Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
31. Richard Cemburu


__ADS_3

Dan benar saja, gosip tentang Alisa dan Michael kini santer di beritakan di media sosial dan televisi. Semua memberitakan bahwa Alisa dan Michael punya hubungan khusus, tapi mereka menutupinya. Pun Raya sang manager Alisa membantahnya.


Tapi wartawan seakan terus mencecar berita Alisa dan Michael. Ada yang kecewa dengan berita itu ada juga yang mendukung Alisa dengan Michael saja.


'*Waah, aku setuju Alisa dengan Michael, mereka tampak serasi. semoga secapt di resmikan ya..'


'Kok sama Michael sih? Aku ngga rela Alisa sama Michael.'


''Di tunggu kabar selanjutnya ya Alisa dan Michael.'


'Ih, ngga cocok Alisa sama Michael, kenapa harus sama Michael?'


'Waah, ternyata diam-diam Alisa sama Michael punya hubungan ya, duh senengnya. Cocok deh.'


'Uuh, unyu banget sih mereka. Cepat di resmikan ya Alisa dan Michael*.'


Begitulah beberapa komentar para penggemar yang melihat sebuah foto Alisa dan Michael sedang berpengangan tangan. Dan televisi memberitakan juga ketika Alisa di tarik tangannya oleh Michael dan di sana Raya berusaha melepas tangan Alisa.


Banyak yang beropini Raya merasa cemburu atau Alisa jangan terlalu menampakkan kemesraa mereka. Terlihat Michael sangat melindungi Alisa.


Brak!


Di rumah Alena menggebrak meja setelah dia melihat berita seperti itu di televisi. Rupanya berita itu sangat buming di televisi dan media internet.


"Kurang ajar Alisa! Dia semakin naik daun dengan berita itu. Rupanya Michael benar-benar menyukai Alisa. Heh! Lihat saja nanti Alisa, kamu akan tahu siapa Alena. Kakak kembarmu yang jahat ini!!" teriak Alena.


Dadanya bergemuruh, dia benar-benar sudah tidak sabar ingin tenar dan populer seperti Alisa. Berakting dengan Alisa tidak membuatnya bangkit menjadi model dan artis terkenal. Hanya satu minggu Alena di kenal oleh masyarakat karena membintangi iklan konsmetik bersama dengan Alisa.


Dan pemotretan serta syutingnya dulu tidak di nantikan penggemarnya. Atau bahkan dia tidak punya penggemar sama sekali.


"Om Toni tidak bisa membuatku sukses seperti Alisa. Aku harus bagaimana agar bisa tenar seperti Alisa?" gumam Alena.


Dia tampak berpikir, harus punya koneksi wartawan yang akan terus mengikuti segala kegiatannya.


"Baiklah, aku akan sewa wartawan untuk membuat berita tentangku yang baik. Akan aku bayar wartawan itu untuk memberitakan tentangku." ucap Alena lagi dengan senyum mengembang puas.


_


Sementara di kantor Richard, dia tampak gusar melihat berita di televisi pagi tadi. Dia melihat Alisa di gandeng oleh rekan modelnya Michael. Wajahnya tegang membuat rahangnya mengeras.


Rasanya dia ingin marah, tapi tidak bisa. Dia mencintai Alisa sekarang yang sudah jadi model terkenal, jadi dia harus terima dengan berita seperti itu


Walaupun dia tahu, Alisa tidak seperti yang di beritakan. Dia sendiri belum bertanya pada Alisa tentang berita itu. Namun Raya pernah mengatakan kalau Alisa tidak pernah dekat dengan Michael. Richard pun mendengus kesal, di hempaskannya nafas dengan kasar membuang rasa kesalnya dengan berita itu.


Jo memperhatikan wajah bosnya hanya diam, jika dia bicara maka sudah di pastikan akan di hardiknya dan Richard akan marah tidak jelas. Jadi Jo lebih memilih diam saja.


"Jo, coba kamu cari tahu siapa itu Michael." kata Richard dengan wajah dingin.

__ADS_1


"Baik tuan." jawab Jo.


"Sore ini harus sudah di meja kerjaku informasi tentang laki-laki itu." kata Richard lagi.


"Baik tuan." Jo menurut saja.


Richard menatap Jo dengan tajam, membuat Jo heran.


"Ada lagi tuan?" tanya Jo untuk menghindar dari tatapan dingin Richard.


"Bisa kamu usahakan memblow up berita tentang Alisa?" tanya Richard penuh harap.


"Saya usahakan tuan, ada teman saya yang bisa memblow up berita seperti itu. Tapi dia memang bekerja untuk orang yang mempekerjakannya, jadi kita harus.."


"Lakukan, aku berani bayar berapapun untuk pekerjaan itu. Media sepertinya sangat senang berita itu muncul terus di permukaan. Para penggemar Alisa sepertinya menyukai mereka jadi sepasang kekasih." ucap Richard masih dengan mode kesal.


"Anda cemburu tuan?" tanya Jo yang tidak sadar telah memancing singa yang sedang lapar dan ingin memangsa makanan segar di depannya.


"Kamu pikir aku akan tenang-tenang saja melihat kekasihku di bicarakan di media sosial dan televisi oleh wartawan?!" Richard benar-benar marah kali ini.


Asistennya telah memantik emosinya saat ini, hingga beberapa jam kemudian Richard tidak bisa konsentrasi untuk bekerja.


Dan sore hari, Richard pun pulang tanpa memberitahu Jo. Pikirannya kacau, dia ingin menelepon Alisa. Tapi sepertinya Alisa sedang melakukan syuting film mini seri perdananya.


"Aaah, sial!"


Di ambilnya ponselnya, dia mencoba menghubungi Alisa dan tersambung. Richard menarik nafas pelan, membuang rasa kesalnya karena Alisa belum menjawab teleponnya.


"Halo?"


"Kamu sudah selesai?"


"Belum, tapi sedang istirahat. Ada apa?"


"Bisa kamu keluar sebentar?


"Ya, kamu di parkiran?"


"Ya, seperti biasa. Kemarilah, aku ingin bertemu denganmu." kata Richard.


"Baiklah, aku segera ke sana."


Klik.


Richard memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya, dia menunggu Alisa keliar dari dalam gedung berlantai sepuluh itu.


Tak berapa lama, Alisa terlihat keluar dari dalam gedung dan menuju parkiran. Dia melihat mobil Richard yang terparkir di sebelah pojok dekat dengan pohon palem.

__ADS_1


Alisa tersenyum senang melihat mobil Richard dan melangkah cepat ke arah mobil itu. Di bukanya pintu mobil dan senyumnya mengembang menatap Richard.


Tanpa di duga, Richard menarik tubuh Alisa dan memegang tengkuk Alisa. Richard langsung meraup bibir Alisa dengan rakus, rasa kesal karena cemburu dengan pemberitaan kekasihnya itu kembali muncul di antara rasa rindunya pada Alisa. Keduanya menikmati bibir masing-masing, saling mengecap dan menuntut.


Richard terus mencium bibir Alisa dengan rakus dan semakin menuntut, membuat Alisa kewalahan karena Richard tidak juga melepas ciumannya.


Alisa mendorong dada Richard dengan kencang, tapi Richard belum mau melepasnya.


"Emm, Richard sudah. Aku tidak bisa nafas." ucap Alisa di sela ciuman Richard.


Baru setelah Alisa berkata seperti itu Richard melepas ciumannya dan menatap Alisa dengan kecewa. Tangannya mengusap bibir Alisa yang basah dan sedikit bengkak.


"Maaf." ucap Richard kembali mengecup bibir Alisa sekilas.


"Ada apa? Kamu sepertinya kesal?" tanya Alisa.


"Aku kesal dengan pemberitaan kamu di televisi tadi pagi." jawab Richard menatap Alisa.


"Maafkan aku, seharusnya aku mendengarkan Raya untuk tidak dekat dengan Michael." ucap Alisa lirih.


"Tidak, aku tahu itu resiko mencintai kamu sebagai model terkenal. Maaf kalau tadi menciummu terlalu kuat." ucap Richard membelai pipi Alisa dengan lembut.


Alisa diam, dia tahu Richard sedang cemburu padanya dengan berita yang beredar tentang dirinya dengan Michael.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Michael, aku,... hanya mencintai kamu Richard." ucap Alisa menatap Richard untuk meyakinkan kalau dirinya benar tidak ada apa-apa selain teman kerja saja.


"Aku tahu, tapi wajar saja jika aku cemburu. Alisa...Apa sebaiknya kita menikah?" kata Richard menatap Alisa ragu.


"Apa? Menikah?" tanya Alisa tidak percaya.


"Ah, sudahlah. Jangan pikirkan ucapanku, kamu kembangkan karirmu sebagai model jika itu cita-citamu. Aku tidak akan menghalangi apa yang kamu inginkan." ucap Richard.


Dia menyesal membuat Alisa bingung, dia akan menunggu Alisa mengatakan mau menikah dengannya. Richard pun kembali mengecup binir Alisa dengan lembut, tidak ada tuntutan dan paksaan.


Setelah di rasa cukup, Richard melepas ciumannya. Senyumnya mengembang dan dia pun mencium pipi Alisa lalu merengkuh tubuhnya untuk masuk ke dalam pelukannya.


"Aku mencintaimu Alisa, sangat." gumam Richard di dekat telinga Alisa.


Alisa yang mendengar Richard mengucapkan kata cinta padanya mengeratkan pelukannya. Rasanya semua beban di hatinya hilang seketika mendengar Richard sangat mencintainya.


_


_


_


\=> jangan lupa like and komen yaa..😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2