Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
42. Mahal Sekali


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor agensi, Alena benar-benar marah dan dia mengamuk di kamarnya. Semua barang-barang di bantingnya dan kasur yang di ranjang sampai berantakan spreinya.


"Aaaaah!! Alisa dasar gadis cacat!! Bisa-bisanya Richard mengaku kekasihnya dan melindunginya. Dasar gadis tidak tahu diri, aaaaah. Brengsek!!"


Teriakan Alena mengganggu ibu Rosi yang sedang tidur nyenak. Matanya yang tertutup rapat kini kembali terbuka karena mendengar teriakan Alena di kamarnya di sebelahnya.


"Ck, kenapa lagi anak itu. Selalu berteriak tidak jelas." gumam ibu Rosi.


Dia ingin meneruskan tidurnya dan memutuskan tidak mempedulikan anaknya yang sedang marah. Namun telinganya terasa tertusuk ranting, teriakan Alena yang memanggilnya membuat ibu Rosi kesal.


Dia lalu bangkit dari tidurnya dan keluar menuju kamar Alena. Wajah kesalnya memang sangat kentara, dia ingin memarahi Alena. Sejak Alisa pergi dari rumah itu, bukannya tenang ibu Rosi di rumahnya karena Alena tidak lagi berteriak pada Alisa.


Tapi nyatanya kini semakin menjadi, Alena selalu cemburu dan iri pada Alisa. Setiap kali mengalami sesuatu pada Alisa, Alena akan mengamuk dan barang-barang di dalam kamarnya.


Ibu Rosi mendorong pintu kamar Alena dengan kasar, lalu dia mendekat pada Alena yang sedang marah serta nafasnya memburu turun naik.


"Kamu selalu saja seperti ini Alena, apa kamu tidak lelah? Marah setiap kali pulang, tidak pernah mama melihat kamu merasa senang dan bahagia. Coba nikmati hidupmu, mama lelah menghadapi kamu seperti itu." teriak ibu Rosi.


"Bagaimana aku akan bahagia ma, Alisa sekarang lebih sombong dan mama tahu? Sekarang Richard mengaku sebagai kekasih gadis jelek itu!" ucap Alena penuh dengan amarah.


"Lalu masalahnya apa?" tanya ibu Rosi.


"Aku tidak terima ma, sejak dulu aku menyukai Richard. Tapi sekarang dia malah pacaran sama Richard. Hik hik hik, dia itu selalu merebut apa yang aku impikan ma, aku tidak terima ma. Tidak terima, hik hik hik." ucap Alena dengan tangisannya itu.


Ibu Rosi menghela nafas panjang, lalu mendekati Alena yang sedang menunduk menangis pilu. Kali ini Alena benar-benar hancur mengingat Richard mengucapkan bahwa Alisa adalah kekasihnya.


Ibu Rosi memeluk anaknya itu dengan erat, dia merasa kasihan. Meski hidupnya selalu dia bela dan keinginannya selalu dia kabulkan. Tapi nyatanya itu semua tidak cukup. Sedangkan Alisa, yang selalu di sisihkan dan mendapat perlakuan tidak adil olehnya serta selalu di siksa juga oleh Alena.


Dan kini Alisa lebih unggul darinya, dia juga tidak bisa menekan dan memarahi Alisa lagi karena tindak tinggal serumah lagi.


Biar bagaimana pun, ibu Rosi adalah ibunya Alisa. Ibu kandung yang melahirkannya juga. Sejak ayahnya meninggal Alisa selalu mendapat perlakuna tidak baik dan tidak adil. Lalu sekarang berbalik, Alisa yang banyak menyayangi juga orang yang di sukai Alena menjadi kekasih dan pelindung Alisa.


Dia sadar, ketidak adilan pada Alisa tidak selamanya akan terus di terima oleh Alisa. Namun ada saatnya Tuhan begitu adil bagi umatnya yang sabar dalam menerima perlakuan dan cobaan. Ada saatnya orang yang menderita akan hidup bahagia, juga ada saatnya orang yang selalu mendapatkan kesenangan akan juga mendapatkan kesusahan.


Dan kini ibu Rosi akan berlaku bijak untuk membimbing dan menasehati Alena. Dia tahu dia salah dalam mendidik Alena, hingga Alena jadi orang yang angkuh dan selalu merasa dia yang selalu menang dan terdepan.


"Sudahkah Alena, kamu terima mereka. Buat apa kamu marah dan menangis seperti itu?" kata ibu Rosi.

__ADS_1


"Ma, aku mencintai Richard ma. sejak kuliah aku mencintainya, tapi kenapa Richard malah menjadi kekasih Alisa? Aku tidak terima, ma." kata Alena di sela tangisnya.


"Tapi kenyataannya memang Richard lebih memilih Alisa, kamu harus terima Alena." ucap ibu Rosi lagi memgingatkan.


"Tidak ma, aku tidak terima! Pokoknya jika aku tidak mendapatkan Richard, Alisa juga tidak akan mendapatkan Richard." ucap Alena dengan sengit.


Senyum smirik Alena membuat ibu Rosi takut. Dia lalu meneliti apa yang akan di lakukan Alena pda Alisa.


"Apa yang akan kamu lakukan pada adikmu?" tanya ibu Rosi dengan curiga.


"Mama ngga perlu tahu! Mama tidak berguna." ucap Alena sengit.


"Alena!"


Ibu Rosi kini tidak habis pikir dengan anaknya itu, begitu ambisius mengalahkan Alisa. Dan kini dia akan berubah haluan, ibu Rosi akan membantu Alisa agar Alena tidak lagi menyakiti Alisa lagi. Cukup sudah baginya membela Alena yang sudah keterlaluan. Dia akan menemui Alisa nanti.


"Heh! Mama ke rumah Alisa saja tidak mendapatkan kabar tidak baik darinya. Apa yang mama perbuat? Menyebalkan!" ucap Alena ketus.


"Alena! Bicara kamu keterlaluan, ini mama kamu. Tapi kamu bersikap kurang ajar sama mama." teriak ibu Rosi dengan marah.


"Sudahlah, lebih baik mama keluar dari kamarku. Aku akan memikirkan rencana bagaimana menyingkirkan Alisa jelek itu. Dan jika sampai mama membocorkan rencanaku sama gadis sialan itu, mama tahu sendiri akibatnya." ancam Alena.


Sedangkan ibu Rosi dengan perasaan kesal dan marah, keluar dari kamar anaknya itu. Rasa sesal telah salah membesarkan anaknya Alena membuat dirinya sekarang di lawan oleh anak kesayangannya sendiri.


_


Setelah kejadian malam itu, Alisa semakin bebas menjalankan kegiatannya dengan santai. Alena kini tidak masuk ke agensi karena dia cuti. Meski dalam satu minggu hanya tiga kali melakukan sesi pemotretan, tapi Alena meminta izin pada manajemen cuti selama seminggu. Entah apa alasannya.


Dan tentang video yang beredar ketika pertengkaran dirinya dengan Alena yang di ambil oleh seorang amatiran sudah di hapus oleh anak buah suruhan Richard. Karena dia tahu ada seseorang yang merekam Alisa dan Alena bertengkar, meski Alisa tidak di rugikan. Yang rugi adalah Alena, tapi Richard tidak mau wartawan tahu kalau dia adalah kekasihnya Alisa sang model terkenal dan termahal di agensi Symonesta Stars.


"Bagaimana dengan video yang di ambil oleh orang saat itu?" tanya Alisa ketika mereka makan siang bersama.


"Sudah aku ambil dan di bayar sama aku." jawab Richard dengan santai.


"Di bayar? Berapa?" tanya Alisa heran.


'Sesuai yang dia minta, sekitar dua puluh juta." jawab Alisa.

__ADS_1


"Apa? Mahal banget itu." kata Alisa terkejut.


Dia pikir hanya sebuah video yang tidak harus di bayar semahal itu, lagi pula itu bisa di diskusikan.


"Iya, memang mahal. Reputasi kamu itu sangat mahal sayang, jadi aku ikhlas membayar mahal video itu agar jangan sampai beredar di media sosial." jawab Richard membuat Alisa tersipu.


Lagi-lagi mengaduk-aduk perasaan Alisa menjadi berbunga-bunga. Dan dengan ucapan itu, Alisa sangat yakin kalau Richard memang mencintainya dan selalu melindunginya.


"Tapi tidak semahal itu juga, dua puluh juta. Itu bisa untuk depe mobil." gumam Alisa.


Richard tersenyum, dia lalu mengusap kepala Alisa dengan sayang.


"Sudah jangan di pikirkan, yang penting kamu tidak dapat gosip yang tidak-tidak, Alena juga aman, serta aku juga aman karen tidak ada yang tahu siapa pacar kamu."


Alisa tersenyum, dia pun mengangguk. Setelah selesai makan siang, seperti biasa Richard mengantar Alisa ke gedung agensi Symonesta.


"Alisa, mana ponselmu?" tanya Richard.


"Buat apa?"


"Aku akan atur ponselmu untuk di pasang GPS."


"Buat apa? Aku selalu pergi sama kamu kok, tidak dengan laki-laki lain." ucap Alisa, namun dia tetap memberikan ponselnya pada Richard.


Richard mengatur agar ponsel Alisa ada GPSnya, dia merasa Alisa masih dalam bahaya. Karena Alena akan selalu mengganggu Alisa sebelum keinginannya tercapai.


"Sudah, jaga diri ya. Cup." ucap Richard dengan mecium bibir Alisa sekilas.


"Iya, kamu juga."


Alisa pun turun dari mobil Richard dan melambaikan tangannya, lalu masuk ke dalan gedung Symonesta Stars.


_


_


_

__ADS_1


\=> Jangan lupa like and komen ya...😊😊


__ADS_2