Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
24. Klaim Asuransi


__ADS_3

Setelah mengumpulkan bukti semua kejahatan Rendra paman Richard, selain itu dia juga mengumpulkan bukti tentang pabirk miliknya yang di duga pendiriannya adalah dari klaim asuransi yang papanya Richard miliki.


Rendra mengincar klaim asuransi itu untuk membuat pabrik sendiri atas namanya sendiri.


"Tuan, apa sebaiknya anda pergi ke kantor asuransi yang pernah dulu bekerja sama dengan papa anda?" tanya Jo.


"Emm, ya. Tapi aku tidak tahu asuransi mana yang papa ajak kerja sama waktu itu. Masa aku harus bertanya setiap perusahaan asuransi." jawab Richard.


"Kenapa ngga tanya sama tuan Rendra? Bukankah waktu itu tuan Rendra juga di masukkan ke dalam ahli waris klaim asuransi jika tuan Darwin papa anda meninggal ketika pabrik kena kebakaran." kata Jo lagi.


Richard tampak berpikir, dia membenarkan ucapan Jo. Tapi alasannya apa jika bertanya pada pamannya itu.


"Harus punya alasan kalau tanya sama om Rendra. Menurutmu apa alasan yang tepat bertanya sama om Rendra?" tanya Richard.


"Itu gampang tuan, kan anda bisa beralasan ingin masukkan klaim asuransi perusahaan atau mobil anda atau rumah kan, dan apa lagi begitu. Karena kan klaim asuransi benar-benar di percaya bisa mencairkan asuransinya dengan benar." jawab Jo.


Richard pun menganggukkan kepala, dia membenarkan usulan Jo mengenai pertanyaannya pada Rendra.


"Oh ya, sekalian waktu kejanggalan data keuangan kemarin yang kamu laporkan, apakah uang masuk ke rekening om Rendra." kata Richard.


"Baik tuan, saya akan selidiki lagi mengenai keuangan kantor."


Lalu Jo memberi hormat kemudian pergi keluar ruangan bosnya itu.


Richard menghela nafas panjang. Dia mengingat lagi kejadian sewaktu pak Darwin papanya menariknya keluar dari dalam pabrik untuk di selamatkan agar tidak ikut terbakar. Sedangkan pak Darwin masuk ke dalam pabrik lagi saat itu untuk menyelamatkan istrinya yang tertimpa lemari kakinya.


Tapi naasnya, pak Darwin tertimpa lemari juga. Atau bahkan waktu itu Rendra masuk dan menahan papanya keluar dari pabrik tersebut. Dia tidak tahu.


Yang dia ingat juga ada seorang gadis berjalan cepat untuk menariknya jangan sampai masuk lagi ke dalam pabrik menyusul kedua orang tuanya. Hingga pemadam kebakaran datang dan menyelamatkan Richard. Hingga tidak sadar, gelang yang di bawa gadis itu tertinggal di bajunya.


Entah saat itu apa yang terjadi setelah dia di bawa oleh tim pemadam kebakaran. Ya, Alisa saat itu masih berada di sana. Dia belum bertanya lagi setelah dia di bawa. Masih menjadi pertanyaan, Alisa bilang wajahnya yang cacat itu tadinya terkena kebakaran. Dan dia juga melihat wajah pelaku pembakarannya. Dia sedang apa di sana?


Tanp membuang waktu lagi, Richard melirik jam di tangannya dan dia akan menjemput Alisa lagi di lokasi syuting.


Dengan bersemangat Richard merapikan berkas yang ada di meja lalu segera pergi menuju lokasi syuting untuk menjemput kekasihnya Alisa si model yang sedang naik daun.


_

__ADS_1


Kini Richard berada di kantor perusahaan asuransi di mana dulu papanya, pak Darwin mengajukan asuransi atas nama pabriknya yang dulu terbakar. Dengan usul Alisa, Richard tidak bertanya pada pamannya Rendra tentang asuransi tersebut. Tapi mengusulkan untuk datang ke perusahaan asuransi temannya yang bernama Shandy, siapa tahu di sana papanya Richard mengasuransikan pabriknya.


Dan memang apa salahnya bertanya pada perusahaan yang di tunjuk Alisa itu. Ternyata perusahaan asuransi yang di maksud Alisa adalah milik Shandy yang di tuunkan oleh orangtuanya.


Dia mencari data di perusahaan asuransi sepuluh tahun silam, ternyata benar adanya. Kini dia sedang bertemu dengan bagian marketing yang kebetulan adalah teman satu kampusnya dulu, dan secara kebetulan lagi pimpinan perusahaan asuransi itu adalah Shandy teman satu kuliah juga.


Shandy adalah anak pemilik perusahaan asuransi, dan perusahaannya di serahkan pada Shandy. Jadi Richard bisa leluasa bertanya tentang data sepuluh tahun lalu atau lebih.


"Lo merekrut Doni sebagai bagian marketing?" tanya Richard pada Shandy.


"Ya, karena cara dia berinteraksi dengan orang cukup bagus. Dia juga kaget kalau lo masuk ke asuransi gue." kata Shandy.


"Sebenarnya gue sedang menyelidiki data sepuluh tahun lalu, papa gue meninggal waktu kebakaran pabrik dengan mama gue juga. Dan katanya papa gue ikut asuransi punya papa lo itu, dan kalim asuransi jatuh sama om gue." kata Richard.


Shandy mendengarkan dengan baik, Richard bercerita kalau kebakaran itu di sengaja agar asuransi bisa cair sama tuan Rendra.


"Emm, begitu ya. Nanti aku minta bagian administrasi pendataan. Tapi kayaknya agak lama, soalnya udah sepuluh tahun lalu. Kemungkinan datanya juga sudah usang." kata Shandy lagi.


"Ngga apa-apa, tapi lo masih menyimpan data itu kan? Gue waktu itu tidak tahu apa-apa karena gue masih kecil." kata Richard.


"Ya masihlah, data dua puluh tahun aja masih ada. Tapi lo harus bersabar, karena harus mencari nama pabrik papa lo ke pihak asuransi gue."


"Ya, oke. Gue hubungi bagian administrasi data dulu." kata Shandy.


Dia lalu mengambil gagang telepon dan menghubungi kepala bagian untuk menugaskan anak buahnya mencari nama Tuan Darwin Atmaja.


"Halo, kamu cari data bernama Darwin Atmaja yang mengasuransikan pabriknya sepuluh tahun silam." kata Shandy pada anak buahnya.


"Itu sudah lama sekali pak, apa ada yang di butuhkan datanya?"


"Tentu saja, saya minta kamu cari data-datanya karena itu penting sekali." kata Shandy lagi.


"Baik pak, saya akan tugaskan anak buah saya."


"Iya, secepatnya ya. Paling lambat besok saya sudah menerima data tersebut."


"Baik pak."

__ADS_1


Shandy pun menutup sambungan teleponnya., dia meletakkan lagi gagang teleponnya.


"Tunggu sampai besok, kalau lo mau menunggu."


"Iya ngga apa-apa, thank you bro." ucap Richard.


"Oh ya, asuransi gue bulan depan mau meluncurkan asuransi ketenagakerjaan yang lebih ringan biayanya. Karyawan lo udah di daftarkan asuransi belum?" tanya Shandy.


"Lo bisa aja untuk menjaring klien baru." kata Richard.


"Hahah, gue pebisnis. Jadi gue manfaatin apa yang ada, yaa selagi lo ada di sini. Lagi pula bagus juga kita kerja sama." kata Shandy.


"Emm, yaya. Belum kayaknya, karyawanku belum aku daftarkan ke asuransi ketenagakerjaan. Gue daftarkan kesehatan aja, jadi kalau ada keluarganya yang sakit dia bisa di rawat do rumah sakit." jawab Richard.


"Emm, gue telat ya bicara sama lo." kata Shandy.


"Ngga apa-apa, tapi nanti gue rapat kordinasi dengan pemegang saham mengenai kerjasama ini." ucap Richard lagi.


"Oke, gue tunggu kabar baik dari lo."


"Ya, gue juga sama tunggu kabar dari lo. Nanti gue aja yang kesini."


"Tidak masalah. Oh ya, gue dengar lo lagi dekat dengan Alisa model iklan itu?" tanya Shandy.


"Lo tahu dari gosip mana?"


"Hahaha, gue ada koneksi di agensi itu. Jadi ya, kabar tentang Alisa sedikit gue tahu. Karena dia juga satu kampus kan dulu sama kita. Dan parahnya lo suka buly dia, hahaha.."


"Gue cinta sama dia, dan mengenai kebakaran itu juga ada hubungannya sama dia juga." kata Richard.


"Oh, jadi lo suka Alisa karena ada hubungannya dengan masalah lo itu?"


"Ngga juga, gue emang bener cinta sama dia. Sudahlah, terlalu rumit untuk di bahas. Dan lo tahu? Gue kesini juga atas saean dia, gue tidak tahu kalau perusahaan ini milik lo. Benar-benar kebetulan."


"Emm, Alisa menarik klien baru tanpa sadar ya. Oke nanti gue akan pakai dia untuk iklan produk perusahaan gue." kata Shandy.


"Ya, lo harus kasih pekerjaan sama dia. Ya udah, gue kembali lagi ke kantor, besok gue tunggu kabar dari lo." kata Richard bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Oke bro, gue kabarin lo besok."


Setelah berpamitan sama Shandy, Richard lalu kembali ke kantornya, bekerja seperti biasa.


__ADS_2