Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
27. Persaingan


__ADS_3

Alisa dan Alena kini sedang melakukan syuting bersama, mereka melakukannya dengan baik. Alena melakukan karena ingin menyaingi Alisa dan juga kalau bisa menyingkirkan Alisa dari agensi itu.


Tapi saat ini dia mengalah, karena dia masih baru dan juga Alisa sekarang adalah seniornya.


Tak ada kecanggungan dari mereka di depan kamera, semua nampak alami percakapan dan sikap mereka. Mungkin karena kembar dan satu sama lain saling mengerti apa yang harus di lakukan. Dan ketika Alena melakukan take kesalahan, Alisa yang memberitahu dengan pelan kalau seperti itu salah.


Alena juga mau mengikuti arahan Alisa, entah itu sikap pura-pura atau bagaimana. Yang jelas, di mata produser juga sutradara mereka sangat kompak.


Raya sendiri tidak percaya dengan pemandangan antara Alisa dan Alena yang terlihat alaminya kalau mereka sangat akrab.


Dua jam mereka mengambil gambar, akhirnya waktu istirahat pun tiba. Alisa senang Alena mangikuti apa yang dia arahkan tadi. Dangat jauh dari bayangan Alisa kalau Alena akan membantah atau mencibirnya lagi.


"Alisa, bagaimana syuting dengan kakakmu?" tanya Raya ketika mereka sudah duduk.


"Sebenarnya menyenangkan, dia mau mengikuti saranku dan kami terlihat akrab sekali." jawab Alisa.


"Yah, memang. Kalian sangat akrab satu sama lain. Tapi aku curiga dengan sikapnya itu." kata Raya masih tidak percaya.


"Curiga kenapa?"


"Ya, kenapa dia selalu mau di beritahu olehmu. Dan harus akrab denganmu, sedangkan aku tahu hubunganmu dengan saudaramu itu." kata Raya lagi memberi alasan.


"Mudaj-mudahan dia memang berubah, aku suka tadi gaya dia yang seperti itu. Sangat jarang bahkan tidak pernah dia melakukan gaya seperti itu padaku." ucap Alisa.


Dia memang aneh dengan Alena, sikapnya jauh berbeda dengan aslinya. Alena yang punya banyak muka ketika menghadapi orang lain, apa lagi di depan kamera yang akan di tonton banyak orang.


Setengah jam sudah wajtu istirahat berlalu, kini saatnya syuting lagi. Alena dan Alisa kembali melakukan gaya dan bicara sesuai skrip.


"Oke, kalian tadi sangat bagus ya. Sekarang tinggap sedikit lagi, jadi mudahkanlah pekerjaanku hari ini. Jika tidak ada kesalahan, hari ini selesai pengambilan gambar kalian, nanti kalian syuting sendiri-sendiri. Oke?" kata sutradara.


"Baik bang." jawab Alisa dan Alena.


Kini keduanya bersiap, mereka kembali syuting bareng sesuai skrip. Dan memang syutingnya lancar dan tidak ada kendala. Alisa berharap itu bagus dan juga Alena ingin secepatnya selesau, karena dia juga tidak mau terlalu lama berakting sok akrab dengan adiknya itu.


Dua jam selesai, akhirnya sutradara memberi ucapan memuaskan, dia senang Alena dan Alisa bekerja sama dengan baik.


"Oke cukup ya, kalian sungguh luar biasa." puji samg sutradara.


"Terima kasih bang." jawab Alena dan Alisa kembali kompak.


"Besok giliran Alena dulu yang mengambil gambar, kemudian Alisa kalau besok selesai bisa di lanjutkan olehmu Alisa." kata sutradara.


Baik bang, berarti kira-kira jam berapa saya stanby di sini?" tanya Alena.


"Jam delapan, kamu siapkan pagi semuanya lalu jam delapan sudah take kamu."


"Oke."


"Dan Alisa bisa malam hari take kamu ya, jika belum selesai, besoknya lagi aku take kamu."


"Siap bang."

__ADS_1


"Sekarang sudah malam, kalian boleh pulang. Jangan lupa besok ya Alena?"


"Siap bang, saya akan datang tepat waktu."


Setelah sutradara pergi, Alisa mendekat pada Alena yang masih menatap kepergian sutradara.


"Alena, kamu tadi bagus sekali." puji Alisa pada Alena.


"Heh, tentu saja. Aktingku lebih bagus dari pada kamu." jawab Alena ketus dan matanya berubah penuh dengan persaingan.


Alisa terkejut dengan perubahan secara mendadak itu, memang benar apa yang di katakan Raya. Mungkinkah sikap Alena hanya di depan orang-orang saja?


"Itu bagus, setidaknya kamu yang masih baru bisa lebih baik dari aku." kata Alisa masih merendah.


"Jangan salah sangka Alisa, aku memang pandai berakting di mana pun. Berakting pura-pura baik padamu aku bisa, tapi kamu harus ingat. Kita tetap berbeda dan tidak ada yang bisa mengalahkan Alena. Mungkin sekarang kamu sudah senior, tapi aku akan melakukan apa pun untuk menyaingimu." kata Alena sengit.


Raya yang melihat dan mendengar ucapan Alena memang tidak terkejut dia tahu Alena hanya pura-pura saja.


"Alena, kamu masuk ke agensi ini oleh siapa?" tanya Raya pada intinya saja.


"Usahaku sendiri, kamu tidak bisa memasukkanku karena kamu takut artis jelekmu itu akan tersaingi olehku. Tapi tidak apa, aku akan bersaing dengannya meski akan melakukan apa pun." jawab Alena sinis.


Raya dan Alisa terdiam, mereka khawatir Alena akan melakukan hal di luar dugaan.


Setelah berkata seperti itu, Alena pergi dengan langkah percaya diri. Dia merasa mengintimidasi Alisa sangat menyenangkan, seperti dulu. Alena pun tertawa kecil dab menghilang dari pandangan Alisa dan Raya.


"Bagaimana Alisa menurutmu Alena?" tanya Raya.


"Mungkin aku harus hati-hati, dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." jawab Alisa lirih.


"Sudahlah, aku lelah hari ini. Besok kita bersiap syuting iklan lainnya kan?" tanya Alisa mengingatkan Raya.


"Iya. Oh ya, seperti biasa. Kekasihmu sudah menunggu di depan." kata Raya.


Alisa tersenyum, wajahnya terlihat senang mendengar Richard sudah di depan menunggunya.


"Jadi benar kamu suka sama dia?"


"Hah?"


"Sudahlah, kamu pernah bilang Richard menyatakan cinta sama kamu. Yang penting kamu bahagia Alisa, aku ikut senang. Semoga Richard benar-benar menyayangimu." kata Raya.


Alisa tersenyum, dia menatap Raya. Lalu Alisa memeluk Raya, dia sangat sayang sama Raya.


"Terima kasih Raya, kamu selalu baik sama aku. Kamu selalu ada untukku. Aku sayang kamu." ucap Alisa dalam pelukannya pada Raya.


"Ya ya, aku juga menyayangimu Alisa." ucap Raya.


Setelah cukup berpelukan, kini Raya dan Alisa berpisah. Alisa keluar untuk menemui kekasihnya. Sedangkan Raya hanya tersenyum melihat kepergian Alisa yang senang Richard menunggunya.


Raya lalu menelepon seseorang, entah siapa.

__ADS_1


"Halo, kak?"


"Ya Raya, kenapa?"


"Aku mau tanya kenapa gadis itu masuk ke agensi?"


"Pulanglah, nanti kakak jelaskan."


"Baiklah."


Raya menutup sambungan teleponnya, kemudian dia keluar dari gedung itu menuju mobilnya untuk pulang dan bertemu seseorang di telepon tadi.


_


Sementara itu, Alisa berada di mobil Richard. Wajahnya tampak gelisah, membuat Richard aneh melihatnya.


"Ada apa?" tanya Richard membelai rambut Alisa.


Alisa menoleh, dia tersenyum padanya. Tapi masih diam, kemudian Richard menepikan mobilnya agar Alisa mau bercerita padanya.


"Sayang?"


Alisa menoleh, dia kaget dengan panggilan sayang Richard padanya. Richard tersenyum, dia mendekat dan mencium bibir Alisa sekilas.


"Kenapa sejak tadi hanya diam? Aku di acuhkan seperti patung. Ada apa hem?" tanya Richard lembut.


"Alena masuk ke agensi itu, tadi dia syuting denganku untuk sebuah iklan." jawab Alisa lirih.


Richard mencerna ucapan Alisa, ada yang membuat khawatir Alisa sejak tadi.


"Memangnya dia kenapa? Apakah dia akan mencelakakan kamu atau akan menyaingimu?" tanya Richard lagi.


"Aku tidak tahu, dia bilang akan menyaingiku dengan cara apa pun. Aku tidak masalah dengan dia akan menyaingiku, tapi aku takut dia akan melakukan sesuatu di luar dugaan." jawab Alisa lagi.


"Alisa, aku akan melindungimu dari siapa pun yang memgganggumu termasuk Alena. Siapa pun yang membuat kamu tidak nyaman, akan aku singkirkan. Kamu segalanya bagiku Alisa, jangan khawatir ya?" ucap Richard sungguh-sungguh.


Alisa tersenyum, dia lega. Namun tetap saja dia khawatir, karena Richard tidak selalu bersamanya. Tapi dia pun percaya dengan ucapan Richard.


Tanpa sadar, Alisa maju dan mencium balik bibir Richard dengan cepat. Membuat Richard kaget dan tersenyum senang. Dia membalas lagi ciuman Alisa lebih lama, keduanya saling membalas. Setelah lama, mereka pun melepaskan diri.


"Percaya sama aku, aku akan menjaga dan melindungimu setiap waktu. Bila perlu aku akan menyewa orang untuk selalu mengikutimu." kata Richard.


Tangannya mengelap bibir Alisa yang basah oleh salivanya.


"Ya, tidak perlu. Ada Raya kok kalau di tempat syuting. Kamu jangan khawatir ya." ucap Alisa.


Lalu Richard melajukan mobilnya lagi untuk mengantar Alisa pulang.


_


_

__ADS_1


_


\=> jangan lupa like dan komen ya..😊😊


__ADS_2