
Richard kini sudah mengumpulkan bukti untuk melaporkan pamannya sendiri dengan banyak sekali tuduhan, pertama mengenai kebakaran sepuluh tahun lalu kemudian Richard melaporkan penggelapan uang perusahaannya oleh anak buahnya yang bekerja di kantornya.
Richard benar-benar tidak akan mengampuni pamannya itu.
"Jo, besok kirim berkas laporan ke polisi. Semua harus tuntas, jangan sampai laki-laki serakah itu masih saja menggerogoti uang perusahaanku." kata Richard dengan sangat marah.
"Baik tuan." jawab Jo.
Kini Richard kembali mengerjakan pekerjaannya, memeriksa berkas yang masuk di meja kerjanya. Dia melirik jam di tangannya, sudah pukul lima sore. Satu lagi berkas yang belum dia periksa dan di tanda tangani.
Dia mengambil berkas yang terakhir, dia membuka dan membacanya dengan teliti. Sejak kejadian kebocoran keuangan di bagian keuangan, Richard lebih teliti memeriksa dan membaca semua berkas yang masuk. Jika ada yang janggal, dia akan tunda dan karyawan yang membuat laporan itu di panggil olehnya menghadap ke ruangannya.
Tentu saja, antek tuan Rendra jadi semakin sempit pergerakannya untuk memanipulasi laporan. Dan Richard tahu ada penyusup di bagian keuangan, makanya jika ada laporan dari bagian keuangan. Maka Richard akan memeriksanya lebih teliti.
Setelah selesai memeriksa dan memastikan tidak ada kejanggalan di berkas laporan, Richard bersiap untuk pulang ke rumahnya. Dan jam tujuh malam dia akan menjemut Alisa di tempat syuting. Dan kali ini syutingnya di outdor, sehingga Richard harus berhati-hati jika ada yang mengetahui bahwa dirinya sering menjemput Alisa.
_
Jam tujuh Alisa sudah selesai syuting, dia seperti biasa menunggu Richard menjemputnya. Tadi Richard mengirim pesan kalau dia terlambat datang karena terjebak macet.
Dan Raya hari ini tidak menemani Alisa di tempat syuting karena ada keperluan sendiri. Alisa duduk di dekat pohon yang cukup besar, dia syuting di taman sehingga suasananya cukup sepi meski banyak orang lalu lalang membereskan perlaatan syuting.
Hari ini juga Alisa syuting sendiri, dia tidak di temani managernya Raya, juga tidak dengan Alena. Karena mereka beda job.
Alena melakukan pemotretan sedangkan Alisa syuting iklan minuman shachet. Rasanya sangat lelah, dia pun bersandar di pohon yang menghitam sambil memejamkan matanya.
"Alisa." sapa seseorang yang mendekat padanya.
Alisa membuka matanya, dia melihat ada laki-laki berdiri di depannya dengan senyum mengembang.
Alisa heran, siapa laki-laki itu?
"Perkenalkan, saya Michael. Pendatang baru di agensi Symonesta Stars." kata Michael menjabat tangannya pada Alisa.
Dengan ragu, Alisa mengulurkan tangannya, dia meraih tangan Michael untuk berjabat tangan.
"Kamu tahu nama saya dari mana?" tanya Alisa heran.
Dia heran kenapa laki-laki bernama Michael itu menghampirinya atau menyapanya ramah.
"Tentu saja dari managemen, kamu sekarang model terkenal. Dan sebentar lagi kamu akan jadi partner kerjaku." kata Michael dengan percaya diri.
"Ooh, begitu ya." kata Alisa sambil tersenyum canggung.
"Saya boleh duduk di samping kamu?" tanya Michael.
"Oh ya silakan, tapi sebentar lagi aku akan di jemput pulang kok."
__ADS_1
"Emm, ngga apa-apa. Kita ngobrol sebentar juga ngga apa-apa."
Kembali Alisa tersenyum, mereka akhirnya mengobrol santai setelah Michael mengeluarkan jurus candaannya. Hingga Alisa lupa kalau Richard sudah menunggunya di parkiran.
Lama Richard menunggu, sampai telepon Alisa berdering dari Richard. Alisa kaget, dia mengambil ponselnya dan melihat nama Richard di layar ponsel.
"Siapa?" tanya Michael.
"Oh, bukan siapa-siapa." jawab Alisa.
Dia pun agak menjauh dari Michael dan menjawab telepon Richard.
"Kok lama sih keluarnya? Katanya selesai sejak tadi?" tanya Richard agak kesal.
"Maaf ya, aku tadi mengobrol dengan teman. Kamu sudah di parkiran?" tanya Alisa.
Dia tahu Richard kesal menunggunya belum muncul juga.
"Ya, aku sudah setengah jam menunggu. Kalau sudah selesai cepat kesini ya, kita makan bareng di restoran." kata Richard di seberang sana.
Alisa tersenyum, dia pun mengangguk pelan. Membuat Richard bertanya lagi.
"Ya, aku juga lapar. Ya udah, aku tutup teleponnya ya."
"Ya."
Telepon terputus dan Alisa memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Dia kaget, Michael sudah berdiri di belakangnya. Entah sejak tadi atau baru datang, tapi sekarang Alisa kaget bukan main.
"Michael, kamu sejak kapan ada di belakang saya?" tanya Alisa memegangi dadanya karena kaget.
"Heheh, maaf ya membuat kamu kaget. Aku baru kok di belakang kamu. Habisnya kamu aneh, menjawab telepon aja harus menghindar." kata Michael.
"Itu urusan pribadiku, kamu ngga usah tahu tentang urusan pribadiku." kata Alisa sedikit kesal.
Jika menelepon menjauh, itu artinya tidak boleh orang tahu. Itu sangat pribadi, tapi Michael pikir semua harus tahu.
"Oh, pribadi ya. Maaf kalau begitu." kata Michael menyesal.
"Seharusnya tidak usah ikut campur urusan orang jika tidak di minta. Sikap seperti itu namanya menguntit." kata Alisa masih mode kesal.
"Iya, saya minta maaf. Tapi kita tetap berteman kan?" tanya Michael.
"Aku tidak tahu, jika kamu tidak mencampuri urusan pribadiku maka tidak akan terjadi apa-apa." kata Alisa.
Dia lalu meninggalkan Michael yang masih bingung dengan ucapan Alisa.
_
__ADS_1
Hari-hari Alisa dan Michael sering bertemu di studio ataupun di tempat lokasi syuting. Mereka kini bisa di bilang sudah akrab, hingga Raya memperingatkan Alisa tentang Richard.
Tapi Alisa menganggap kedekatannya dengan Michael hanya sebatas rekan kerja, tapi Michael berbeda.
Suatu hari, Raya membicarakan Michael dengan Alisa.
"Bagaimana Michael itu?" tanya Raya pada Alisa.
"Dia baik humoris juga. Enak kalau di ajak bicara." jawab Alisa masih menjawab sapaan penggemarnya.
"Tapi sepertinya Michael itu berbeda lho sikapnya sama kamu. Emm, apa Richard tahu kamu dekat dengan Michael?" tanya Raya.
"Dia tahu, aku yang memberi tahunya. Tapi Micahel tidak tahu Richard." kata Alisa.
"Kenapa tidak di beri tahu?" tanya Raya heran.
"Richard belum mau menampakkan diri sebagai kelasihku, kedua nanti akan mengganggu dia yang selalu di kejar wartawan. Dia tidak mau di kejar wartawan." kata Alisa.
"Tapi setidaknya kamu bilang kalau kamu punya seseorang spesial." ujar Raya lagi.
"Emm, memangnya kenapa dengan Michael?" tanya Alisa heran dengan Raya.
"Kamu tahu, dia sepertinya suka sama kamu." kata Raya lagi.
"Nggaklah, masa dia suka sama aku. Kan kita rekan kerja aja."
"Tapi tatapan dan sikapnya berbeda jika sama kamu."
"Ya kalau dia suka sama aku, itu sih urusan dia. Aku tetap menganggapnya teman kerja aja, itu aja sih." kata Alisa santai.
"Alisa, jika kamu menganggap seperti itu. Oke ngga masalah, tapi jaga juga sikap kamu yang sepertinya menanggapi dia. Ada beberapa artis yang terlihat menyukaimu, dan kamu seperti menanggapinya santai. Tapi mereka menganggap itu adalah sikap kamu menerima sikapnya. Kalau bisa jangan mengecewakan orang-orang yang nyata kamu sendiri tidak bisa membalas sikap manis mereka. Tunjukkan kalau kamu hanya sebatas teman kerja aja, jika dia bersikap beda sama kamu. Aku merasa kasihan lho, dia pendatang baru juga." kata Raya.
"Begitu ya, oke deh. Aku akan merubah sikapku sama Michael." kata Alisa dengan senyum mengbang.
"Siip. Nah tuh, Pacar kamu sudah datang." ucap Raya.
"Thanks ya Raya, kamu is the best."
Setelah mengacungkan jempol pada Raya, Alisa langsung pergi meninggalkan Raya. Sedangkan Raya menghubungi seseorang.
"Halo."
_
_
_
__ADS_1
\=> jangan lupa like and komen yaa..😊😊😊