Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
52. Terjebak Sendiri


__ADS_3

Alena menemui seseorang di sebuah kafe pada malam harinya, dia ingin merencanakan sesuatu entah apa. Setengah jam dia menunggu, dan orang yang di tunggu pun datang.


Seorang laki-laki muda dan berpenampilan seperti orang biasa. Dia menghampiri Alena dan duduk berhadapan dengan Alena. Dia mengambil sebatang rokok dan menyulutnya dengan api dari korek gasnya.


"Ada apa lo memcari gue?" tanya laki-laki itu mengelepuskan asap rokok ke samping.


"Kamu carikan seorang laki-laki mapan dan banyak duit dong." kata Alena.


"Untuk apa?" tanya laki-laki itu kembali menyesap rokoknya.


"Aku sedang butuh." kata Alena lagi.


"Buat apa? Jual diri?" tanya laki-laki itu sinis.


"Heh, jangan ngomong sembarangan ya. Gue punya rencana aja, jangan banyak tanya deh." kata Alena kesal.


Laki-laki itu kembali mneyesap rokoknya untuk terakhir kalinya, dia mematikan rokoknya yang tinggal ujungnya saja.


"Lo minta bantuan gue, berarti harus kasih imbalan sama gue." ucap laki-laki itu.


Dia menatap Alena dengan tatapan sinis dan sedikit mesum, dia menelisik secara teliti tubuh Alena yang kebetulan sedang berpakaian rok mini. Kaki putih mulusnya terpampang jelas hingga sampai pada pahanya. Senyumnya mengembang lalu menatap Alena lagi.


"Lo cantik." ucap laki-laki itu.


Dia mengusap dagunya dengan tangannya, Alena tidak menyadari kalau laki-laki itu sedang menatapnya lain.


"Apa sih lo, jangan menatap gue seperti itu!" bentak Alena.


"Ayolah Alena, lo itu cantik. Sayang kalau kecantikanmu itu terabaikan begitu saja." ucap laki-laki itu lagi dengan senyum miringnya.


"Jason, jangan mesum kamu ya!" ucap Alena dengan berteriak agak keras.


Dia mencoba melawan dengan tatapan Jason itu. Jason pun tertawa dia membuang wajahnya ke arah lain.


"Ya sudah, lo tidak perlu minta bantuan sama gue. Lo sana minta sama orang lain, tapi gue heran kenapa lo minta cowok mapan dan banyak duit. Apa lo mau main sama laki-laki yang seperti itu?"


"Heh, lo jangan ngomong sembarangan. Gue mau menawarkan cewek sama dia."


"Bukannya lo yang mau di tawarkan?"


"Jason!"


"Hahaha, oke. Jangan marah cantik, seperti permintaanku, ada bantuan harus ada timbal baliknya." kata Jason.


"Tentu saja, aku akan kasih kamu berapa pun yang kamu minta." ucap Alena dengan sombong.


Jason tertawa, dia menatap Alena masih dengan tatapan yang sama.

__ADS_1


"Lo udah pesan minuman?" tanya Jason.


Dia seperti mempunyai rencana lain yang liar pada Alena.


"Belum."


"Biar gue yang pesan. Kamu tunggu di sini." kata Jason.


"Tidak usah, setelah lo setuju mencarikan apa yang gue minga gua langsung pulang." kata Alena menolak.


"Sayang kalau tidak minum di kafe ini cantik, lo tenang aja. Gue yang ambilkan di meja bar, kita minum sejenak." kata Jason.


Alena pun diam, tidak salah juga menerima tawaran Jason untuk minum sedikit.


Jason pun pergi meninggalkan Alena yang masih bingung dengan sikap Jason kali ini. Biasanya dia akan selalu langsung mau menuruti apa yang dia inginkan, seperti dulu waktu masih SMA dan saat kuliah.


Dia sering berkencan dengan laki-laki mapan dan juga tampan, mudah untuk di bohongi. Dengan modal wajah cantik dan rayuan, tentu saja laki-laki itu mau menjadi pacar Alena.


Sekarang dia sudah mulai di kenal orang karena jadi model. Jadi lebih berhati-hati, dulu juga ketika mendapatkan Simon kakaknya Raya. Jason yang mengenalkannya, hanya saja Alena tidak tahu jika Simon itu anak orang kaya meski wajahnya tidak terlalu tampan.


Alena tidak mau terlalu lama dengan Simon, akhirnya dia mendapatkan lagi dengan Samuel pada saat itu.


Dan sampai sekarang, kadang dia masih suka mencarinya untuk pacar sementara. Hanya untuk menguras uangnya.


Tak lama Jason datang dengan membawa dua gelas minuman berwarna merah, Alena menerima gelas berisi air sirup manis.


"Apa kita pulang saja Alena?" tanya Jason.


Dia terus memperhatikan reaksi Alena setelah minum sirup yang dia berikan. Dan kini Alena mata mulai berkabut, dia menatap Jason seperti menginginkan sesuatu.


"Jason, ayo kita pulang." kata Alena terus menatap Jason penuh harap.


"Tentu, aku akan antar kamu pulang." kata Jason.


Dia lalu mengambil tas Alena dan menarik tangannya untuk menggandengnya. Alena menunduk dia seperti tiba-tiba saja bergairah pada Jason.


Alena memeluk Jason erat, tidak tahu apa yang dia rasakan.


"Jason, kamu tampan sekali." ceracau Alena.


Jason tersenyum, dia dengan cepat keluar dari kafe itu untuk memastikan reaksi Alena tidak di tempat itu. Jason meminta kunci mobil Alena.


"Kuncinya mana?"


Alena pun merogoh tasnya dengan buru-buru, tasnya sampai jatuh karena tidak sabar mengambil kunci mobil dan gairah yang muncul secara tiba-tiba itu.


"Aaargh! Kenapa jatuh sih." teriak Alena.

__ADS_1


"Alena sayang, sabar dong. Sini biar aku yang ambil, kamu tunggu saja di depan mobil.


Alena pun segera berlari menuju mobilnya, rasa yang mendesak pada sesuatu di sana membuat Alisa menggigil. Dia melihat Jason berjalan mendekat padanya dan menyalakan remot mobil untuk membuka pintunya. Alena masuk dan langsung dudu, masih menatap Jason yang memutar untuk menduduki kursi kemudi di sampingnya.


Setelah masuk dan duduk, Alena masih memandang Jason penuh harap. Dia mendekat dan mencium pipi Jason. Terus berkali-kali dan sekarang menyentuh bibir Jason. Kini mereka bercumbu dengan semangat.


"Jason, ayo kita ke hotel saja. Aku sudah tidak tahan." ucap Alena lirih.


Dia masih menempel terus pada Jason dan memeluknya erat, meraba dada Jason. Membuat Jason menggeram.


"Alena, jangan begini. Sabar, lepaskan aku dulu. Kita main di hotel." kata Jason.


"Cepat Jason, gue ngga sabar." kata Alena sambil menggigit bibirnya.


Kini Jason segera menjalankan mobilnya, secepatnya dia akan mencari hotel terdekat. Dia takut Alena berbuat nekad di dalam mobil dan membuat konsentrasinya pecah antara meladeni Alena dan menjalankan mobilnya.


"Jason, cee paat. Sssstth..!" desis Alena karena menahan gairahnya.


Jason menuju persimpangan, dia membelokkan mobilnya dan melaju lagi dengan kencang. Dia akan menuju hotel yang biasa saja, agar Alena tidak di kenali. Meski begitu, Jason juga sangat menjaga nama baik Alena di dunia model. Agar Alena tidak terkena skandal yang menyeretnya juga.


Dia hanya ingin menikmati Alena yang sekarang sangat cantik dan seksi. Dan kini, keinginan itu sebentar lagi akan terwujud. Bodoh sekali Jason, hanya mencarikan laki-laki mapan dan kaya tapi dia tidak menikmati Alena dengan puas. Pikir Jason.


Dan kini dia akan membuat Alena tertarik padanya, dengan rayuannya. Karena selama ini dia hanya berbicara ketus saja. Entahlah, mungkin dia sudah menyukai Alena. Mungkin saja.


Mobil Alena memasuki hotel yang tidak begitu besar, Jason memarkirkan mobilnya dan langsung keluar di susul oleh Alena yang secepat kilat masuk ke dalam lobi hotel dan menemui resepsionis untuk cek in dengan Jason.


"Satu kamar ya." kata Jason.


"Baik pak." kata bagian cek in hotel pada Jason.


Dia menunggu kunci kamar lalu melihat Alena sudah menggigil menahan semua hasratnya. Tidak mungkin juga, Alena melakukannya di tempat itu.


"Ini pak kuncinya ya, di kamar tujuh puluh enam lantai dua." kata pelayannya.


"Oke."


Tanpa pikir panjang, Jason segera membawa Alena masuk lift dan segera masuk kamar yang sudah dia dapat.


_


_



Promo novel bagus kaka, mampir sekalian yaaa..😉😊


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤


__ADS_2