Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
69. Di Tolong Thomas


__ADS_3

Pelayan itu pun membawa minunan pesanan Alisa dan Darius. Mereka mengobrol hanya basa basi saja, sedangkan sebenarnya Alisa itu sudah gelisah sendiri. Entahlah, dia merasa Darius itu tidak benar-benar sebagai penggemarnya, pandangannya juga sepertinya bukan pandangan biasa.


Memandang Alisa dengan tatapan seakan ingin memilikinya. Pelayan datang, dia meletakkan minuman di depan Alisa dan Darius.


"Terima kasih mas." ucap Alisa menutupi rasa gugupnya.


Dia belum tahu saja, jika minuman itu sudah di campuri sesuatu oleh Alena. Sedangkan Alena sudah pergi dari kafe tersebut.


"Nona Alisa, silakan di minum." kata Darius yang menatap Alisa aneh.


"Ah ya, maaf saya gugup saja." kata Alisa.


"Kalau begitu, hilangkan gugupnya dengan minum. Itu pesanan nona Alisa sudah ada." kata Darius.


Alisa pun tersenyum, dia lalu mengambil minumannya. Meneguknya sedikit karena merasa tidak enak pada Darius.


Alisa gelisah karena dia tidak tahu siapa yang mau memberinya kejutan, kata Bela orang dekat. Tapi kenapa yang datang Darius yang baru saja di kenalnya.


Dia pun mengambil ponselnya, menghubungi seseorang. Mungkin Richard atau Raya, tapi tiba-tiba kepalanya jadi pusing. Alisa memegangi kepalanya yang pusing itu, hingga membuat Darius tersenyum tipis dan hanya memperhatikan apa yang di lakukan Alisa.


Tiba-tibw Alisa menggigil, dia menatap Darius dengan tatapan yang berbeda. Mulutnya seperti mendesis.


"Nona Alisa, ada apa?" tanya Darius pura-pura tidak tahu.


"Entahlah tuan Darius. Sepertinya kepalaku pusing dan tiba-tiba panas badanku." jawab Alisa.


"Apa perlu saya antar nona pulang?" tanya Darius lagi.


"Tidak, aku sudah menghubungi temanku." ucap Alisa lagi.


Darius pun diam, dia takut teman Alisa datang. Dia pun menyodorkan lagi minuman pada Alisa.


"Minum lagi untuk mengurangi rasa pusing kepalamu." kata Darius.


Alisa menerima gelas yang di pegang Darius lalu menengguknya lagi. Diam, kepala Alisa semakin pusing dan gairahnya pun menyeruak. Dia kibaskan bajunya, tangannya pun mulai meraba lehernya yang terasa meremang karena panas dan merinding.


"Kamu baikan?" tanya Darius.


"Ngga tahu, kok kepala tambah pusing dan ...."


"Aku antar pulang ya."


"Emm, ya boleh. Essshht ..." Alisa mendesis.


Darius pun menarik tangan Alisa, dia memeluk Alisa dari samping. Sedangkan Alisa memandang Darius dari samping, ingin dia menciumnya. Tali otaknya masih normal, kalau Darius bukanlah siapa-siapa. Hanya dia jalannya agak sempoyongan, tapi matanya masih menatap Darius dengan sayu.


Darius memapah Alisa keluar dari kafe menuju mobilnya. Dia tersenyum senang, sebentar lagi akan tidur dengan Alisa model terkenal itu. Pikirnya.


Dan dari jauh seseorang mengikuti kemana Darius pergi sambil mengkamera dengan ponselnya.

__ADS_1


Sampai di parkiran, Alisa berdiri. Jalannya juga terhuyung, ingin saja mendekat pada Darius.


Mobil yang baru berhenti tepat di samping mobil Darius. Pengemudinya pun menatap Alisa yang seperti sedang kedinginan dan merinding menatap Darius.


"Itu kan Alisa? Sedang apa dia di situ? Dengan siapa ya, apa dengan Richard?" tanya pengemudi itu.


Dia mengambil ponselnya, lalu menghubungi Richard.


"Halo, Richard kamu di mana?"


"Aku di jalan."


"Di jalan? Lalu Alisa sama siapa?"


"Aku ngga dengan Alisa, dia sudah pulang ke rumahnya. Kenapa memangnya?".


"Cepat kamu ke kafe Explors, ini darurat. Alisa ada di kafe Explors." kata laki-laki itu yang ternyata adalah Thomas.


Dia keluar menghampiri Alisa yang masih menggigil. Dia menunggu mobil Darius keluar dari jejeran mobil karena terjebak oleh mobil lain.


"Alisa?"


"Thomas?


"Kamu sedang apa?"


"Hei, kamu siapa? Berani-beraninya mau membawa tan saya?" tanya Thomas dengan marah juga.


Tangan Alisa di tarik kasar oleh Darius lalu dia membawa cepat Alisa untuk masuk ke dalam mobilnya. Tapi Thomas seperti melihat gelagat Darius itu aneh dan tidak baik, dia pun menarik tangan Alisa. Dia langsung membawa Alisa untuk menolak ikut dengan Darius.


"Alisa, kamu kenal laki-laki itu?" tanya Thomas.


Alisa yang sedang dalam keadaan di pengaruhi oleh obat terlarang itu membuat dia terhuyung dan hampir terjatuh di dada Thomas.


"Alisa, sadarlah. Kamu mabuk?" tanyq Thomas lagi.


Dia takut Alisa semakin meraba leher Thomas dan memegang pipinya. Thomas pun menahan tangan Alisa, dia berpikir mungkin Darius memberinya sesuatu dalam minumannya.


"Hei, jangan bawa gadis itu! Dia sudah aku bayar mahal. Jadi jangan coba-coba merebutnya dariku!" teriak Darius dengan marah.


Dia lalu menendang Thomas dari samping sampai terhuyung, tidak bisa menghindar karena Alisa ada dalam dekapannya.


Lalu Darius menarik lagi tangan Alisa, Alisa pun hampir terjatuh. Dan Thomas membalas tendanngan Darius dengan memukul wajah Darius.


"Kamu bilang telah membayar mahal dia? Dia bukan pelacur, brengsek!"


Tak berapa lama, mobil Richard memasuki parkiran. Dia melihat Thomas sedang berkelahi dengan laki-laki entah siapa Richard tidak tahu.


Belum di parkir dengan benar, Richard langsung keluar dan berlari menghampiri kedua laki-laki yang sedang berkelahi. Dia menghampiri Alisa yang berjongkok sambil mendesis dan menahan sesuatu yang ingin meledak.

__ADS_1


"Alisa, kamu kenapa?" tanya Richard panik.


Dia memegang pelipis Alisa dan mendongakkannya ke depan. Terlihat mata Alisa saya, dia sadar di depannya itu adalah kekasihnya. Langsung saja Alisa menyambar bibir Richard dan menciumnya dengan cepat dan penuh gairah. Dia juga terus mencium Richard dan beralih ke bagian lehet Richard.


Richard heran, kenapa Alisa seperti itu, kemudian Richard membalas sebentar ciuman Alisa, namun rupanya Alisa lebih agresif lagi.


"Alisa, kamu kenapa?"


"Richard, aku ingin sesuatu ..., aaah Richard tolong aku. Essshhtt!" Alisa terus meracau sambil menciumi Richard.


Richard pun melihat Thomas masih berkelahi dan dia langsung menarik Alisa untuk masuk ke dalan mobilnya. Dia tahu Alisa sedang tidak baik, entah dia makan apa. Tapi dia berpikir Alisa pasti dalam pengaruh obat.


Alisa di masukkan ke dalam mobilnya, lalu dia menghampiri Thomas dan ikut memukul Darius.


"Brengsek lo, kenapa lo buat pacar gue seperti itu hah?!"


Darius pun melihat Richard yang marah padanya. Dia tidak menyangka ternyata Richard rekan bisnisnya adalah kekasih Alisa.


Kini Richard ingin memukul Darius lagi, tapi di tahan oleh Thomas.


"Cepat selamatkan Alisa, dia di perngaruhi obat pengsang. Biarkan laki-laki brengsek ini aku yang urus." kata Thomas.


Richard masih menatap tajam Darius yang sudah babak belur oleh pukulannya dan Thomas. Dia lalu kembali ke mobilnya, dan langsung mengemudikannya dengan cepat. Dia harus sampai di rumah Alisa, agar Alisa secepatnya di selamatkan.


Dalam perjalanan, Alisa sudah bertingkah seperti seorang perempuan penggoda. Dia terus menarik Richard dan menciumnya.


"Alisa sadarlah, ini tidak benar. Kamu harus bisa mengatasi semuanya. Kamu harus tahan ya." kata Richard pada Alisa.


"Richard, sebenarnya apa yang aku minum. Eeugh ... Aku seperti menginginkanmu secepatnya." ucap Alisa.


"Kamu dalam penguaruh obat, tenang dan tahan ya. Sebentar lagi sampai rumah kamu."


"Pengaruh obat? Obat apa?"


"Sudahlah, kamu tahan ya."


"Richard, ssshhtt."


Alisa meraba kembali leher Richard, membuat Richard menegang. Tapi otaknya masih berpikir bahwa itu salah.


"Tidak Alisa!"


_


_


_


😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2