
Keduanya lalu naik taksi setelah menyelesaikan makan rujak buahnya. Keduanya sangat senang hari ini karena bisa jalan-jalan bebas berdua tanpa harus menghindar dari wartawan atau wartawan amatir.
Alisa berpikir, apakah dia akan selamanya menyembunyikan hubungannya dengan Richard?
Alisa menoleh ke arah Richard yang sedang menelepon Jo sekretarisnya mengenai pekerjaan. Tangan kirinya memeluk Alisa, mereka menuju tempat wisata belanja Orchid Road yang banyak sekali menawarkan barang-barang dan pakaian mahal dan murah.
Alisa menghela nafas panjang, dia menatap jalanan sambil kepalanya di senderkan ke pundak Richard. Richard sendiri belum selesai menelepon Jo, dia melirik ke arah Alisa yang perlahan memejamkan matanya.
"Kamu mengertikan Jo?" tanya Richard di akhir pembicaraannya di telepon dengan Jo.
"Iya tuan, saya mengerti. Anda tenang saja, saya akan membereskan semuanya." jawab Jo.
"Bagus, nanti malam aku pulang. Alisa besok pagi dia pulang dengan rombongan." kata Richard lagi.
"Baik tuan."
Klik.
Richard menutup teleponnya, dia masukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
"Jadi nanti malam kamu pulang?" tanya Alisa menarik kepalanya dari pundak Richard.
"Lho, aku pikir kamu tidur beneran." kata Richard.
"Ngga, aku dengar kok kamu bicara tadi. Jadi benar nanti malam kamu harus pulang?" tanya Alisa lagi.
"Iya, soalnya banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan. Kenapa?" tanya Richard melihat Alisa sepertinya murung.
"Aku sedih kalau kamu pulang lebih cepat." ucap Alisa lirih.
"Tapi nanti di sana kita bisa ketemu lagi, apa aku juga harus menyambutmu pulang?" tanya Richard menghibur Alisa yang sedih karena Richard pulang duluan.
"Emm, ngga usah. Nanti Raya yang menyiapkannya di agensi, dari bandara aku langsung ke agensi. Katanya di sana mengadakan penyambutan kepulanganku sama yang lainnya." jawab Alisa.
"Kalau begitu, besok malam kita ketemu lagi. Kemungkinan kamu juga sibuk dan pasti ada acara makan-makan dengan sesama model dan kru di sana." ujar Richard.
"Iya, pesta kemenanganku dan penyambutanku. Apa kamu mau datang?" tanya Alisa.
"Maaf, aku tidak bisa. Karena pekerjaanku sangat banyak minggu ini, kamu jangan kecewa ya?"
__ADS_1
"Ya udah, ngga apa-apa kok."
"Ya sudah, tuh kita sudah sampai di Orchid Road. Sekarang waktunya bersenang-senang. Lalu kita cari makan siang, oke"
"Oke."
Cup.
Setelah sampai di tempat, Richard membayar ongkos taksi dan mereka menuju tempat perbelanjaan terkenal di Singapura itu.
_
Siang hari Alisa dan rombongan telah sampai di bandara Sukarno-Hatta. Semua wartawan tampak bersiap untuk mencari berita dari Alisa yang telah mengikuti kontes Beautiful Models International di Singapura dengan berbagai negara Asia dan Australia.
"Alisa, bersiaplah kamu sekarang jadi perempuan cantik di Indonesia dan pastinya kamu akan sibuk dalam satu bulan ini. Aku harap pacar kamu mengerti tentang ini." kata Raya pada Alisa.
"Ya, dia sudah tahu." jawab Alisa singkat.
"Apa kamu lelah?" tanya Raya.
"Tidak, hanya saja mungkin aku merasa canggung di depan banyak wartawan yang berkerumun itu." jawab Alisa.
Karena sepertinya Alisa sedang tidak baik-baik saja. Mungkin dia lelah harus di kejar wartawan terus, apa lagi nanti pasti Alena akan cemburu dengan pencapaian Alisa di dunia model.
Entah nanti apa yang akan dia lakukan pada Alisa, yang jelas Raya tidak akan membiarkan Alena merugikan apa lagi berbuat licik seperti dulu. Dia belum membalaskan dendam kakaknya, Simon. Karena saat ini dia masih fokus pada Alisa.
Mungkin setelah ini, Raya dan Anindya sudah mulai menaikkan pamor Alena di dunia model. Akan banyak tawaran untuk Alena baik syuting iklan, syuting sinetron. Tapi entah ke depannya akan bagaimana, menunggu Alena bertindak seperti apa. Karena pada dasarnya, Alena iti ceroboh dan tidak memperhitungkan setiap tindakannya. Yang ada di otaknya hanya ras tidak suka dengan kesuksesan Alisa dan ingin merebutnya.
Alisa dan rombongan keluar dari terminal, mereka sudah di sambut oleh agensi yang datang menjemput mereka pulang ke kantor agensi, pengalungan bunga sambutan di lakukan oleh Anindya untuk semua utusan.
Anindya senang Alisa masuk ke lima besar dalam kontes tersebut.
"Selamat ya Alisa, kamu hebat dan membanggakan." ucap Anindya dengan Alisa.
Dia memeluk Alisa setelah mengalungkan bunga selamat datang. Wartawan sudah tidak sabar untuk mewawancarai Alisa dan rombongan mengenai kontes tersebut.
"Mbak Alisa, bagaimana perasaan anda masuk lima besar dalam kontes Beautiful Models Internasional di Singapura itu?" tanya wartawan.
"Ya, sangat puas. Saya tadinya merasa gugup, saya pikir tidak akan masuk ke lima besar. Dan Sekarang saya masuk lima besar." jawab Alisa.
__ADS_1
"Lawan anda ternyata dari Jepang, Korea dan Australia serta China. Itu menurut mbak Alisa apakah mereka pantas mendapatkan juara?"
"Ya, karena mereka memang cerdas dan disiplin, saya saja kadang merasa lelah. Tapi syukur bisa teratasi secepatnya karena manajer saya."
"Oh, mbak Raya ya. Apakah anda tahu kalau mbak Raya ini juga mempunyai saham di Symonesta Stars, kenapa anda yang jadi modelnya?" pertanyan tidak enak terlontar seketika.
Alisa bingung, kenapa wartawan menanyakan hal itu padanya? Namun Alisa tetap tenang dan menjawab dengan santai. Raya sendiri mendengar pertanyaan itu jadi tidak suka.
"Tanyakan saja sama mbak Rayanya, saya sudah bertanya dan jawabannya hanya kita saja yang tahu. Tapi jika masnya penasaran, silakan tanyakan langsung pada mbak Raya." jawab Alisa.
Dan Raya pun menjawab pertanyaan wartawan tersebut dengan sedikit kesal.
"Karena saya tidak berbakat di dunia model, bukan berarti saya yang harus jadi modelnya di tempat agensi saya." jawab Raya.
Jawaban Raya malah memancing pertanyaan lain oleh wartawan itu.
"Tapi kenapa anda jadi manajer mbak Alisa saja? Kenapa anda bukannya jadi atasan Alisa atau seperti mbak Anindya misalnya?"
"Maaf ya mas, mereka baru datang dari ajang kontes model di Singapura. Rasanya tidak enak saja menjawab pertanyaan bukan seputar ajang itu. Itu namanya mas cari masalah baru dan membuat asumsi lain pada masyarakat. Anda tidak tahu kan kalau ada orang senang mengurusi artis dan model, seperti itulah Raya. Permisi ya, kami harus pergi ke agensi menemui teman-teman model lainnya." jawab Anindya dengan tegas.
Semua wartawan menoleh ke arah rekan wartawan yang tadi menanyakan hal yang bukan berita sedang di perbincangkan.
"Lo itu gimana? Alisa sudah mengikuti kontes model dunia, kenapa lo bertanya di luar tema itu?" tanya wartawan berbaju orange dengan ketus.
Di amini oleh rekan-rekan sesama wartawan. Dan Akhirnya berita itu harus terhenti oleh satu orang wartawan, mereka kesal dan kecewa karena sejak tadi menunggu kepulang Alisa malah pertanyaan itu yang di tanggapi Alisa dan Raya serta Anindya. Akibatnya rombongan Alisa langsung pulang menaiki mobil yang sejak tadi menunggu rombongan.
_
_
Promo novel bagus yuk mampir sekalian..😊😊
_
_
😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤
__ADS_1