
Raya adalah anak orang berada, kedua orang tuanya mempunyai perusahaan tambang di luar Jawa, namun tidak ada yang tahu. Yang di ketahui oleh orang-orang adalah orang tua Raya mempunyai usaha klinik kecantikan dan salon saja.
Salon yang dulu Alisa perasawatan adalah milik ibunya Raya. Raya hidup sederhana, dan tidak banyak yang tahu kalau managemen keartisan dan modeling yang sekarang Alisa bernaung itu milik kakaknya. Simon Barata, dia laki-laki lumpuh yang hanya hidupnya di kursi roda dan di dalam kamarnya.
Raya sangat menyayangi kakaknya, saat cita-cita Simon untuk membuka manajemen artis dan model, Raya sangat antusias. Dia dan saudara sepupunya Anindya membantu mencari tempatnya.
Raya tahu alasan kakaknya Simon membuka manajemen artis dan model itu, karena dulu sewaktu Simon masih kuliah. Dia sangat menyukai seorang gadis cantik, fia juga berkenalan dan menjalin pertemanan. Saat itu Simon mulai menyukai gadis itu.
Sebelumnya, Simon tidak lumpuh dan sering sekali pergi jalan berdua dengan gadis yang di sukainya. Satu tahun Simon berteman dengan gadis itu, hingga benih cinta tumbuh di hati Simon.
Dia ingin menyatakan cinta pada gadis itu di saat ulang tahun gadis yang di cintainya, karena dia pikir gadis itu juga menyukainya juga.
Akhirnya mereka pun bertemu dan merayakan ulang tahun gadisnya, Simon yang mengajak gadisnya makan malam romantis dan menyewa restoran mahal dan meresevasinya secara khusus malam itu.
Flash back :
"Apa yang kamu inginkan, Alena?" tanya Simon ketika Alena berdoa memohon dalam diamnya di depan kue ulang tahunnya.
"Aku ingin jadi artis atau model terkenal, tapi belum ada yang menarikku jadi model." kata Alena.
Ya, Alena adalah gadis yang di sukai Simon Barata. Kakak dari Raya sahabat Alisa itu.
"Kamu mau jadi model?" tanya Simon tak percaya.
"Ya, aku ingin jadi model terkenal di seluruh dunia." jawab Alena.
"Kalau aku wujudkan keinginanmu, bagaimana? Apa kamu akan memberikan sesuatu hadiah untukku?" tanya Simon yang berharap pernyataan cintanya tidak gagal.
"Apa yang kamu punya? Bukankah keluargamu hanya biasa saja? Dari mana kamu akan mewujudkan impian dan cita-citaku." kata Alena seolah menyepelekan Simon.
"Jika aku bisa, bisakah kamu nanti jadi modelku?"
"Hah?! Buktikan dulu, tapi kamu juga harus bersikeras untuk mewujudkan mimpiku itu."
"Kenapa tidak?"
"Tentu saja tidak bisa, kamu.." ucapan Alena berhenti ketika ada seorang laki-laki menghampiri mereka dan memanggil Alena.
"Alena?"
"Samuel, kamu sudah datang?" tanya Alena dengan wajah senang.
Simon mengerutkan dahinya, siapa laki-laki itu?
"Alena siapa dia?" tanya Simon.
"Dia sebentar lagi akan jadi kekasihku." ucap Alena dengan santai.
__ADS_1
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan Simon yang masih diam terpaku. Apakah ini?
"Alena, kamu sudah punya laki-laki lain?" gumam Simon.
Dan malam itu, hati Simon hancur. Dia tidak menyangka jika pertemanan antara dirinya dan Alena hanya memang sebatas teman. Apa karena memang dia terlalu percaya diri kalau Alena juga menyukainya?
Dalam keadaan bimbang dan sedih karena Alena pergi dengan laki-laki lain, Simon tetap tinggal di restoran itu. Dia memesan minuman beralkohol untuk menenangkan hatinya yang kalut dan sakit. Baru kali ini menyukai seorang gadis, tapi termyata gadis itu pergi bersama laki-laki lain.
Simon menenggak minuman yang dia tuang ke dalam gelasnya sampai habis, lalu menuangkannya lagi dan lagi. Hingga dia mabuk dan hendak pergi dari restoran itu. Tapi karena sedang mabuk, akhirnya Simon terkulai. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Raya.
"Halo kak?"
"Raya, aku ada di restoran aa..aku sedih Raya. Alena...dia.." ucapan terbata karena mabuk membuat Raya di seberang telepon pun akhirnya menutup sambungan teleponnya dan bergegas menyusul kakaknya yang sedang mabuk.
_
Satu minggu Simon hanya mengurung diri di kamarnya setelah malam itu, dia sangat sedih dan juga patah hati. Raya tahu kakaknya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Kak, kenapa kakak mengurung diri di kamar aja?" tanya Raya.
"Kakak tidak apa-apa." jawab Simon datar.
"Apa karena di tolak oleh Alena?" tanya Raya lagi.
"Tidak. Sudah kamu jangan ikut campur masalah kakak." ucap Simon lagi.
Dia pergi meninggalkan Raya yang masih bingung dengan sikap kakaknya. Meski itu sudah menjadi kebiasaannya, tapi sudah beberapa hari Simon tidak mau keluar dari kamarnya.
Dan esok harinya, Simon menemui Alena di sebuah kafe. Katanya Alena ingin meminta sesuatu, entah itu apa.
Satu hari Simon pergi bersama dengan Alena, dan pulang malam hari wajahnya berubah ceria kembali. Membuat Raya heran, tapi dia merasa senang kakaknya itu ceria lagi.
"Kakak sepertinya sedang senang?" tanya Raya.
"Ya, Alena menerimaku dan dia meminta sesuatu yang membuatnya terkejut. Dan aku sudah menyiapkannya. Bulan depan, sudah aku siapkan untuk kejutan Alena." kata Simon.
"Baiklah, aku juga ingin tahu kejutan apa yang kakak siapkan pada gadis itu." ucap Raya.
Simon hanya tersenyum saja, dia lalu pergi ke kamarnya. Menyusun rencana secepatnya.
_
Selama sebulan, Simon menyiapkan kejutan untuk Alena. Dia juga meminta waktu pada Alena untuk menyiapkan kejutan. Dan tanpa Raya tahu, ternyata Simon menyiapkan gedung yang dia beli untuk rumah produksi manajemen artis dan model, sesuai yang di inginkan Alena.
Simon berpikir, Alena pasti menyukai kejutan yang dia siapkan. Tapi, Simon tidak tahu Alena seperti apa.
Dan di saat waktunya memberitahu Alena tentang kejutannya, Simon bersiap untuk pergi menemui Alena sesuai perjanjian mereka bertemu.
__ADS_1
Simon mengendarai motor gedenya, agar lebih cepat sampai di mana Alena menunggunya. Simon mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, hingga dia lupa mengerem gasnya untuk menghindar mobil trik yang mendekat pada motornya. Karena tidak mau membuang waktu dan segera ketemu dengan Alena.
Dan dari arah berlawanan, sebuah motor melaju dengan kencang. Hingga Simon membanting stir lalu motor mengarah ke mobil trik yang ada di sampingnya, terpaksa dia membelokkan ke rumput-rumput di pinggir trotoar.
Beruntung Simon tidak terlindas mobil trik itu, hingga dia teridur ternyata dirinya sudah tidak sadarkan diri.
Sejak kejadian itu, Simon masuk rumah sakit dan di nyatakan kakinya lumpuh.
Alena pun menjenguk Simon di rumah sakit, Simon senang dengan kehadiran Alena yang menjenguknya, saat itu hanya ada ibunya yang baru datang dari Kalimantan.
Ibunya keluar dari kamar rawat Simon untuk memberi ruang pada Simon dan Alena bicara.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Alena.
"Sudah lebih baik, tapi kakiku kata dokter tidak bisa di gerakkan." jawab Simon datar.
Awalnya dia kecewa kalau kakinya tidak bisa di gerakkan, tapi karena mendengar Alena menjenguknya Simon pun semangat.
"Itu artinya kamu lumpuh?" tanya Alena.
"Tidak, hanya belum bisa di gerakkan."
"Tapi itu sama saja lumpuh, Simon. Bisa di bayangkan jika aku harus punya pacar lumpuh sepertimu, bagaimana denganku? Apakah aku akan hidup dengan orang lumpuh? Tidak Simon, ini yang terakhir kalinya aku bertemu denganmu. Dan aku minta kamu jangan menghubungiku lagi." ucap Alena dengan angkuh.
"Alena tunggu, aku punya kejutan untukmu. Bukankah kamu meminta sesuatu dariku? Aku sudah menyiapkannya." kata Simon memegang lengan Alena.
Alena menepis tangan Simon, dan menatap tajam padanya.
"Sudah aku bilang Simon, aku tidak tertarik dengan kejutanmu itu. Aku sudah tidak butuh kamu lagi, dan semoga harimu menyenangkan. Aku pergi."
Setelah berkata seperti itu, Alena meloyor pergi dengan langkah pasti meninggalkan Simon yang masih terpaku dengan ucapannya tadi. Tubuh Simon melemah, dadanya bergemuruh. Dia pun berteriak hingga ibunya langsung tergopoh masuk ke dalam kamarnya.
"Simon, ada apa nak?"
"Dia pergi mama. Alena pergi selamanya, dia tidak mau orang lumpuh, ma. Hik hik hik."
"Sudahlah nak, jangan tangisi gadis seperti itu. Mama yakin masih banyak yang mau dengan tulus menerimamu. Kamu harus bertekad untuk sembuh dari keterpurukan ini. Mama yakin dengan terapi kamu bisa jalan lagi." ucap mamanya.
Simon hanya menangis tidak menanggapi ucapan mamanya. Hatinya benar-benar hancur, dia jatuh cinta pada Alena. Gadis pertama kali yang dia suka, tapi kini pergi menolaknya hanya karena dia lumpuh.
_
_
_
__ADS_1
Promo novel lagi punya teman sesama othor dengan judul RUMAH TANGGA karya MinNami.
Ceritanya seru ya, yuk sekalian mampir kaka..😊😊