bertemu dengannya.
Karena tidak ada jawaban dari Alisa, Richard pun menutup sambungan teleponny. Dia kini menghubungi Raya, rasa gelisah dan cemas akan Alisa sangat besar.
Dan Alisa sendiri sekarang sedang menangis tersedu di kamarnya, waktu istirahat pun hampir habis. Mungkin hanya setengah jam saja di kasih waktu oleh panitia untuk beristirahat, dan Alisa memilih istirahat di kamarnya.
Tok tok tok
"Alisa, kamu di dalam?"
Tak ada jawaban dari Alisa, dia semakin tersedu menangis. Membuat Raya semakin khawatir akan keadaannya.
Raya mengetuk pintu terus dan memanggil Alisa dari balik pintu. Memang seharusnya tempat karantina itu tidak boleh orang masuk sembarangan jika bukan benar-benar penting sekali. Dan Raya masuk dengan alasan kontestan dari Indonesia sedang tidak enak badan dan dia penanggung jawabnya.
__ADS_1
Pihak panitia menawarkan dokter untuk memeriksa keadaan kontestan, tapi Raya menolak lebih dulu karena dia ingin melihat keadaan Alisa.
Alisa beranjak dari tidurnya dan menuju pintu kamar untuk membuka pintunya. Setelah pintu terbuka, terlihat Raya cemas melihat keadaan Alisa yang sembab karena menangis.
"Alisa, kamu kenapa?" tanya Raya sambil memeluk Alisa setelah pintu kamar tertutup.
Alisa kembali tersedu, dia memeluk Raya dengan erat sekali. Raya tertegun, dia menepuk punggung Alisa dengan pelan dan penuh kasih sayang.
"Kamu lelah?" tanya Raya lagi.
Masih belum ada jawaban dari Alisa, dan Raya membimbing Alisa untuk duduk di sisi ranjangnya. Dia lalu mengambil air putih untuk menenangkan alisa yang masih tidak mau membuka mulutnya menjawab pertanyaannya.
"Richard tadi menghubungiku, dia memintaku untuk melihat keadaanmu. Dia sangat khawatir akan dirimu, Alisa." kata Raya menyodorkan air putih dalam gelas.
Alisa meneguk air putih yang di sodorkan Raya, Raya menatap wajah Alisa yang sedikit tenang, di sibak rambut Alisa dan di selipkan di balik daun telinganya.
"Ada apa?" tanya Raya lagi dengan pelan, menatap wajah Alisa.
"Aku tidak tahu, tiba-tiba merasa sedih dan lelah. Entah apakah aku sedang putus asa atau apa, aku tidak tahu." jawab Alisa.
Dia mengelap hidungnya yang basah karena lendir bening keluar dari hidungnya.
"Mungkin kamu butuh istirahat sehari, aku sudah minta pada panitia kalau kamu tidak bisa ikut kegiatan hari ini." kata Raya.
"Terima kasih, mungkin aku kaget dengan jawdal yang terlalu padat begini, dari bangun pagi jam enam sudah harus siap dan seterusnya kegiatan penuh, meskipun di sana tidak melulu melelahkan. Tapi entah kenapa aku tiba-tiba jenuh dan merasa lelah." kata Alisa lagi.
Alisa menatap Raya sedang tersenyum, dia heran dan penasaran dengan senyum Raya itu.
"Kamu kenapa tersenyum seperti itu?" tanya Alisa.
"Ngga apa-apa, aku tahu kamu sedang memikirkan seseorang." ucap Raya dengan senyum masih mengembang di bibirnya.
Dan wajah Alisa bersemu merah, dia merasa malu kalau Raya mengetahui tentang kegelisahan dalam hatinya itu. Dia pun menunduk malu.
"Sekarang Richard sedang ke airport, dia secepatnya datang menjengukmu. Sudah jangan sedih lagi, aku mengerti kamu kok." ucap Raya lagi.
"Apa sih, Raya. Bukan itu maksudku, aku hanya sedang merasa bosan saja." Alisa menghindar dengan ucapannya yang kali ini sepertinya tidak sama dengan tadi baru bercerita.
Raya hanya tertawa kecil, dia tahu sahabatnya itu sedang rindu dengan kekasihnya.
_
Dan benar saja, malam hari Richard sudah berada di hotel yang dia pesan sebelum dia berangkat ke bandara oleh Jo. Hotel yang dia sewa dekat dengan hotel tempat kegiatan kontes tersebut dan tempat karantinanya juga, dia juga satu hotel dengan Raya.
Richard menghubungi Raya agar bisa mengusahakan Alisa keluar malam ini.
__ADS_1
Raya pun keluar dari kamarnya dan menemui Richard yang sudah ada di lobi hotel.
"Bagaimana Alisa di sana" tanya Richard masih khawatir.
"Jangan khawatir, dia baik-baik saja. Tadi sore dia tidak mengikuti satu kegiatan, tapi itu tidak mengurangi nilai Alisa dalam kontes itu. Mungkin nanti setelah acara kegiatan, aku akan izin sama panitia membawa Alisa keluar dari hotel tersebut. Kamu tunggu saja di depan hotel itu." kata Raya.
"Baiklah, terima kasih ya. Kamu telah menjaga Alisa dan mengerti dia." ucap Richard.
"Dia sahabatku, jadi aku harus bisa menjadi tan baiknya ketika dia sedang sedih. Jangan di pikirkan." ucap Raya.
"Kalau begitu, saya ke kamar dulu. Aku belum masuk ke kamarku, menunggu kabar dari kamu." kata Richard.
Raya pun mengangguk, lalu Richard meninggalkan Raya untuk pergi ke kamarnya. Dia akan datang ke hotel itu dan menunggu Alisa keluar menemuinya.
Empat jam menunggu acara selesai, membuat Richard maupun Alisa sangat gelisah. Di temoat yang berbeda, keduanya gelisah secara bersamaan.
Dan kegiatan pun selesai di jam sepuluh malam,semua kontestan di suruh beriatirahat agar besok bisa menghadapi kegiatan dengan tantangan yang lumayan berat. Tapi Raya lagi-lagi meminta izin pada panitia untuk memperbolehkan Alisa keluar sebentar.
Dengan terpaksa, panitia membolehkan Alisa keluar dengan Raya. Untungnya panitia bagian pengawasan kontestan itu berasal dari Indonesia yang Raya kenal. Jadi dia bisa leluasa meminta Alisa keluar sebentar, meski ada peringatan dari panitia bagian pengawasan kontestan.
Alisa dan Raya kini sudah ada di lobi mencari Richard, dan benar saja Richard sudah ada di lobi. Hati Alisa pun bergemuruh, kebetulan suasana lobi hotel sedang sepi. Sehingga Alisa dan Richard leluasa bertemu.
"Aku tunggu di depan ya, ingat waktu kamu cuma setengah jam ketemu Richard." kata Raya mengingatkan.
"Terima kasih ya, Raya." ucap Alisa.
Raya hanya mengacungkan jempol saja, dan dia pergi meninggalkan Alisa. Richard mendekat, dia juga merasakan sangat rindu pada Alisa. Keduanya berjalan cepat dan saling tersenyum, lalu memeluk sangat erat satu sama lain.
"Aku kangen banget sama kamu." ucap Alisa dengan pelukan eratnya.
"Aku juga kangen banget, sayang." jawab Richard.
Lama mereka saling memeluk, dan akhirnya Richard melepas pelukannya. Dia lalu menarik tengkuk Alisa dan bibir keduanya saling memagut dan mengecap dengan pelan. Rasa rindu yang selama sepuluh hari mereka tumpahkan dengan memeluk dan mencium mesra.
Lama mereka berciuman saling memagut dan mengecap, seelah di rasa cukup Alisa pun melepas pagutannya dan menatap Richard dengan tersenyum senang.
Lagi dan lagi dia mengecup bibir Richard, hingga Richard pun merasa gemas dengan Alisa. Dia kembali menarik tengkuk Alisa dan ciuman mesranya kembali mereka rasakan.
Malam semakin larut, Alisa dan Ruchard masih duduk berdua setelah saling melepas rindu. Alisa hanya di beri waktu setengah jam, dan setelah itu dia harus cepat masuk lagi ke dalam gedung karantina agar tidak ketahuan oleh panitia lainnya.
_
_
_
__ADS_1
\=> jangan lupa like and komen yaa...😊😊