Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
37. Acara Talk Show


__ADS_3

Alisa dan Raya sudah berada di studio televisi nasional. Dia sedang berada di ruang make up untuk di rias agar terlihat cerah wajahnya karena seharian mungkin Alisa lelah dan kusam kulitnya.


"Alisa, kamu siapkan dengan wawancara ini nanti? Soalnya siaran langsung lho." kata Raya merapikan rambut Alisa yang masih belum rapi.


"Aku siap, kan pertanyaannya sudah di ada dan kamu sudah memeriksanya sendiri kalau pertanyaan hostnya sudah di ubahkan?" tanya Alisa.


"Iya, tapi aku takutnya hostnya itu bertanya di luar tema dan skrip dan sana." kata Raya.


"Ngga apa-apa, nanti aku jawab apa adanya jika itu memang harus di ceritakan." jawab Alisa.


"Baiklah, semoga kamu sukses ya talk shownya. Oh ya, apa Richard datang?" tanya Raya lagi.


"Katanya dia datang, tapi di belakang aja duduknya." jawab Alisa.


Alisa merapikan lagi penampilannya agr lebih natural saat di sorot kamera. Raya membantu menambahkan bedak pada wajahnya serta bibirnya di oles kembali lipstik agar terlihat ceria dan segar.


"Sudah, sekarang tinggal sepuluh menit lagi on air. Jika kamu tegang, tarik nafas ya." ucap Raya tertawa kecil.


"Ini bukan pertama kalinya, tapi memang aku sedikit tegang sih. Hehe..." ujar Alisa dengan tawa kecilnya.


Raya tersenyum, dia lalu menepuk pundak Alisa dan bersiap masuk ke tempat acara talk show setelah host memanggilnya untuk masuk. Lima menit lagi host memulai pembuka acara selama sepuluh menit, dan sekarang sisa lima menit lagi Alisa di panggil ke depan.


"Baiklah, mari kita panggil model yang sekarang sedang naik daun. Kita akan bertanya dan mengulik tentang gosip yang minggu-minggu lalu telah mendominasi di berbagai berita media, untuk itu tim menghadir kan model tersebut di tengah-tengah kita. Siapa lagi kalau bukan Alisa!" teriak host dengan kencang dan tepuk tangan.


Semua penonton di studio ikut bertepuk tangan menyambut kedatanga Alisa. Alisa pun berjalan dengan tenang dan senyum mengembang sambil melambaikan tangan ke arah penonton di studio.


Ada yang berteriak memanggil Alisa dan juga berbisik mengatakan kalau Alisa memang cantik. Tapi ada juga yang memperhatikan Alisa, apakah benar apa yang di katakan Alena kalau Alisa melakukan operasi plastik.


Tapi tidak ada yang berbeda, semua tampak alami wajah Alisa. Mungkin hanya di balut make up saja dengan dandanan natural saja.


Alisa pun duduk berhadapan dengan host yang bernama Maharani. Host yang sangat cerdas dalam mengulik berita atau rahasia seorang artis. Semua tidak bisa mengulik masalah pribadinya di depan televisi, tapi Maharani sangat lihai mengorek tentang pribadi artis atau pun model. Kadang memang bintang tamu di buat terkejut atau tidak bisa mengelak dengan perkataan atau pertanyaan dari Maharani.


"Selamat malam, Alisa." sapa Maharani dengan sopan dan akrab.


"Malam juga Maharani." jawab Alisa.

__ADS_1


Pembawaan yang tenang membuat Maharani jadi aneh, biasanya bintang tamu sebelumnya jika di wawancarai Maharani sebelum acara di mulai, dia akan di ajak diskusi agar jangan bertanya mengarah pada hal pribadi.


Tapi Alisa tidak, dia akan menjawab sesuai pertanyaan dan apa yang dia alami sendiri.


"Sekarang sedang sibuk apa nih, Alisa?" tanya host Maharani berbasa basi dengan senyum ramahnya.


"Ya, seperti biasa. Saya beraktifitas dengan kesibukan pemotretan juga syuting." jawab Alisa.


"Waah, anda sibuk sekali ya sebagai model." kata Maharani lagi.


"Ngga juga kok, aku bekerja seperti biasanya. Jadi sibuk sudah jadi pekerjaan saya." ucap Alisa.


"Hahah, ya benar. Kesibukan memang pekerjaannya, kalau tidak sibuk bukan pekerjaan ya."


"Hahah, bukan begitu. Memang kesibukan saya setiap hari adalah syuting iklan dan mini seri, juga pemotretan." jawab Alisa lagi.


Pertanyaan demi pertanyaan terus bergulir, hingga waktu iklan jeda acara talk show untuk saling berbicara dan bercanda.


Tujuh menit berlalu iklan sebagai jeda pun selesai. Kini host bersiap untuk bertanya pertanyaan selanjutnya.


Alisa masih dengan pembawaannya yang tenang menjawab soal gosip bahwa dia melakukan operasi plastik.


Alisa tersenyum, dia menatap di depan pada para penonton yang juga ingin mendengarkan langsung jawaban Alisa. Dia melihat di belakang bangku penonton Richard duduk menatapnya serius. Dan ketika pandangan Richard dan Alisa bertemu, Richard mengangguk pelan lalu menunduk.


Alisa tahu kalau Richard datang untuk menenangkannya dan membuatnya nyaman berada di acara talk show itu.


"Emm, sebenarnya bukan operasi plastik. Saat itu saya tidak tahu apa pun tentang operasi plastik, jadi sahabat saya mengajak pergi ke salon untuk perawatan. Jadi gosip yang beredar itu sebenarnya tidak benar." jawab Alisa.


"Tapi itu kan yang memberitahu adalah kakak kembar anda, Alena. Mana yang benar? Alena itu sudah pasti saudara anda yang terdekat, apa benar Alena itu berkata bohong?"


"Hahah, saya dan Alena memang saudara kembar. Tapi kami berbeda, berbeda pandangan dan juga berbeda dalam banyak hal. Ya, istilahnya kembar tidak identik mungkin. Heheh. "


"Bisa juga ya, apakah mungkin anda dan Alena tidak dekat? Karena memang jarang sekali saudara kembar itu berbeda, biasanya apa pun yang di lakukan atau masalah kesukaan itu selalu sama. Apakah anda tidak seperti itu?"


"Sudah saya katakan, kami kembar tapi beda pandangan dan beda pendapat. Dan ya benar, kami tidak dekat seperti saudara kembar pada umumnya."

__ADS_1


"Ooh, begitu ya. Baiklah, saya lanjutkan pertanyaannya. Mengenai kedekatan anda dengan Mchael, apakah itu benar anda punya hubungan dengan Michael?" tanya host Maharani.


"Kami hanya teman kerja aja, tidak lebih. Jika saya dan Michael itu sering mengobrol, itu ada di lokasi pemotretan saja. Jadi tidak benar kalau saya dan Michael ada hubungan." kata Alisa, dia menatap Richard di bangku belakang.


Alisa melihat Richard dan Raya duduk juga di bangku bekalang. Keduanya terenyum dan mengacungkan jempolnya. Alisa pun tersenyum.


"Tapi, pernah tim kami mewawancarai Michael bahwa memang antara Alisa dan Michael itu punya hubungan khusus, lho. Jadi mana yang benar? Biasanya kalau menyangkal itu hanya untuk menyembunyikan saja, itu biasa di lakukan oleh artis. Apa Alisa juga menyembunyikan kedekatan kalian berdua?"


"Hahah, itu terserah dia. Yang jelas saya merasa tidak terlalu dekat selain rekan kerja dan tidak ada apa-apa di antara kami ini." kembali Alisa menyangkal.


Entah kenapa dia merasa kesal, namun wajahnya masih ceria. Tapi gurat wajahnya terlihat tidak suka host terus membahasnya kedekatannya dengan Michael.


"Ooo, baiklah. Saya tidak perlu mengulang pertanyaan tadi karena sepertinya Alisa kurang suka ya."


"Hahah, benat sekali. Karena saya tidak suka berbicara mengenai sesuatu yang memang tidak saya lakukan."


"Emm, yaya. Dan mungkin ini pertanyaan terakhir, mengenai anda di persidangan jadi saksi, dari persidangan itu anda menceritakan kalau wajah cacat itu maaf kalau saya ungkit. Apakah wajah cacat itu yang memicu anda untuk melakukan perawatan? Dan anda mau jadi saksi dari seorang pengusaha muda sukses. Tentu itu bukan kebetulan kan anda dekat dengan tuan Richard pengusaha sukses itu. Apa anda punya kedekatan khusus dengan tuan Richard?"


"Richard ya, ya bisa juga di bilang dekat. Seperti cerita saya waktu itu, dia laki-laki yang kehilangan kedua orang tuanya saat kebakaran itu. Emm, saya tidak perlu panjang lebar ya menceritakannya. Singkat saja, jadi kami dekat karena hal itu." jawab Alisa melirik Richard.


"Waah, ternyata memang ada hubungan khusus ya antara anda dan tuan Richard. Baiklah, tidak perlu di bahas lagi karena waktunya memang sudah habis. Jadi yang penasaran dengan cerita Alisa ,kapan-kapan kita kulik dan hadirkan lagi di episode berikutnya, Setuju tidak?!" teriak Maharani pada penonton.


"Ya ya ya, setuju."


"Sayang acaranya sebentar sekali."


Semua menjawab hampi setuju, Alisa hanya tersenyum saja. Dia lalu menjabat tangan Maharani dan memeluk untuk perpisahan di acara tersebut.


_


_



Hai kaka sekalian, rekomendasi novel bagus nih..

__ADS_1


mampir kemari ya kaka..😊😊


\=> jangan lupa like and komen yaa...😊😊


__ADS_2