
Semua rombongan masuk ke dalam kantor, di setiap lorong pasti ada orang menyambut kedatangan Alisa dan rombongan. Terutama Alisa, dia banyak mendapatkan antusiasme dari pegawai kantor agensi karena telah membawa nama baik agensi dan rumah produksi Symonesta Stars.
Berkat Alisa juga, sekarang PH Symonesta ramai job untuk pembuatan iklan dan syuting sebuah sinetron atau film mini seri. Dan yang paling banyak mendapatkan pekerjaan yang masuk adalah Alisa, karena dia bintangnya agensi Symonesta Stars saat ini.
"Waaah, Alisa kamu hebat!" teriak semua yang menyambut Alisa.
Alisa hanya tersenyum saja, dia memberi salam dan ucapan terima kasih pada semua yabg hadir dan mendukungnya. Anindya memberikan waktu untuk Alisa di depan bicara pada juniornya, tak lupa juga ada Micheal yang pernah dekat dengan Alisa dan di gosipkan dengan Alisa. Dan yang paling ujung, hampir tak terlihat. Alena berdiri sambil membuang muka. Dia tampak kesal sejak dia tahu kalau Alisa ternyata ikut kontes model internasional di Singapura.
Semua tampak menunggu Alisa berbicara, mereka juga tahu di televisi siaran langsung Alisa maju di atas panggung megah itu. Tampak antusias dan beersemangat melihat di atas panggung memperagakan busana dan juga menjawab pertanyaan sebagian juri dan juga pertanyaan random dari rekan-rekan kontes di sana.
"Selamat sore semuanya, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada pihak dan kinerja dari agensi Symonesta Stars yang telah memberikan kesempatan saya bisa maju ke ajang kontes model internasional. Terima kasih atas kerja samanya, jika bukan berkat kalian apalah saya ini. Juga pada semua rekan model di bawah naungan Symonesta Stars, saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan semangat kalian serta doanya. Berkat kalian semua, saya bisa masuk lima besar yang keseluruhannya hanya bisa di raih oleh faktor keberuntungan saja. Saya masih belajar menjadi lebih baik dan ke depannya semoga kalian bisa berprestasi melebihi saya. Tetap semangat buat kalian semua dan berjuang dengan sungguh-sungguh. Sekian dari saya, mohon maaf jika ada perkataan saya yang salah dan terima kasih." ucap Alisa mengakhiri pidatonya di depan semua yang hadir di sana.
Semua tepuk tangan meriah untuk Alisa, kecuali Alena yang nampak cemberut dan kesal pada Alisa. Dalam pikirannya, kenapa bukan dia yang di pilih dan ikut di ajang kontes internasional itu?
Setelah acara sambutan dari Alisa, kini berganti dengan Anindya. Dia hanya mengatakan kalau tahun depan bisa saja junior yang sekarang yang akan di pilih nantinya, atau senior yang juga berbakat. Siapa pun itu bisa saja bisa terpilih, kata Anindya memberi semangat pada model-model bimbingannya.
_
Cara makan malam yang di adakan oleh agensi untuk pesta menyambut kemenangan Alisa di adakan di restoran yang sudah di pesan sebelum nya.
"Nah, sekarang kita merayakannya dengan makan-makan di restoran ini. Jadi hari ini kalian bersenang-senang." ucap Anindya selaku direktur rumah produksi Symonesta Stars.
"Asyiiiik!"
Teriak semua model tak terkecuali karyawan dan potografer juga produser syuting dan staf-staf lainnya.
__ADS_1
"Raya, aku ke toliet dulu ya. Pengen buang air kecil." bisik Alisa pada Raya.
"Ya, jangan lama-lama. Makanannya sebentar lagi datang." kata Raya.
"Iya, cuma pipis aja ko lalu cuci muka sebentar." jawab Alisa.
Lalu pergi meninggalkan meja makan menuju toilet. Alena yang mengetahui Alisa pergi ke toilet, dia langsung menyusul. Tidak ada yang tahu kalau Alena menyusul ke toliet menemui Alisa, entah mau apa.
Alisa masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan baru saja di tinggalkan oleh junior. Dia tersenyum pada Alisa, dan Alisa pun masuk. Suasana toilet kebetulan sepi, semua sudah berkumpul di meja masing-masing.
Alena masuk, dia menunggu Alisa keluar dengan bersandar di westafel. Tak lama Alisa pun keluar dengan merapikan rok yang di pakainya, dia tidak tahu Alena sedang menunggunya dengan kesal.
"Heh, bagus ya. Sekarang tambah sombong karena bisa ikut kontes model internasional. Kamu pikir aku akan simpati sama kamu, hah?!" ucap Alena menatap Alisa tajam.
"Siapa yang meminta kamu simpati sama aku? Aku tidak peduli kamu mau simpati atau tidak padaku, bukan urusanku." kata Alisa tak kalah ketusnya.
"Kita tidak sedang bersaing, hanya kamu yang merasa tersaingi. Perbaiki pikiranmu Alena, semua itu adan waktunya, ada masanya. Kamu sudah tidak bisa sombong lagi dan tidak bisa nenindasku lagi." kata Alisa dengan tajam.
Alena membalas tatapan tajam Alisa, tanpa pikir panjang lagi dia menarik rambut Alisa dan di benturkannya di westafel. Dengan kalap Alena terus membenturkan kembali kepala Alisa, namun Alisa tidak mau di perlakukan kasar lagi oleh Alena, dia menginjak kaki Alena dengan kuat.
Meski kepalanya sakit berdenyut karena benturan di westafel, Alisa berusaha melawan. Dan benar saja, tangan Alena terlepas dari rambut Alisa yang sudah berantakan.
"Kamu kurang ajar Alisa!" teriak Alena yang kembali akan menampar Alisa.
Namun tangan seseorang menarik tangan Alena, tangan laki-laki kekar menghadang tangan Alena yang siap kembali menarik rambut Alisa.
__ADS_1
"Alisa, cepat keluar!" teriaknya pada Alisa.
Alisa pun berjalan cepat untuk menghindar dari amukan Alena yang kini di sekap tangannya oleh Michael, ya Michael tadi sedang masuk toilet pria. Dia mendengar teriakan Alena dan langsung saja masuk ke toilet wanita.
Benar saja, Alena sedang menjambak rambut Alisa dan berusaha menganiaya Alisa.
"Apa yang kamu lakukan pada saudaramu hah?!" tanya Michael pada Alena.
"Jangan ikut campur urusanku dengan dia!" ucap Alena dengan keras.
"Jika ada yang teraniaya, aku harus membelanya. Tidak peduli dia adikmu atau saudara kembarmu. Terbuat dari apa hatimu Alena, terhadap saudara sendiri kamu begitu bencinya." ucap Michael lagi dengan tajam dan heran.
"Heh, kamu membelanya karena dia adalah gadis yang kamu taksir? Jangan berharap lebih Michael, dia sudah ada laki-laki yang juga sama brengseknya dengan Alisa jelek itu!" teriak Alena.
"Kamu memancingku untuk marah pada Alisa? Tentu tidak bisa, jika dia sudah punya kekasih memangnya kenapa? Aku juga akan melindungi orang yang di aniaya, apa lagi itu Alisa. Aku tidak tahu punya dendam apa kamu sama Alisa, tapi aku rasa kamu iri oleh kesuksesan Alisa. Jika ingin hebat, maka berjuanglah dengan baik. Jangan membenci orang yang sudah sukses lalu menganiayanya, apa lagi dia adalah saudara kembarmu." kata Michael.
Alena terdiam, matanya masih menatap tajam pada Michael. Dadanya juga turun naik dengan cepat menahan amarah. Dan tanpa berbicara lagi, Alena keluar dari ruang toilet tersebut dan meninggalkan Michael dengan kesal. Dia gagal lagi membuat Alisa celakan, Alena pun pergi dari restoran melalui pintu belakang.
Dia masih kesal dan sangat benci dengan adik kembarnya itu. Dengan kesuskesannya melebihi dirinya, dalam benak Alena, dia akan membuat perhitungan lagi dengan Alisa. Dia belum puas sampai Alisa hancur karirnya ataupun cacat kembali wajahnya.
_
_
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤