
Setelah pemanggilan ketiga model baru itu pun kini semakin menyebar antara model lain. Mereka penasaran kenapa ada pemanggilan model oleh pimpinan direktur.
"Memang ada apa pemanggilan model sama direktur?" tanya model lain.
"Aku ngga tahu, coba tanya yang pernah di panggil itu." kata yang lainnya.
Berita sesama model terus bergulir, mencari tahu kenapa para model di panggil. Dan tidak ada jawaban bagi mereka yang penasaran.
"Meta, bagaimana apakah ada informasi tentang pemanggilan itu?" tanya Arci.
"Aku tidak tahu, model junior yang kemarin di panggil itu tidak berangkat. Dan malam hari juga mereka tidak ada di klub malam." kata Meta.
"Emm, kamu curiga tidak tentang kegiatan setiap malam kita di klub malam itu?" tanya Arci lagi.
"Tapi itu di luar jam dan jadwal kita di agensi ini. Aku juga kalau malam ada jadwal di agensi, ngga pergi mencari laki-laki di sana." kata Meta.
Dia merasa memang tidak mengacaukan jadwal yang ada di agensi. Jadi kemungkinan bukan masalah kegiatan malamnya dengan teman-teman lainnya.
Dan sore hari, kini beberapa model termasuk Arci dan Meta di panggil langsung oleh Simon. Mereka berdua kini semakin penasaran, ada apa pimpinan baru itu memanggilnya.
Hanya Alena yang belum tahu bahwa sudah banyak pemanggilan model untuk menghadap direktur utama.
Sengaja Simon mengakhirkan pemanggilan Alena, dan entah punya rencana apa Simon pada Alena nanti.
Raya dan Anindya sendiri tidak tahu apa rencana Simon untuk Alena. Tapi mereka percaya Simon akan menindak tegas Alena, bahkan mungkin dia akan menyerahkan Alena ke pihak berwajib.
_
Kini Meta, Arci dan dua orang lainnya sudah ada di ruangan kantor Simon. Dan Simon sendiri belum masuk ke dalam ruangannya, dia sengaja membuat model-model itu menunggu di ruangannya itu.
Ada rasa kesal kenapa Simon tidak juga masuk ke dalam ruang kantornya. Sudah hampir satu jam mereka menunggu.
__ADS_1
"Kita mau apa ya di sini?" tanya Meta.
"Tunggu aja, mungkin tuan Simon sedang rapat dadakan di tempat lain." kata Arci.
"Huh! Jika dia rapat dulu, seharusnya jangan memanggil kita ke kantornya. Lagi pula mau apa kita di panggil kemari." ucap Meta tidak sabar dengan menunggu Simon datang.
Tak lama, Simon pun masuk ke dalam ruangannya dan membawa berkas dan di lemparkan di hadapan mereka. Tentu saja mereka pun kaget dengan pelemparan berkas dengan sedikit kasar.
"Silakan baca semua berkas itu. Dan jangan protes dengan keputusan saya hari ini." kata Simon.
Semuanya saling pandang, tidak mengerti maksud Simon. Belum ada yang berani mengambil berkas di meja itu. Simon menunggu mereka mengambil berkas masing-masing di meja yang tertera setiap berkas ada namanya masing-masing.
"Tuan, apa ini maksudnya?" tanya Meta memberanikan diri.
"Buka saja, nanti kalian tahu maksud saya itu apa." jawab Simon.
Dengan ragu Meta mengambil berkas namanya, di susul oleh Arci dan dua teman lainnya. Mereka membuka satu persatu. Di jelaskan di lembaran awal itu pemecatan sebagai model agensi Symonesta Stars, lalu di bawah lembaran itu ada beberapa poto masing-masing sedang menggelayut manja pada laki-laki pencari pemuas nafsu.
Meta memberanikan diri untuk bicara, karena dia merasa tidak merugikan agensi untuk melakukan itu. Bahkan tidak turut andil juga.
"Tuan Simon, dari mana anda tahu itu kami lakukan? Setahu saya, jadwal kerja di agensi itu saya tidak pernah melanggar. Itu hak saya mencari tambahan lain di luar pekerjaan saya sebagai model." kata Meta masih tidak terima di pecat karena masalah pribadinya itu.
"Tentu saja dari orang kepercayaanku. Dan itu sangat merugikan agensiku. Kalian telah mencemarkan nama baik agensi dengan cara menjadi pemuas hidung belang. Memang itu urusan pribadi, tapi kalian tahu nama kalian sudah terkenal sebagai model agensi saya. Jadi untuk menghindari gosip wartawan di luar sana, saya memecat kalian semua. Bagi saya naka baik agensi lebih utama dari keprofesionalan kalian hanya kedok belaka untuk menutupi kebusukan kalian sebagai wanita penggoda di klub malam." ucao Simon tegas.
Meta diam, wajahnya merah padam. Dia benar-benar malu, mempunyai pekerjaan halal tapi di sambi pekerjaan kotornya. Sangat merugikannya nantinya jika sudah tersebar pekerjaan sampingannya.
"Saya hanya mengantisipasi diri untuk menjaga nama baik agensi saya, jadi mulai sekarang kalian saya pecat dari agensi."
"Tapi tuan, Simon. Bukan hanya saya, yang mengajak kami itu Alena. Kenapa dia masih bebas berkeliaran? Sedangkan dia belum di pecat." kata Meta membela diri.
"Dia mucikari, tentu saja tidak akan saya biarkan dia bebas di agensi ini. Sudah pasti saya incar di untuk di jebloskan ke dalam penjara. Beruntung kalian saya pecat, bukan di jebloskan ke dalam penjara juga." kata Simon.
__ADS_1
Kini mereka pun menunduk dalam, merasa malu dan juga jatuh harga dirinya karena pekerjaan sampingan mereka di ketahui oleh direktur utama.
"Carilah pekerjaan halal lainnya, jangan menjadi pelacur berkedok model. Kalian sudah di kenal masyarakat sebagai model, jangan sampai mereka juga mengenal kalian sebagai pelacur juga. Sangat menjijikan sekali jika nanti keluar dari agensi kalian masih menekuni pekerjaan kotor itu." kata Simon dengan lugas dan frontal.
"Apakah dengan pemecatan kami dari agensi akan menjamin nama baik akan terjaga?" tanya Meta.
"Tentu saja, sekalipun kalian akan melakukan pekerjaan itu lagi. Yang terpenting nama baik agensi terjaga dan kalian sudah keluar dari agensi ini. Tapi saran saya, lakukan pekerjaan yang halal. Jangan lagi tergiur oleh uang banyak atau dengan alasan apapun." kata Simon
Kini ke empatnya diam, mereka merasa malu telah di ketahui oleh sang direktur Symonesta Stars.
"Silakan kalian pergi, nanti malam pembayaran kalian akan di transfer ke rekening kalian." kata Simon.
"Baik tuan."
Mereka pun keluar dengan wajah lesu, pekerjaan yang mereka banggakan kini pupus sudah. Jika melamar ke agensi lain, tentu saja akan ada sambungan cerita dari agensi Simon. Mereka akan bertanya kenapa mereka di pecat, dan pastinya alasannya juga sangat mengagetkan.
"Bagaimana ini?" tanya Arci cemas.
"Entahlah, pekerjaan kita tidak punya lagi." jawab Meta.
"Seharusnya kita melakukan itu mempertimbangkan akan keadaan seperti ini. Lambat laun pasti akan ketahuan juga oleh agensi pekerjaan itu. Tapi ngga nyangka aja akan di pecat seperti ini." kata Arci.
Meta membenarkan ucapan Arci, dia juga tadinya berpikir. Namun karena sudah tergiur oleh bayaran lumayan besar, jika akhirnya akan jadi seperti itu di pecat. Dia tidak akan melakukan pekerjaan itu meskipun menggiurkan juga.
_
_
_
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤
__ADS_1