
Satu minggu cuti dari pemotretan, kini Alena masuk kembali ke agensi. Dia menggantikan Alisa yang sedang pergi ke Singapura untuk mengikuti kontes model cantik se Asia dan Australia.
Dia belum tahu kalau Alisa sedang mengikuti kontes kecantikan model dengan beberapa rekan model lainnya mewakili agensi. Saat tiba di studio, dia heran. Kenapa hanya ada beberapa model saja yang ikut pemotretan kali ini.
"Yang lain kemana?" tanya Alena.
"Yang lain ikut kontes ke Singapura." jawab rekan model lainnya.
"Oh ikut kontes ya." kata Alena.
Dia pun tersenyum dan kini dia satu-satunya yang lebih baik dari pada beberapa model lainnya. Karena model-model itu masih baru dan masih di bawah Alena.
Dia juga tidak sadar jika hanya dia yang di tinggal ikut kontes oleh rekan seseama model yang seangkatan masuknya.
"Ayo Alena, kita bersiap sesi pemotretan. Dan yang lainnya ikut apa yang di arahkan ya juga bagaimana Alena melakukan." kata potografernya.
"Baik bang."
Lalu mereka mengikuti gaya Alena juga ada yang langsung bisa lalu dengan cepat model-model itu pun bisa mengikuti gaya yang di lakukan oleh Alena. Alena kaget, model baru langsung bisa dan cepat sekali menirunya. Sedangkan dulu dia beberapa kali mengikuti model senior untuk berpose, sedangkan ini baru bagi dia untuk melakukan pose di ikuti oleh junior. Agak kesal juga Alena, kenapa mereka cepat menguasai.
"Sudah, saat ini cukup ya. Kita istirahat dulu." ucap potografernya pada para model itu.
"Baik bang."
Setelah berkata seperti itu, Alena pun menghampiri mereka yang berkerumun sambil mengobrol.
"Kalian sepertinya bukan amatir lagi, langsung pandai menirukan apa yang aku lakukan?" tanya Alena.
"Iya kak kan sebelumnya sudah pernah." jawab salah satu dari mereka.
Alena diam, dia tahu sudah pernah melihat mereka melakukannya denga model senior mereka. Tapi dia aneh sekali kenapa cepat sekali belajar menirukan.
_
Satu minggu Alena menjadi model utama di agensi, dia kini semakin mahir. Anindya memperhatikan apa yang di lakukan oleh Alena di studio poto juga di tempat cat walk juga. Ternyata banyak perubahan Alena dalam bergaya.
Anindya pun memanggil potografer sementara sedang istirahat.
"Halo bang, bisa datang je ruanganku tidak?"
"Bisa Nin, kebetulan baru istirahat. Apa ada yang di bicarakan?"
"Iya bang, ini mengenai Alena."
__ADS_1
"Oke, saya segera ke ruanganmu."
Klik
Anindya menunggu Romi, sang potografer profesional yang dia pekerjakan di agensi Symonesta Stars yang dulu pernah juga bekerja sama dengan Anindya.
Tak lama, Romi masuk ke dalam ruangan Anindya. Dia melihat Anindya sedang menelepon seseorang. Dan sudah pasti itu Raya yang sedang ikut dengan Alisa mengikuti kontes model di Singapura selama setengah bulan.
Alisa di karantina dengan kontestan lainnya, sedangkan Raya berada di hotel lain yang dekat dengan hotel tempat karantina.
Setelah bicara dengan Raya, Anindya memutus sambungan telepon dan menatap Romi.
"Ada apa, Nin?" tanya Romi.
"Begini bang, abang tahu kenapa saya dan Raya menerima Alena bisa masuk ke agensi kita." kata Anindya.
"Ya, saya tahu. Memang kenapa?" tanya Romi
"Kita buat Alena terkenal sekarang, sudah saatnya dia terkenal oleh seluruh dunia model. Dan nanti kita rencanakan selanjutnya apa." kata Anindya.
"Boleh juga, tapi Alisa bagaimana?"
"Alisa itu sudah terkenal karena bakatnya, sedangkan nanti Alena akan terlihat jika terkenal aslinya seperti apa. Kita beri kesempatan untuk Alena terkenal. Semua tahu sepak terjang Alena,dia itu licik dan juga iri dengki pada adiknya. Saya tahu jika dia terkenal pasti akan lebih sombing lagi. Tinggal nanti bagaimana wartawan memainkan dia saja." kata Anindya.
"Iya bang, aku juga ngga menyangka dia bisa masuk. Tapi saya tahu dia masuk melalui om Tomi dan ya, ku kira memberikan sesuatu padanya. Kamu tahu om Tomi itu orang yang bagaimana?"
"Ya ya, baiklah. Jadi sekarang waktunya Alena naik daun?"
"Ya. Raya sedang menjaga Alisa tetap di puncak karirnya. Dia tahu pasti mungkin Alisa akan hengkang dari dunia model." kata Anindya.
"Apakah dia benar sudah punya kekasih? Saya pikir apa yang di gosipkan oleh wartawan itu benar, dia sedang dekat dengan Michael?" tanya Romi.
"Dia sudah punya kekasih, dan.kekasihnya itu sangat menjaga privasi mereka. Kita hormati, saya tahu kekasihnya itu sangat memahami Alisa."
"Baiklah, sekarang waktunya pemotretan lagi. Tapi maaf, besok tidak bisa melakukan pemotreran lagi karena istriku minta besok saya libur."
"Tidak masalah bang, ada Toni kan yang menggantikan abang?"
"Ya. Baiklah, saya keluar dulu. Mereka pasti menungguku."
"Oke bang. thank you."
"Yes."
__ADS_1
Romi lalu pergi dari ruangan Anindya, kemudian Anindya mengambil berkas dan membukanya. Banyak sekali yang ingin melamar jadi model dengan mengirimi cv dan beberapa kelengkapan diri, bukan hanya perempuan, tapi juga laki-laki juga banyak yang mengirim cv nya.
"Emm, agensi kekurangan model laki-laki. Boleh nih aku rekrut model laki-laki muda." gumam Anindya membuak cv yang mencoba peruntungan jadi model.
_
Sementara itu, Alena semakin antusias setiap harinya karea Romi selalu memintanya menjadi model beberapa brand ambasador merk yang lumayan. Meski hanya benuk dua dimensi, tapi Alena cukup senang.
"Alena, kali ini ada produk yang lumayan bagus ya. Saya harap kamj bisa membawakannya senatural mungkin." kata Romi pada Alena.
"Iya bang, tenang aja. Tapi, apakah pembuatan iklan tidak syuting aja bang?" tanya Alena.
"Mereka mintanya dua dimensi, mungkin mau di pasang di baliho di jalan raya. Jadi bergaya dengan natural ya, seperti adikmu itu." kata Romi tidak sadar membandingkan Alena dengan Alisa.
Tentu saja Alena kesal, dia mendengus kasar dan menatap tajam pada Romi.
"Kamu kenapa menatap saya seperti itu?" tanya Romi.
"Banh Romi sengaja membandingkan aku dengan Alisa?" tanya Alena dengan kesal.
"Maksud saya, kamu jangan kalah sam adikmu yang bisa mengatur gayanya sendiri tanpa pengarahan dari saya. Begitu saja kok marah." jawab Romi dengan santai.
Sia tidak tahu Alena sangat marah dan kesal jika di bandingkan dengan Alisa.
"Alisa tidak ada apa-apanya di bandingkan saya, dia hanya beruntung saja karena dekat dengan Raya. Aku heran kenapa Raya mau jadi manajernya saja, bukannya jadi model dan bersaing dengan Alisa." kata Alena ketus.
"Bagus kalau kamu bersemangat untuk lebih baik, sekarang kamu tunjukkan pesonamu di depan kamera. Jika kamu bergaya natural dan beberapa gaya kamu lakukan, itu bisa membuat kamu lebih banyak pengalaman nantinya." kata Romi .
Alena diam saja, hatinya tiba-tiba buruk setelah Romi membandingkannya dengan Alisa. Tapi kenapa dia harus di bandingkan lagi dengan Alisa. Alisa lagi Alisa lagi.
"Oke Alena, siap ya. Nanti beberapa gaya ada temannya nanti, setelah pemotretan tunggal kamj. Nanti kamu panggil tiga orang yang di luar." kata Romi lagi.
"Iya bang."
Alena pun bersiap, bajunya dia rapikan. Kali ini dia di minta mengiklankan baju merk lumayan ternama, lumayan banyak di minati baju-baju merk tersebut, karena memang bernuansa muda dan modis. Alena harus memaksimalkan penampilannya agar bisa di terima pihak produsen baju tersebut.
_
_
_
__ADS_1
Promo novel bagus, cuus ya intip-intip dan baca-baca..😊😊