
Dia adalah anak seorang biasa meski wajahnya lumayan menarik. Dia kenal Alena cukup lama, sejak SMA. Laki-laki itu bukanlah orang yang baik tapi juga bukam orang jahat. Tergantung di mana dia bergaul.
Sejak mengenal Alena, dia jadi laki-laki yang bisa di suruh untuk mencari laki-laki mapan dan bisa di perdaya oleh Alena. Jason sendiri suka di suruh oleh Alena untuk mencari apa yang di minta. Karena pergaulan dia juga cukup lumayan luas, dia pandai bergaul dan bisa bicara manis pula.
Jika dia mendapatkan apa yang di minta oleh Alena, bayarannya juga cukup lumayan besar. Hanya mendapatkan upah besar, Jason selalu menuruti apa maunya Alena.
Namun di balik dia yang penurut pada Alena, dalam hatinya tersimpan cinta yang tulus untuk Alena, meski pun Alena kadang memperlakukannya kasar juga tidak baik. Namun karena rasa sayangnya pada Alena, dia selalu menuruti apa maunya Alena.
Saat ini dia juga sedang menunggu Alena selesai syuting iklan katanya di sebuah taman seperti hutan di tengah kota. Jason berpakaian serba hitam, kaos hitam dan juga celana levis hitam. Tak lupa topi dan kacamata, persis seorang intel kalau di lihat dari perawakannya.
Dia melirik jam di tangannya, lumayan lama dia menunggu Alena. Ingin menelepon, tapi tidak mungkin. Karena pasti tidak akan di angkat teleponnya.
"Sedang apa bang?" tanya seorang gadis muda tomboy.
"Duduk." jawab Jason datar.
"Boleh saya duduk di sampingnya bang?" tanya gadis tomboy itu lagi.
"Ya."
Lalu gadis itu duduk di samping Jason, keduanya duduk saling diam karena memang tidak saling kenal.
Tak lama terlihat semua kru rupanya sudah selesai membuat syuting. Berarti Alena juga selesai syuting. Jason pun bangkit dari duduknya dan melihat-lihat apakah Alena sudah selesai juga.
Alena pun selesai, dia keluar dari kerumunan model-model lainnya. Memang dia bukan peran utama yang syuting iklan, tapi Alena juga banyak adegan yang di lakukan di syuting tersebut.
Jason menghampiri Alena yang hendak masuk ke dalam mobilnya. Dia menarik tangan Alena dan menatapnya, Alena kesal Jason mendekat padanya tanpa memberitahunya lebih dulu.
"Alena."
"Apa sih? Kenapa lo kesini?" tanya Alena pada Jason.
Alena masuk dalam mobilnya, juga Jason. Dia ingin bicara pada Alena.
"Gue ingin bicara sama lo." kata Jason ketika mereka duduk di dalam mobil.
"Bicara apa? Jangan lo bicara selain lo udah dapat laki-laki yang gue mau." ucap Alena ketus.
Jason menghela nafas panjang, belum saatnya menaklukkan Alena. Dia harus sabar.
"Nanti malam gue ketemu seseorang klub malam, dia laki-laki lumayan mapan dan kaya. Lo mau gue temui dia sama lo?" tanya Jason.
Alena menatap Jason dengan wajah berbinar, lalu tersenyum sinis.
"Yakin lo dia kaya juga royal?" tanya Alena.
__ADS_1
"Ya makanya gue mau kenalkan lo sama dia, gue dengar dia itu pengusaha kaya. Dan bukan dia aja, ada satu lagi temannya sesama pengusaha juga. Kalau lo mau, lo bisa datang dengan gue. Nanti gue kenalkan sama mereka." kata Jason.
Alena berpikir cepat, lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Jam berapa gue harus datang? Soalnya jam tujuh baru selesai pemotretan." kata Alena.
Dia merapikan rambutnya dengan sisir lalu mengoleskan lipstiknya di bibirnya, sangat seksi di mata Jason. Dia hanya bisa memandang Alena seperti itu jika sedang membicarakan laki-laki yang di inginkan Alena.
"Mungkin jam sembilan malam, lo bisa datang. Gue tunggu lo di depan gedung agensi atau..."
"Ngga usah, lo kasih tahu alamat klub malam itu. Lo aja yang duluan sama mereka, gue bisa kan pura-pura berkenalan dengan mereka karena gue janjian sama lo." kata Alena.
Jason diam, lalu dia pun setuju. Dia lagi, ada yang ingin dia katakan.
"Gue juga minta bayaran jika lo berhasil memikat mereka." kata Jason.
"Tenang aja, gue akan kasih lo berapa yang lo mau." kata Alena.
"Gue sebenarnya minta bayaran cukup tidur dengan lo juga gue suka." kata Jason dengan enteng.
"Ck, lo ngelunjak ya. Sekarang lo keluar, udah selesai kan?" tanya Alena mengusir Jason.
Jason menatap Alena datar, lalu dia keluar dari mobil Alena dan tak lama mobil itu pun melaju dengan kencang meninggalkan Jason yang masih diam di tempatnya.
"Dasar perempuan matrelialistis, tapi kenapa gue suka ya? Sayang aja gue ngga kaya seperti laki-laki yang dia kencani." ucap Jason.
_
Seperti biasanya, sangat menggoda laki-laki hidung belang juga. Tapi niat dia hanya ingin dekat dan di jadikan ladang ATM berjalannya, jika meminta lebih itu nanti dulu Bagaimana dia melihat orangnya.
Sesuatu pekerjaan yang memang sering di lakukan Alena sejak dulu. Tapi dia selalu saja berhasil dengan kelakuannya itu. Banyak sebenarnya korbannya, tapi sejak dia menjadi model hal seperti itu jarang di lakukan. Karena menjaga nama baiknya sendiri agar tidak terdengar kebiasaannya itu.
Dia tidak bekerja, dari mana semua barang yang dia pakai jika bukan memperdaya laki-laki yang tertarik padanya. Yang mau memberinya apa saja untuknya demi lebih dekat atau di akui oleh laki-laki itu.
Kini Alena memasuki klub malam itu, dalan ruangan itu memang di atur pencahayaan remang-remang dan hanya lampu-lampu disko.
Alena melihat ada lambaian tangan padanya, lalu dengan senyuman seksi Alena menebar di bibirnya. Dia pun mendekat pada Jason yang tadi melambaikan tangan padanya.
Dengan langkah anggun, Alena mendekat dan duduk di sebelah Jason. Dia laki-laki yang berpenampilam flamboyan duduk dengan santai bersama Jason. Dia menatap Alena dari kepala sampai kaki, sangat seksi.
"Tuan Ferdi, kenalkan. Dia namanya Alena, temanku dan juga tuan Jack. Anda bisa kok lebih akrab dengan Alena." kata Jason mengenalkan Alena pada Ferdi dan Jack.
"Oh, ya nona Alena. Saya Ferdi." kata Ferdi mengulurkan tangannya.
"Kalau saya, Jack. Senang berkenalan dengan anda nona Alena." ucap Jack tanpa mengalihkan pandangannya pada Alena.
__ADS_1
"Saya Alena tuan Ferdi dan tuan Jack. Senang berkenalan dengan anda semua." ucap Alena dengan ucapan merdu bagi mereka.
Senyum Alena mengembang, dia mengibaskan rambutnya yang tergerai jatuh. Justru yang terkesima itu malah Jason dengan tingkah Alena.
Lalu mereka pun mengobrol dengan santai, kadang Alena melirik Jack yang terlihat macho dan seksi.
"Alena, gue keluar dulu ya." bisik Jason pada Alena.
"Ya, gue nanti kabari lo kalau udah berhasil." jawab Alena.
"Oke, gue cabut dulu."
Setelah mengatakan itu Jason pun pamit juga pada tuan Jack dan tuan Ferdi.
"Jason itu pacarmu?" tanya Jack pada Alena.
"Bukan, dia teman aja tuan Jack." jawab Alena.
"Tapi dari pandangannya padamu dia menyukaimu nona Alena." kata Jack lagi.
"Hahah, mungkin kami dekat sudah cukup lama. Jadi kami sangat akrab sekali."
"Oh, ku kira dia pacarmu. Berani sekali mengenalkanmu sama aku dan tuan Ferdi, dia tahu siapa kami." kata Jack lagi.
Alena hanya tersenyum saja, dia meminum minunan yang sudah di pesan. Malam semakin larut, ternyata belum terjadi apa pun Alena heran, tapi dia masih bersabar menunggu.
"Maaf, nona Alena. Aku harus pergi dulu, ada yang harus aku lakukan malan ini." ucap Jack.
Alena menatap Jack kecewa, lalu mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah, apakah kita bisa bertemu lagi tuan Jack?"
"Tentu."
Setelah bicara seperti itu, Jack pun pergi dari hadapan Alena dan Ferdi. Kini tinggal Ferdi yang menemani Alena.
_
_
Promo novel bagus kaka.. yang penasaran yuklah kepoin ceritanya..😉😊
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤